Everything is beautiful when given the original work of your own. Since the beginning of our school until the end of Postgraduate, we are proud to have achieved it because we were given an original certificate according to maximum learning outcomes. Until we work and have a family, given genuine love, the result is a halal living. Honesty is sweet, when there are human beings who dare to give false grace to the world. What's wrong with parents and teachers when giving education. Or it is wrong to provide nutrition because it comes from a living that is not rightfully theirs. Maybe the parents broke God's rules when feeding their children. One house maid alone has a diploma. Am I not ashamed to pin evidence that is not his. Cultivate shame in your heart and in front of the mirror. we graduate not to show off our Toga, this ceremonial is similar to when we give consent before God. One day as an official of our country, calmly show good achievements for this country in front of your people. Proud of being able to manage the homeland because of ability not because of the system behind it that helps. The decision of a leader will be greatly felt by the people because the benefits are none other than that. Only proud of the sheer power and material world. Don't be proud if you are in power because of stealth power, choose your career because it was chosen by the people so that you are trusted as number one. Remember that time is in power, your favors today will be accounted for, which are processed by angels, not man-made institutions. Enjoy your work !!!
Semuanya indah ketika diberikan karya asli Anda sendiri. Sejak awal kami sekolah sampai akhir Pascasarjana, kami bangga telah mencapainya karena kami diberikan sertifikat asli sesuai dengan hasil belajar yang maksimal. Sampai kita bekerja dan berkeluarga, diberi cinta yang tulus, hasilnya adalah hidup yang halal. Kejujuran itu manis, ketika ada manusia yang berani memberikan anugerah palsu pada dunia. Apa salahnya orang tua dan guru saat memberikan pendidikan. Atau salah memberikan nutrisi karena berasal dari nafkah yang bukan haknya. Mungkin orang tua melanggar aturan Tuhan saat memberi makan anak-anak mereka. Seorang pembantu rumah tangga saja memiliki ijazah. Apakah saya tidak malu menyematkan bukti yang bukan miliknya. Tanamkan rasa malu di dalam hati dan di depan cermin. kita lulus bukan untuk memamerkan Toga kita, upacara ini mirip dengan saat kita memberikan persetujuan di hadapan Tuhan. Suatu hari sebagai pejabat negara kita, dengan tenang tunjukkan prestasi yang baik untuk negara ini di depan rakyat Anda. Bangga bisa mengelola NKRI karena kemampuannya bukan karena sistem dibaliknya yang membantu. Keputusan seorang pemimpin akan sangat dirasakan oleh rakyat karena manfaatnya tidak lain adalah. Hanya bangga dengan kekuatan belaka dan dunia material. Jangan bangga jika berkuasa karena kekuatan siluman, pilihlah karirmu karena dipilih oleh rakyat agar dipercaya sebagai orang nomor satu. Ingatlah waktu yang berkuasa, nikmatmu hari ini yang akan diperhitungkan, yang diproses malaikat, bukan lembaga buatan manusia. Nikmati pekerjaan Anda !!!
Flow chart
life flow :
Born
Know
Study
Working
grab
Enjoyment
In the end, accountability to God is processed by angels.
Will meet Rasulullah.
Flow hidup :
Lahir
Kenal
Belajar
Bekerja
Raih
Nikmat
Ujungnya pertanggung jawaban kepada Illahi di proses oleh Malaikat.
Akan bertemu Rosulullah.
Nightmare

Causes of people having nightmares:
1. Stress.
2. Mental disorders.
3. Lack of sleep.
4. Effect of drugs.
5. Consumption of alcohol.
6. Past Dream Experience.
The therapist:
Image rehearsal therapy, Hypnosis, Progressive muscle relaxation, Lucid Dreaming Therapy
Penyebabkan orang mengalami mimpi buruk:
1. Stres.
2. Gangguan mental.
3. Kurang Tidur.
4. Pengaruh obat.
5. Konsumsi Alkohol.
6. Pengalaman Mimpi masa lalu.
Terapisnya :
Image rehearsal therapy, Hipnosis, Relaksasi otot secara progresif, Lucid Dreaming Therapy
Mythomania / Lying
The definition of lying is;
- Telling things that are not in accordance with the facts, whether intentional or not.
- Manipulation of information, behavior and self-image that is deliberately carried out with the aim of leading others to conclusions or beliefs that are not true.
Several factors cause someone to lie;
Avoid punishment.
Want to get a reward
Protect others from punishment.
To be admired by others
Get yourself out of awkward situations.
Avoid embarrassment.
However, there are different types of lying in which the lying behavior is compulsive, impulsive and out of control. In other words, this behavior has become a habit even in normal situations that actually can be passed without having to lie. Lying behavior like this is called pathological lying or mythomania.
Mythomania is a condition in which the sufferer has a habit of lying without a specific purpose continuously and for a long period of time. In other terms, mythomania is referred to as pathological lying or pseudologia fantastica. Diagnostic and Statistical Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) explains that mythomania is not classified as a mental disorder but is only a symptom or symptom of anti-social personality disorder.
Differences between Mythomania and Ordinary Lies
Regular liars have reasons to lie. Meanwhile, people with mythomania will still lie even though the lies they tell do not provide any benefit at all. Common lies are about achievements, feelings, social life, age, income, and so on. In contrast to sufferers of mythomania whose lies are fantasy in nature where the sufferer will combine their fantasies with facts. Sufferers of mythomania often tell other people’s experiences and make it seem as if the experience is their own. The sufferer of mythomania also knows that this action can damage his reputation and even endanger himself, but he still does it. For example, he always says that he has a terminal illness to get sympathy when in reality he is fine. When his lies are exposed, this can make him lose the trust of others.
