G C G

Good Corporate Governance (GCG) is the principle of good corporate governance, which is built to create stakeholder trust in the company. This principle is taken from good governance or clean and transparent governance. GCG is believed to be the best practice in a market economy system to encourage fair competition and a conducive business climate. This practice is also directed at supporting economic stability and growth. The GCG General Guidelines are not binding legal rules, but ethics that are a reference for all companies
business in doing business well.
three main pillars, namely:

The state as the maker of laws and regulations and law enforcers to support a healthy, efficient and transparent business climate.

The business world as a market player implements GCG as a basic guideline for running a company.

Communities as users of products/services and parties affected by the existence of the company play a role in carrying out social control objectively.

Transparency

The company must provide information that is relevant and easily accessible and understood by stakeholders, including important matters for decision making by shareholders, creditors and other stakeholders. The main guidelines for transparency include:

Companies must provide information in a timely, adequate, clear, accurate and comparable manner and easily accessible to stakeholders.

Information that must be disclosed includes the company's vision, mission, business objectives and strategy, financial condition, management composition and compensation, controlling shareholder, share ownership, risk management system, monitoring and internal control system, GCG implementation system, as well as important events that affect the condition company.

The principle of openness adopted by the company does not reduce the obligation to comply with the provisions of corporate confidentiality in accordance with laws and regulations, professional secrets and personal rights.

Company policies must be written and proportionately communicated to stakeholders.

Accountability

Companies must be able to account for performance in a transparent and fair manner. Company management is directed at achieving organizational goals while taking into account the interests of shareholders and other stakeholders. The main guidelines are:

Determination of detailed duties and responsibilities of each company organ and all employees clearly and in line with the company's vision, mission, values and strategy.

Believing that all company organs and all employees have the ability in accordance with their duties, responsibilities and roles in implementing GCG.

Ensuring the existence of an effective internal control system in managing the company.

Ownership of performance measures for all levels of the company that are consistent with the company's goals, and has a system of rewards and punishments.

Every organ of the company and all employees must adhere to the agreed business ethics and code of conduct.

Responsibility

Companies must comply with laws and regulations and carry out community and environmental responsibilities to support long-term business continuity while at the same time receiving recognition as a good corporate citizen.

Independence

To carry out GCG, the company must be managed independently so that each organ of the company does not dominate the other nor is it interfered with by other parties.

Fairness and equality

In carrying out its activities, companies must pay attention to the interests of shareholders and other stakeholders based on the principles of fairness and equality

Fair recruitment supports the practice of Good Corporate Governance. The key to fair recruitment is avoiding bias due to recruiter subjectivity.


Good Corporate Governance (GCG) merupakan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yang dibangun untuk menciptakan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap perusahaan. Prinsip ini diambil dari good governance atau pemerintahan yang bersih dan transparan. GCG diyakini sebagai praktik terbaik dalam sistem ekonomi pasar untuk mendorong persaingan yang sehat dan iklim usaha yang kondusif. Praktik ini juga diarahkan untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Pedoman Umum GCG bukanlah aturan hukum yang mengikat, melainkan etika yang menjadi acuan bagi seluruh perusahaan
bisnis dalam menjalankan bisnis dengan baik.
tiga pilar utama, yaitu:

Negara sebagai pembuat peraturan perundang-undangan dan penegak hukum untuk mendukung iklim usaha yang sehat, efisien dan transparan.

Dunia usaha sebagai pelaku pasar menerapkan GCG sebagai pedoman dasar dalam menjalankan perusahaan.

Masyarakat sebagai pengguna produk/jasa dan pihak yang terkena dampak keberadaan perusahaan berperan dalam melakukan kontrol sosial secara obyektif.

Transparansi

Perusahaan harus menyediakan informasi yang relevan dan mudah diakses serta dipahami oleh pemangku kepentingan, termasuk hal-hal penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya. Pedoman utama untuk transparansi meliputi:

Perusahaan harus memberikan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat, dan dapat dibandingkan serta mudah diakses oleh pemangku kepentingan.

Informasi yang wajib diungkapkan antara lain visi, misi, tujuan dan strategi bisnis perusahaan, kondisi keuangan, susunan dan kompensasi manajemen, pemegang saham pengendali, kepemilikan saham, sistem manajemen risiko, sistem pemantauan dan pengendalian internal, sistem penerapan GCG, serta peristiwa penting yang mempengaruhi kondisi perusahaan.

Asas keterbukaan yang dianut perusahaan tidak mengurangi kewajiban untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, rahasia profesi dan hak-hak pribadi.

Kebijakan perusahaan harus tertulis dan dikomunikasikan secara proporsional kepada pemangku kepentingan.

Akuntabilitas

Perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerja secara transparan dan wajar. Pengelolaan perusahaan diarahkan pada pencapaian tujuan organisasi dengan tetap mempertimbangkan kepentingan pemegang saham dan stakeholder lain. Pedoman pokoknya adalah:

Penetapan rincian tugas dan tanggung jawab setiap organ perusahaan dan seluruh karyawan secara jelas dan selaras dengan visi, misi, nilai-nilai perusahaan, dan strategi perusahaan.

