Fingernail

Sisa hidup tinggal seujung kuku, maka cepat hijrah ke tempat yang lebih mulia. Melakukan Amar Ma’ruf sebanyak-banyaknya bila sudah tidak mampu Nahi Mungkar. Pandai mengkaji diri bukan repot mengurusi tetangga.

The rest of your life is just a fingernail, so quickly move to a more noble place. Doing Amar Ma’ruf as much as possible if you are not able to Nahi Mungkar. Good at studying yourself, not bothering to take care of your neighbors.

Kitab Suci Islam

IMAM SYAFI’I telah mampu mendata JUMLAH masing-masing HURUF dalam AL-QURĀN secara detail dan tepat

IMAM SYAFI’I dalam kitab Majmu al-Ulum wa Mathli’u an Nujum dan dikutip oleh Imam ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al-Ilahiyah menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al Qur’an di susun sesuai dgn banyaknya :

o ا Alif : 48740 huruf,
o ل Lam : 33922 huruf,
o م Mim : 28922 huruf,
o ح Ha ’ : 26925 huruf,
o ي Ya’ : 25717 huruf,
o و Waw : 25506 huruf,
o ن Nun : 17000 huruf,
o لا Lam alif : 14707 huruf,
o ب Ba ’ : 11420 huruf,
o ث Tsa’ : 10480 huruf,
o ف Fa’ : 9813 huruf,
o ع ‘Ain : 9470 huruf,
o ق Qaf : 8099 huruf,
o ك Kaf : 8022 huruf,
o د Dal : 5998 huruf,
o س Sin : 5799 huruf,
o ذ Dzal : 4934 huruf,
o ه Ha : 4138 huruf,
o ج Jim : 3322 huruf,
o ص Shad : 2780 huruf,
o ر Ra ’ : 2206 huruf,
o ش Syin : 2115 huruf,
o ض Dhadl : 1822 huruf,
o ز Zai : 1680 huruf,
o خ Kha ’ : 1503 huruf,
o ت Ta’ : 1404 huruf,
o غ Ghain : 1229 huruf,
o ط Tha’ : 1204 huruf dan terakhir
o ظ Dza’ : 842 huruf.

Jumlah semua huruf dalam al-Quran sebanyak 1⃣.0⃣2⃣7⃣.0⃣0⃣0⃣ (satu juta dua puluh tujuh ribu).

Setiap kali kita khatam Al-Quran, kita telah membaca lebih dari 1 juta huruf

SYAFA’AT AL QUR’AN DI DALAM KUBUR

Semoga kita termasuk di dalam golongan orang orang ini…aamiin !!!

Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.

  • Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).

Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang – orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

-Setelah dikuburkan dan orang – orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia di masukkan ke dalam syurga.”

Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al Quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.

-Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

-Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.

Prostrate

A Shaykh said, "O people who leave prayer, your calamity is heavier than the devil's, because the devil refuses to prostrate to Adam, while you refuse to prostrate to the Rabb of all things. What is the problem with you that you refuse to prostrate to Allah Azza Wa Jala."

Seorang Syaikh berkata,* “wahai orang yang meninggalkan shalat, musibahmu lebih berat daripada musibah iblis, karena iblis menolak untuk sujud kepada Adam, sedangkan engkau menolak sujud kepada Rabb Yang Maha Segalanya. Ada masalah apa gerangan dengan dirimu sehingga kau enggan sujud kepada Allah Azza Wa Jalla.”

Transparancy

Many people shouted, I did justice in dividing rights and being a trustee according to the size of a good person. But surprisingly, his screams were limited to words. Distributing rights equally but never totally transparently divided and never clear on the mandate but never compared to policy targets according to mutual agreement. Is it like that? This person understands but always tries to trick people into making it seem that they are doing a good job according to their personality. If there are parties who ask to compare the work with the agreement, they become angry (Do you not believe me). People believe when open management can be implemented. When we used to study in school, we were always guided by teachers to be honest, after taking office we already understood the gaps in playing opportunities. The Disciple is playing with the interests of the group for personal gain. Maybe people out there don't know, but nature is witnessing the actions of the brain that you keep in your heart. The more your heart is polluted with bad tactics. The parents and teachers whom you lie to will be ashamed because of their dishonorable attitude. Impact on the family, because it is given sustenance that is not clean. One day when your child grows up he will feel the consequences and continue to carry it throughout his life. Openness is heavy but accountability is heavier later when Hisab is at Mizan. All will be seen clearly when in the process. Keep in mind, every party there is always a dish washing event. The world you can play with your logic but your heart will be eternally tormented. Think before it's too late. Every creature has a responsibility at the end of the day, especially humans who are intelligent and have the knowledge of Aqidah.

Banyak orang teriak saya melakukan keadilan dalam membagi hak dan menjadi amanah sesuai ukuran seorang yang baik. Tapi herannya, teriakan mulutnya sebatas kata kata. Membagi rata hak tapi tidak pernah transparan total yang dibagi dan tidak pernah jelas amanah tapi tidak pernah dibandingkan target kebijakan sesuai kesepakan bersama. Apakah seperti itu? orang ini mengerti tapi selalu mencoba mensiasati orang banyak agar terkesan menjalankan pekerjaan sudah dengan baik menurut pribadinya. Bila ada pihak yang bertanya untuk membandingkan hasil kerja dengan kesepakatan menjadi marah (Apa tidak percaya dengan saya). Masyarakat percaya ketika open manajemen dapat di iplementasikan. Saat dahulu kita belajar di bangku sekolah selalu dibimbing guru untuk jujur, setelah menjabat sudah mengerti celah kesempatan bermain. Sang Murid bermain-main dengan kepentingan kelompok yang menguntung pribadi. Mungkin orang diluar sana tidak tahu, tapi alam ini menyaksikan perbuatan otak yang engkau simpan dalam hati. Semakin tercemar hatimu dengan siasat buruk. Orang tua dan para guru yang engkau bohongi akan diberi malu karena sikap tidak terpuji. Berdampak kepada keluarga, karena diberikan rezeki yang tidak bersih. Suatu saat anakmu besar dia akan merasakan akibat dan terus dibawa sampai sepanjang hidupnya. Keterbukaan itu berat tapi lebih berat pertanggung jawaban nanti saat Hisab di Mizan. Semua akan terlihat jelas saat di proses. Perlu diingat, setiap pesta selalu ada acara mencuci piring. Dunia dapat engkau permainkan dengan logikamu tapi hatimu akan tersiksa abadi. Renungkan sebelum terlambat. Setiap mahluk ada pertanggung jawaban di hari akhir, terutama manusia yang berakal dan memiliki ilmu Aqidah.

Insistent

Yang bersabar selalu baik .. yg zolim selalu menerima akibat.. lebih baik sibuk koreksi diri dari pada repot dengan urusan orang lain .. nonton kejadian lebih enak dari pada ngotot
Those who are patient are always good.. the wrongdoers always receive the consequences.. it’s better to be busy self-correcting than bothering with other people’s business.. watching events is better than insisting