Get to know Mythomania. Some of the characteristics of mythomania:
His lie seemed to have no particular advantage.
The stories told are usually dramatic, complex, and detailed.
They usually describe themselves as heroes or victims.
They seemed convinced and believed that the lie had really happened.
Definisi Kebohongan adalah;
1. Menceritakan hal yang tidak sesuai fakta baik disengaja maupun tidak.
2. Manipulasi informasi, perilaku, dan gambaran diri yang sengaja dilakukan dengan tujuan mengarahkan orang lain pada kesimpulan atau kepercayaan yang tidak benar.
Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berbohong;
Menghindari hukuman.
Ingin mendapatkan reward
Melindungi orang lain dari hukuman.
Supaya dikagumi orang lain
Mengeluarkan diri dari situasi canggung.
Menghindari rasa malu.
Namun, terdapat jenis kebohongan yang berbeda di mana perilaku berbohong ini bersifat kompulsif, impulsif, dan tidak terkendali. Dengan kata lain, perilaku tersebut sudah menjadi suatu kebiasaan bahkan dalam situasi normal yang sebenarnya bisa dilalui tanpa harus berbohong. Perilaku berbohong yang seperti ini disebut bohong patologis atau mythomania.
Mythomania merupakan suatu kondisi di mana penderitanya memiliki kebiasaan berbohong tanpa tujuan tertentu secara terus menerus serta dalam jangka waktu yang lama. Dalam istilah lain, mythomania disebut sebagai bohong patologis atau pseudologia fantastica. Diagnostic and Statistical Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) menjelaskan bahwa mythomania tidak termasuk ke dalam gangguan mental melainkan hanya simptom atau gejala dari gangguan kepribadian anti-sosial.
Perbedaan Mythomania dengan Kebohongan Biasa
Pembohong biasa memiliki alasan untuk berbohong. Sedangkan penderita mythomania akan tetap berbohong meskipun kebohongan yang ia ceritakan tidak memberikan keuntungan sama sekali. Kebohongan biasa umumnya tentang pencapaian, perasaan, kehidupan sosial, usia, pendapatan, dan sebagainya. Berbeda dengan penderita mythomania yang kebohongannya bersifat fantasi dimana penderitanya akan menggabungkan khayalannya dengan fakta. Penderita mythomania sering menceritakan pengalaman orang lain dan menjadikannya seolah-olah pengalaman itu adalah miliknya. Penderita mythomania juga mengetahui bahwa tindakan tersebut dapat merusak reputasi bahkan membahayakan dirinya sendiri, tetapi ia tetap melakukannya. Misalnya, ia selalu mengatakan bahwa dirinya mengidap penyakit mematikan demi mendapatkan simpati padahal pada kenyataannya ia baik-baik saja. Ketika kebohongannya terungkap, hal ini dapat membuat ia kehilangan kepercayaan dari orang lain.
Mengenali Mythomania. Beberapa karakteristik mythomania:
Kebohongannya tampak tidak memiliki keuntungan khusus.
Kisah yang diceritakan biasanya bersifat dramatis, rumit, dan detail.
Mereka biasanya menggambarkan diri sebagai pahlawan atau korban.
Mereka tampak yakin dan percaya bahwa kebohongannya benar-benar terjadi.
The Great War against Personal Passions
In the journey of life, everyone is not devoid of opponents that confront them. The intended opponent or enemy is something that becomes an obstacle and frustrates the goal. Enemies come from all directions, even from ourselves. Enemies that come from yourself are even more difficult to conquer.
The war against lust is stated to be heavier than the war against physical enemies. Physical war, the enemy is clear, both in terms of the number and strength of the weapons. Even enemy tactics and strategies, though not easy. It can still be learned and conquered. It is different, if the enemy is yourself. The enemy in question is difficult to identify and not easy to conquer.
Anyone without exception, educated at any level, comes from any social strata, any age, and any background, is very likely to be defeated by his own desires. Therefore, a person wins against enemies who come from outside, but cannot move when he has to fight enemies or passions that are within himself. That's why, everyone's worst enemy is the one who comes from himself.
Dalam perjalanan hidup tiap orang ternyata tidak sepi dari lawan yang menghadang. Lawan atau Musuh yang dimaksudkan adalah sesuatu yang jadi kendala dan menggagalkan untuk mencapai tujuan. Musuhnya datang dari berbagai arah, bahkan dari diri sendiri. Musuh yang datang dari diri sendiri ternyata justru lebih sulit ditaklukan.
Perang melawan hawa nafsu dinyatakan lebih berat dibanding perang melawan musuh secara fisik. Perang fisik, musuhnya jelas, baik menyangkut jumlah maupun kekuatan persenjataannya. Bahkan taktik dan stretagi musuh, sekalipun tidak mudah. Masih dapat dipelajari dan ditaklukan. Hal itu berbeda, bila musuh tersebut adalah diri sendiri. Musuh yang dimaksudkan justru sulit dikenali dan tidak mudah ditaklukkannya.
Siapa saja tanpa terkecuali, berpendidikan pada jenjang apa saja, berasal dari strata sosial manapun, umur berapa saja, dan berlatar belakang apapun, sangat berkemungkinan dikalahkan oleh hawa nafsunya sendiri. Oleh karena itu, seseorang menang melawan musuh yang datang dari luar, tetapi tidak dapat berkutik ketika harus melawan musuh atau hawa nafsu yang ada pada dirinya sendiri. Itu sebabnya, musuh terberat bagi setiap orang adalah yang datang dari dirinya sendiri.