Conflict Management is a process of managing conflict by developing a number of strategies carried out by conflicting parties so as to obtain the desired resolution.
Manajemen Konflik adalah sebuah proses mengelola konflik dengan menyusun sejumlah strategi yang dilakukan oleh pihak-pihak berkonflik sehingga mendapatkan resolusi yang diinginkan.
Conflict in Process
Conflict is the existence of two conflicting groups either openly or latent (closed). Conflict is sometimes a very necessary thing in an organization. Of course conflict can stimulate change in organizations and can help organizations to continuously learn (learning), but not all conflicts will create positive change. The only conflict capable of stimulating change is what is commonly called functional conflict. Here a leader/manager/leader.
assume that staff/employees/subordinates are passive, lazy, have no ambition to progress, are afraid of taking responsibility, only start working after receiving a warning from their superiors, opinions like this should be reviewed by all superiors or leaders, because there is one opinion management experts, especially Human Resources management "There is not a single staff person who is stupid, but the stupid one is the HR manager himself", because if the human resources are placed according to their competence or expertise, then the true capabilities of that person. Indeed, staff or subordinates have various characteristics and competencies. Leaders must be observant in assessing subordinates or staff in the organization, those staff or subordinates in carrying out the work given by their superiors have characteristics as we often see in an organization, there are subordinates who have the ability but don't have the will to work, what's even worse there are subordinates who don't have the ability and don't even have the will to work, there are those who can't but don't have the will to work, but there are also those employees who are able and even have the will to work. All of that depends on the approach of the leaders or managers in managing the available human resources.
Konflik adalah adanya dua kelompok yang saling bertentangan baik secara terbuka maupun latent (tertutup). Konflik itu kadang-kadang merupakan suatu yang sangat perlu dalam suatu organisasi. Tentu saja konflik yang dapat merangsang perubahan dalam organisasi dan dapat menolong organisasi untuk secara terus menerus belajar (learning), namun tidak semua konflik akan menciptakan perubahan yang positif. Konflik yang mampu merangsang perubahan hanyalah konflik yang lazim disebut konflik fungsional. Disini seorang leader/manager/pemimpin.
Beranggapan bahwa staf/pegawai/bawahan itu adalah orang yang pasif, malas, tidak berambisi untuk maju, takut memikul tanggung jawab, baru bekerja setelah ada peringatan dari atasan, pendapat seperti ini sebaiknya ditinjau kembali oleh semua atasan atau pemimpin, karena ada satu pendapat para ahli managemen terutama managemen Sumber Daya Manusia”Tidak ada satu orang staf pun yang bodoh, tetapi yang bodoh itu adalah manager pengelola SDM nya itu sendiri”, karena jika sumber daya manusia tersebut ditempatkan sesuai dengan kompetensinya atau keahliannya, maka akan terlihatlah kemampuan yang sebenarnya dari orang tersebut. Memang staf atau bawahan memiliki bermacam-macam karakteristik dan kompetensi. Pemimpin harus jeli dalam menilai para bawahan atau staf dalam organisasi, staf atau bawahan itu dalam melaksanakan pekerjaan yang di berikan oleh atasannya memiliki karakteristik seperti yang sering kita lihat dalam suatu organisasi, ada bawahan yang memiliki kemampuan tapi tidak memiliki kemauan untuk bekerja, yang parah lagi ada bawahan yang tidak memiliki kemampuan bahkan dibarengi tidak memiliki kemauan untuk bekerja, ada yang tidak mampu namun juga dibarengi tidak ada kemauan untuk bekerja, tetapi ada juga karyawan itu yang mampu bahkan dibarengi adanya kemauan untuk bekerja. Kesemua itu tergantung pendekatan para pimpinan atau manager dalam mengelola sumber daya manusia yang tersedia.
Politics is good depending on who holds it
Honesty Is The Currency That Applies All Over The World
People have negative views about politics, the proper and correct use of political behavior can achieve organizational goals, because politics is a natural process for resolving differences between organizational interest groups.
Political behavior can be a positive or negative force in an organization, depending on who holds the power. Conditions of conflict in dynamic implementation are natural, within an organization, and politics is a mechanism to achieve things that cannot be handled only through formal policies.
Some Tactics are ethical ways aimed at asserting a leader's influence over his subordinates and his sphere of power.
