Bapak itu kalah sama anak, ketika seorang bapak argumentasi teori pembenaran yang dipaksa ke anak. Sementara, seorang anak berbicara fakta yang ada walau tanpa pengalaman. Bapak takut oleh anak, karena suatu saat seoarang anak akan jadi penguasa. Anak akan menuntut kebijakan Bapak saat berkuasa dahulu.
Hati – hati dengan amanah, saat ini bisa lolos. Tapi besok di Mizan tidak bisa lolos saat proses hisabnya.
Silahkan berbahagia tepuk dada dengan sombong, tinggal anak nonton Bapaknya di adili oleh para Mahluk suci.
