Original / Pretend to be Rich

Original rich people are usually,  lazy to discuss wealth by talking about it to other people or displaying it on social media.    Meanwhile, people who only pretend to be "rich", their weaknesses tend to be easily satisfied with the salary / income received and use the money solely for current desires and do not think long term.

Orang kaya original, biasanya malas membahas kekayaan dengan membicarakannya kepada orang lain atau menampilkannya di media sosial. Sedangkan, Orang yang hanya berpura-pura “kaya”, kelemahan mereka cenderung mudah puas dengan gaji/ penghasilan yang diterima dan menggunakan uangnya semata-mata untuk keinginan saat ini dan tidak berpikir jangka panjang.

Society

Society is a group of people or individuals who live together in a place and are interconnected. Usually, this relationship or interaction is carried out in a structured manner. Every community group, of course, has a social structure. Later, the social structure will facilitate social integration. So, this will produce a pattern of society that has a harmonious function.

Sufi

Sufi is a term for those who are experts in Sufism. Sufism refers to the teachings of knowing and getting closer to Allah SWT.
My teacher's message is not to set foot except to seek the pleasure of Allah and do not sit in a place unless it is safe from Allah's wrath--for example, a place of immorality. Do not make friends except to those who help to obey Allah. And don't choose a close friend or close friend unless he adds to your belief in Allah

Sufi adalah sebutan bagi mereka yang ahli ilmu tasawuf. Tasawuf merujuk pada ajaran untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pesan guruku jangan melangkahkan kaki kecuali untuk mencari keridhaan Allah dan jangan duduk di suatu tempat kecuali tempat itu aman dari murka Allah–misalnya tempat maksiat. Jangan bersahabat kecuali kepada orang yang membantu berbuat taat kepada Allah. Dan jangan memilih sahabat karib atau teman dekat kecuali ia menambahkan keyakinanmu terhadap Allah

Twisting Fate

It was different before now, when they were children and then teenagers, they continued to grow up. In the past, they were only playmates when they grew up to become officials or just manual laborers. Changes from time to time occur, until there is a shift in mindset, environment, social level atmosphere and differences in destiny. Changes due to shifts in the inner and physical realms make people grow and develop. Humans can change from friends to strangers after the social strata of life change. Destiny changes people, time makes people forgetful. No human is eternal, the wheel of life is turning. In the past, people who fought for life, may now become successful people. The test of life and religious knowledge given by the teacher greatly affects human manners. The manners provided by parents can fade because of the twist of fate. Be someone who has a polite and strong personality. We can change knowledge and we can grow the material. But to remember? Always maintain friendship with all groups. Because sustenance comes from divine guidance through humans.

Lain dahulu lain sekarang, Saat usia anak lalu remaja terus dewasa. Dahulu hanya teman main saat dewasa menjadi seorang pejabat atau hanya buruh kasar. Perubahan dari waktu ke waktu terjadi, hingga tejadi pergeseran pola pikir, lingkungan, suasana tingkat sosial dan perbedaan takdir. Perubahan akibat pergeseran alam batin maupun fisik membuat orang menjadi tumbuh kembang. Manusia bisa berubah dari sahabat menjadi tidak kenal setelah strata sosial kehidupan berubah. Takdirnya merubah manusia, waktu membuat orang menjadi pelupa. Tidak ada manusia yang kekal, roda kehidupan berputar. Dahulu orang yang berjuang hidup, mungkin saat ini menjadi orang sukses. Ujian kehidupan dan ilmu agama yang diberikan guru sangat mempengaruhi adab manusia. Sopan santun yang dibekali orang tua bisa luntur karena perputaran nasib. Jadilah seorang yang memiliki jati diri yang santun serta kuat kepribadiannya. Kita boleh berubah keilmuan dan boleh tumbuh materinya. Tapi harus diingat? Selalu jaga silahturahmi dengan semua golongan. Karena Rezeki datang dari petunjuk Illahi melalui manusia.

Manhaj

According to the term syar'i, manhaj are the rules & provisions used for every scientific lesson through the process of tracing (sanad) Islamic sciences with the correct historical plot that continues to the Prophet Muhammad. Starting from the current generation of scholars, previous scholars, tabiut tabiin, tabiin, friends, until finally connected to the Prophet.
That way, the right manhaj will lead a Muslim to the right guidance about worship, muamalah, and morals. If someone learns religion not based on the right manhaj (sanad), then his religious practice will be wrong. Like the rules of Arabic, ushul 'aqidah, ushul fiqh, & ushul interpretation. Where with these sciences learning in Islam and its main points become regular & correct. And the true manhaj is a straight and bright way of life in religion according to the understanding of the companions of the Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam.

Menurut istilah syar’i, manhaj ialah kaidah-kaidah & ketentuan-ketentuan yang digunakan bagi setiap pelajaran ilmiah melalui proses penelusuran (sanad) ilmu-ilmu Islam dengan alur riwayat yang benar yang bersambung sampai kepada Nabi Muhammad. Mulai dari ulama generasi sekarang, para ulama terdahulu, para tabiut tabiin, para tabiin, para sahabat, hingga akhirnya tersambung kepada Rasulullah.
Dengan begitu, manhaj yang tepat akan mengantarkan seorang Muslim kepada tuntunan yang benar tentang ibadah, muamalah, dan akhlak. Jika seseorang belajar agama tidak didasari dengan manhaj (sanad) yang tepat, maka praktik beragamanya pun akan keliru. Seperi kaidah-kaidah bahasa arab, ushul ‘aqidah, ushul fiqih, & ushul tafsir. Dimana dengan ilmu-ilmu ini pembelajaran dalam islam beserta pokok-pokoknya menjadi teratur & benar. Dan manhaj yang benar adalah jalan hidup yang lurus & terang dalam beragama menurut pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.