1. Appeal to A Higher Purpose (appeal to a higher vision or purpose)
2. Use Rational Persuasion (use rational persuasion)
3. Help People Like You (help people to like you)
4. Rely on The Rule of Reciprocity (rely on the rule of reciprocity)
5. Develop Allies (develop allies)
6. Ask For What You Want (ask for what you want)
Kejujuran Adalah Mata Uang Yang Berlaku di Seluruh Dunia
Taktik Politik dalam OrganisasiTaktik politik yaitu proses dimana individu atau kelompok menggunkan taktik-taktik kekuasaan yangdibentuk secara non-formal utnuk mencapai tujuannya sendiri. Etika Taktik PolitikPengaruh taktik politik terhadap hubungan-hubungan yang ada di dalam organisasi:
1. Utilitas tujuan
2. Konsistensi tindakan politik dengan hak moral
3. Kewajaran dan konsekuensi
4. Pengaruh pada perhatian
Menggunakan kekuasaan merupakan proses politik yang melibatkan kegiatan untuk mencapai target, mengembangkan, dan gunakan kekuasaan dan sumber daya lainnya untuk mencapai hasil sesuai rencana pada akhir periode yang telah disepakati, bila ada ketidakpastian pencapaian maka melaksanakan rencana B atau C
Para pemimpin yang kemampuan terampil dalam politik berusaha untuk memahami sudut pandang, kebutuhan, keinginan, dan tujuan orang lain, dan menggunakan pemahaman mereka untuk mempengaruhi orang agar bertindak sesuai cara yang dapat membantu pemimpin mencapai tujuan (Tim / organisasi)
Walaupun banyak orang berpandangan negatif tentang politik, namun penggunaan yang tepat dan benar dari perilaku politik dapat mencapai tujuan organisasi, sebab politik adalah proses alami untuk menyelesaikan perbedaan di antara kelompok kepentingan organisasi.
Perilaku politik dapat menjadi kekuatan positif atau negatif dalam sebuah organisasi, tergantung di tangan siapa pemegang kekuasaan. Terjadi Kondisi konflik dalam implementasibyang dinamis adalah wajar, dalam satu organisasi, dan politik merupakan salah satu mekanisme untuk mencapai hal-hal yang tidak dapat ditangani hanya melalui kebijakan formal.
Beberapa Taktik merupakan cara yang etis bertujuan untuk menegaskan pengaruh seorang pemimpin kepada bawahannya dan lingkup kekuasaannya.
1. Appeal to A Higher Purpose (daya tarik untuk visi atau tujuan yang lebih tinggi)
2. Use Rational Persuasion (gunakan persuasi rasional)
3. Help People Like You (bantu orang untuk menyukai Anda)
4. Rely on The Rule of Reciprocity (mengandalkan aturan timbal balik)
5. Develop Allies (mengembangkan sekutu)
6. Ask For What You Want (meminta apa yang Anda inginkan)
Disguise
This is the camouflage (disguise) of the most formidable predators carried out by bees
Camouflage which is inversely proportional to politicians who often disguise themselves as docile sheep and are kind but at heart like wild wolves who are very hungry, wolves who at any time peek at opportunities to steal people's money!!! Politicians always make grandiose promises, lull them with beautiful words to deceive and finally steal people's rights.
There are so many wolves who disguise themselves in religious robes but end up in hotels free of state institutions!!! There is also a wolf that looks very kind and polite, really like a docile sheep but ends the same. And in recent years, it's not only male wolves who are so greedy and savage to steal people's money, there are also many female wolves who have stayed at the Prodeo Hotel.
If we look at the vision and mission of the two, it can be seen that both are very, very good. Both of them look so eager to prosper the people. Is that right? Not necessarily. There are those who really sincerely want to serve and work for the people, and there are also those who "TO BE VIEWED" want to serve and work for the welfare of the people.
How can we know which ones are sincere and intend to prosper the people?
Inilah kamuflase (penyamaran) dari pemangsa paling hebat yang dilakukan oleh lebah
Kamuflase yang sangat berbanding terbalik dengan para politikus yang sering menyamar seperti domba jinak nan baik budi tapi berhati seperti srigala buas yang sangat kelaparan, srigala yang setiap saat mengintip kesempatan untuk mencuri uang rakyat!!! Politikus selalu berjanji yang muluk muluk, membuai dengan kata kata nan indah untuk mengelabui dan terakhir mencuri hak rakyat.
Begitu banyaknya srigala itu yang menyamar memakai jubah keagamaan tapi berakhir di Hotel prodeo institusi negara !!! Srigala yang bertampang sangat baik dan santun juga ada, benar benar seperti domba jinak tapi berakhir sama. Dan beberapa tahun belakangan bukan hanya srigala jantan saja yang begitu rakus dan buas mencuri uang rakyat, banyak juga srigala betina yang sudah menginap di Hotel Prodeo.
Jika kita melihat visi dan misinya dari keduanya kelihatan bahwa keduanya sangat dan amat baik. Keduanya terlihat begitu ingin mensejahterakan rakyat. Apakah benar demikian? Belum tentu. Ada yang benar benar tulus ingin berbakti dan bekerja untuk rakyat dan ada juga yang "SUPAYA TERLIHAT" ingin berbakti dan bekerja untuk kesejahteraan rakyat.
Bagaimana caranya supaya kita tahu mana yang tulus dan berniat mensejahterakan rakyat?
Assassination of Character
Assassination of character or damage to reputation are attempts to tarnish one’s reputation. These actions can include exaggeration or manipulation of facts to convey an unfair image of the person it is intended for.
Pembunuhan karakter atau perusakan reputasi adalah usaha-usaha sebagai mencoreng reputasi seseorang. Tindakan ini mampu meliputi pernyataan yang melebih-lebihkan atau manipulasi fakta sebagai memberikan citra yang tidak adil tentang orang yang dituju.