Character assassination is an attempt to damage people's reputations. These actions may include exaggerating statements or manipulating facts to give a false image. Character assassination is a form of defamation and can take the form of an argument.
Slanderous words of lies, not based on the truth and spread to vilify and bring down others. The definition of Slander according to Islam can also be done without you realizing it while it is taking place. Doing so will be very dangerous to life, even if the person is not aware of doing it
Pembunuhan karakter, adalah usaha merusak reputasi orang. Tindakan ini dapat meliputi pernyataan yang melebih-lebihkan atau manipulasi fakta untuk memberikan citra yang tidak benar. Pembunuhan karakter adalah suatu cara pencemaran nama baik dan bisa berupa argumen.
Fitnah perkataan bohong, tidak berdasarkan kebenaran serta disebarkan untuk menjelekkan dan menjatuhkan orang lain. Pengertian fitnah menurut islam juga bisa dilakukan tanpa Anda sadari ketika sedang berlangsung. Hal tersebut akan sangat membahayakan kehidupan, meski orang tersebut tidak sadar melakukannya
Brother or Friends
Life is sometimes strange when; only know the theory. But you will understand if you know the meaning of Divine Iradat and destiny. Such conditions; you will feel farther away if you are too close. Being with friends feels closer even though they are far from each other. Different emotional bonds do not guarantee intimacy. But the bond of togetherness in experience feels more solid. Intentions will be motivated if the feeling is united in the spirit container. Determined to unite in one goal and ideals
Hidup itu terkadang aneh bila ; hanya mengetahui teorinya. Tapi akan memahami bila mengetahui makna dari Iradat Illahi dan takdirnya. Seperti kondisi ; dengan saudara akan terasa lebih jauh bila terlalu dekat. Bersama teman terasa lebih dekat walaupun saling berjauhan. Perbedaan ikatan emosi tidak menjamin keakraban. Tapi ikatan kebersamaan dalam pengalaman terasa lebih merekat. Niat akan termotivasi bila rasa bersatu dalam wadah semangat. Tekat ingin bersatu dalam satu tujuan dan cita-cita
Kata Maaf
Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya.
Umar r.a. yang berada di situ, bertanya :“Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah ?”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab : “Aku di beritahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah Subhanahu Watta’la”.
Salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata : ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat dzalim kepadaku’.
Allah Subhanahu Wa ta’la berfirman : “Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun ?”
Orang itu berkata : “Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya”.
Sampai di sini, mata Rasulullah berkaca-kaca. Rasulullah tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis.
Lalu, beliau Rasulullah berkata : “Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya”.
Rasulullah melanjutkan kisahnya.
Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi : “Sekarang angkat kepalamu”.
Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata : “Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas & perak bertatahkan intan berlian. Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb ?
Untuk orang shiddiq yang mana, ya Rabb ?
Untuk Syuhada yang mana, ya Rabb ?”
Allah berfirman :
“Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya”.
Orang itu berkata : “Siapakah yang mampu membayar harganya, ya Rabb ?”
Allah berfirman : “Engkau pun mampu membayar harganya”.
Orang itu terheran-heran, sambil berkata :
“Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb ?”
Allah berfirman : “Caranya, engkau MAAFKAN saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku”.
Orang itu berkata : “Ya Rabb, kini aku memaafkannya”.
Allah berfirman : “Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk ke surga bersamamu”.
Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. berkata : “Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAFKAN. Sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin”.
(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).
Saudara dan sahabatku tercinta, amalan hati yang nilainya tinggi di hadapan Allah adalah :
Meminta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan.
“Maka dari itu Maafkan diriku ya Saudaraku dan Sahabatku tersayang, sekiranya aku pernah menyakitimu dalam perkataan dan perbuatan.”
Fingernail
Sisa hidup tinggal seujung kuku, maka cepat hijrah ke tempat yang lebih mulia. Melakukan Amar Ma’ruf sebanyak-banyaknya bila sudah tidak mampu Nahi Mungkar. Pandai mengkaji diri bukan repot mengurusi tetangga.
The rest of your life is just a fingernail, so quickly move to a more noble place. Doing Amar Ma’ruf as much as possible if you are not able to Nahi Mungkar. Good at studying yourself, not bothering to take care of your neighbors.
Kitab Suci Islam
IMAM SYAFI’I telah mampu mendata JUMLAH masing-masing HURUF dalam AL-QURĀN secara detail dan tepat
IMAM SYAFI’I dalam kitab Majmu al-Ulum wa Mathli’u an Nujum dan dikutip oleh Imam ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al-Ilahiyah menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al Qur’an di susun sesuai dgn banyaknya :
o ا Alif : 48740 huruf,
o ل Lam : 33922 huruf,
o م Mim : 28922 huruf,
o ح Ha ’ : 26925 huruf,
o ي Ya’ : 25717 huruf,
o و Waw : 25506 huruf,
o ن Nun : 17000 huruf,
o لا Lam alif : 14707 huruf,
o ب Ba ’ : 11420 huruf,
o ث Tsa’ : 10480 huruf,
o ف Fa’ : 9813 huruf,
o ع ‘Ain : 9470 huruf,
o ق Qaf : 8099 huruf,
o ك Kaf : 8022 huruf,
o د Dal : 5998 huruf,
o س Sin : 5799 huruf,
o ذ Dzal : 4934 huruf,
o ه Ha : 4138 huruf,
o ج Jim : 3322 huruf,
o ص Shad : 2780 huruf,
o ر Ra ’ : 2206 huruf,
o ش Syin : 2115 huruf,
o ض Dhadl : 1822 huruf,
o ز Zai : 1680 huruf,
o خ Kha ’ : 1503 huruf,
o ت Ta’ : 1404 huruf,
o غ Ghain : 1229 huruf,
o ط Tha’ : 1204 huruf dan terakhir
o ظ Dza’ : 842 huruf.
Jumlah semua huruf dalam al-Quran sebanyak 1⃣.0⃣2⃣7⃣.0⃣0⃣0⃣ (satu juta dua puluh tujuh ribu).
Setiap kali kita khatam Al-Quran, kita telah membaca lebih dari 1 juta huruf
SYAFA’AT AL QUR’AN DI DALAM KUBUR
Semoga kita termasuk di dalam golongan orang orang ini…aamiin !!!
Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.
- Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).
Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang – orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.
-Setelah dikuburkan dan orang – orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.
Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia di masukkan ke dalam syurga.”
Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al Quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.
-Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”
-Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)
Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.



