The definition of lying is;
- Telling things that are not in accordance with the facts, whether intentional or not.
- Manipulation of information, behavior and self-image that is deliberately carried out with the aim of leading others to conclusions or beliefs that are not true.
Several factors cause someone to lie;
Avoid punishment.
Want to get a reward
Protect others from punishment.
To be admired by others
Get yourself out of awkward situations.
Avoid embarrassment.
However, there are different types of lying in which the lying behavior is compulsive, impulsive and out of control. In other words, this behavior has become a habit even in normal situations that actually can be passed without having to lie. Lying behavior like this is called pathological lying or mythomania.
Mythomania is a condition in which the sufferer has a habit of lying without a specific purpose continuously and for a long period of time. In other terms, mythomania is referred to as pathological lying or pseudologia fantastica. Diagnostic and Statistical Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) explains that mythomania is not classified as a mental disorder but is only a symptom or symptom of anti-social personality disorder.
Differences between Mythomania and Ordinary Lies
Regular liars have reasons to lie. Meanwhile, people with mythomania will still lie even though the lies they tell do not provide any benefit at all. Common lies are about achievements, feelings, social life, age, income, and so on. In contrast to sufferers of mythomania whose lies are fantasy in nature where the sufferer will combine their fantasies with facts. Sufferers of mythomania often tell other people’s experiences and make it seem as if the experience is their own. The sufferer of mythomania also knows that this action can damage his reputation and even endanger himself, but he still does it. For example, he always says that he has a terminal illness to get sympathy when in reality he is fine. When his lies are exposed, this can make him lose the trust of others.
Get to know Mythomania. Some of the characteristics of mythomania:
His lie seemed to have no particular advantage.
The stories told are usually dramatic, complex, and detailed.
They usually describe themselves as heroes or victims.
They seemed convinced and believed that the lie had really happened.
Definisi Kebohongan adalah;
1. Menceritakan hal yang tidak sesuai fakta baik disengaja maupun tidak.
2. Manipulasi informasi, perilaku, dan gambaran diri yang sengaja dilakukan dengan tujuan mengarahkan orang lain pada kesimpulan atau kepercayaan yang tidak benar.
Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berbohong;
Menghindari hukuman.
Ingin mendapatkan reward
Melindungi orang lain dari hukuman.
Supaya dikagumi orang lain
Mengeluarkan diri dari situasi canggung.
Menghindari rasa malu.
Namun, terdapat jenis kebohongan yang berbeda di mana perilaku berbohong ini bersifat kompulsif, impulsif, dan tidak terkendali. Dengan kata lain, perilaku tersebut sudah menjadi suatu kebiasaan bahkan dalam situasi normal yang sebenarnya bisa dilalui tanpa harus berbohong. Perilaku berbohong yang seperti ini disebut bohong patologis atau mythomania.
Mythomania merupakan suatu kondisi di mana penderitanya memiliki kebiasaan berbohong tanpa tujuan tertentu secara terus menerus serta dalam jangka waktu yang lama. Dalam istilah lain, mythomania disebut sebagai bohong patologis atau pseudologia fantastica. Diagnostic and Statistical Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) menjelaskan bahwa mythomania tidak termasuk ke dalam gangguan mental melainkan hanya simptom atau gejala dari gangguan kepribadian anti-sosial.
Perbedaan Mythomania dengan Kebohongan Biasa
Pembohong biasa memiliki alasan untuk berbohong. Sedangkan penderita mythomania akan tetap berbohong meskipun kebohongan yang ia ceritakan tidak memberikan keuntungan sama sekali. Kebohongan biasa umumnya tentang pencapaian, perasaan, kehidupan sosial, usia, pendapatan, dan sebagainya. Berbeda dengan penderita mythomania yang kebohongannya bersifat fantasi dimana penderitanya akan menggabungkan khayalannya dengan fakta. Penderita mythomania sering menceritakan pengalaman orang lain dan menjadikannya seolah-olah pengalaman itu adalah miliknya. Penderita mythomania juga mengetahui bahwa tindakan tersebut dapat merusak reputasi bahkan membahayakan dirinya sendiri, tetapi ia tetap melakukannya. Misalnya, ia selalu mengatakan bahwa dirinya mengidap penyakit mematikan demi mendapatkan simpati padahal pada kenyataannya ia baik-baik saja. Ketika kebohongannya terungkap, hal ini dapat membuat ia kehilangan kepercayaan dari orang lain.
Mengenali Mythomania. Beberapa karakteristik mythomania:
Kebohongannya tampak tidak memiliki keuntungan khusus.
Kisah yang diceritakan biasanya bersifat dramatis, rumit, dan detail.
Mereka biasanya menggambarkan diri sebagai pahlawan atau korban.
Mereka tampak yakin dan percaya bahwa kebohongannya benar-benar terjadi.