Meyakini bahwa semua organ perusahaan dan semua karyawan mempunyai kemampuan sesuai dengan tugas, tanggung jawab, dan perannya dalam pelaksanaan GCG.

Kepastian adanya sistem pengendalian internal yang efektif dalam pengelolaan perusahaan.

Kepemilikan ukuran kinerja untuk semua jajaran perusahaan yang konsisten dengan sasaran perusahaan, serta memiliki sistem reward and punishment.

Setiap organ perusahaan dan semua karyawan harus berpegang pada etika bisnis dan pedoman perilaku yang telah disepakati.

Tanggung jawab

Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta menjalankan tanggung jawab masyarakat dan lingkungan untuk mendukung kesinambungan usaha jangka panjang sekaligus mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen. 

Independensi

Untuk menjalankan GCG, perusahaan harus dikelola secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak pula diintervensi oleh pihak lain.

Kewajaran dan kesetaraan

Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan harus memperhatikan kepentingan pemegang saham dan stakeholder lain berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan

Rekrutmen yang adil mendukung praktik Good Corporate Governance. Kunci dari rekrutmen adil adalah menghindari bias akibat subjektivitas perekrut.

Satire

Some people are not loyal to you, they are loyal to their needs which depend on you. As their needs change, so do their loyalties.

A true friend is someone who won't walk out when your life is hard. They should pour coffee and pull out chairs for you.*

I decided to put all my effort into contacting you, and you didn't do the same. That's why we never spoke again.

Beberapa orang tidak setia kepada Anda, mereka setia pada kebutuhan mereka yang bergantung pada Anda. Saat kebutuhan mereka berubah, begitu pula loyalitas mereka.

Teman sejati adalah seseorang yang tidak akan pergi saat hidupmu sulit. Mereka harus menuangkan kopi dan mengeluarkan kursi untuk Anda.

Saya memutuskan untuk mengerahkan seluruh upaya saya untuk menghubungi Anda, dan Anda tidak melakukan hal yang sama. Itu sebabnya kami tidak pernah berbicara lagi.

Never Shame.

Water and salt feel cheap, but remember! Pretentiously, elite luxury cuisine is useless without these two elements. Life is impossible to be complete with a good life without pleasure. Because, the measure of happiness for creatures lies in how much God's pleasure you feel.
Likewise, as great as the richest people on earth are meaningless without the poor. Material life needs to be owned but without manners, you are just a useless, tasteless human! Throw away your pride, humans never respect your material arrogance. Changed because intentions are not material, your intentions are nobler! Arrogant is the right of Allah, not yours, creatures. People never know shame.


Air dan garam terasa murahan, tapi ingat! Kokoh, masakan mewah elit tidak berguna tanpa kedua elemen ini. Hidup tidak mungkin lengkap dengan kehidupan yang baik tanpa kesenangan. Sebab, ukuran kebahagiaan bagi makhluk terletak pada seberapa besar nikmat Allah yang kamu rasakan.
Demikian juga, sehebat-hebatnya orang terkaya di muka bumi tidak ada artinya tanpa adanya orang miskin. Kehidupan materi perlu dimiliki tetapi tanpa adab, Anda hanyalah manusia yang tidak berguna dan tidak berasa! Buanglah harga dirimu, manusia tidak pernah menghargai kesombongan materimu. Berubah karena niat bukan materi, niatmu lebih mulia! *Sombong itu hak Allah,* bukan hakmu, makhluk. Orang tidak pernah tahu malu.

The Psychology of Literature

Psychology means studying things about psychology, Literature is a field of science that studies works of art in terms of writing. When combined, the psychology of literature can be interpreted as a science that explores and examines literary works from a psychological point of view. Literary psychology has 4 meanings:
1. The author’s psychology is used as a person.
2. Study the creative process.
3. Study of types and laws in psychology applied in a literary work.
4. The impact of literature on readers.

Psikologi berarti mempelajari hal-hal mengenai ilmu kejiwaaan, Sastra merupakan bidang ilmu yang mempelajari karya seni dalam hal tulis menulis. Jika digabungkan maka psikologi sastra dapat diartikan sebagai ilmu yang mendalami serta mengkaji karya sastra jika dilihat dari sudut kejiwaannya. Psikologi sastra memiliki 4 pengertian:
1. Ilmu psikologi pengarang yang dijadikan sebagai pribadi.
2.Studi proses kekreatifan.
3. Studi tipe serta hukum hukum dalam psikologi yang diterapkan dalam sebuah karya sastra.
4. Dampak dari sastra kepada para pembaca.

Sensitive to Feelings

To be sensitive to feelings. To cultivate a sensitive nature within you, you can do / pay attention to the following:

1. Pay attention to other people's body language and expressions
Indirectly body language and expressions reflect one's heart and mind. So, you have to pay more attention to it. Notice how someone talks, how their expressions change and their gestures. Each signal can reveal a person's feelings.
2. Listening to other people's stories
When someone is sharing a story with you, don't rush to cut it off or even ignore it. Be a good listener so you can feel someone's emotions, that way you will be more sensitive and more empathetic.
3. Train your intuition
Everyone must have intuition or a hunch, this is a kind of conscience that naturally exists within us. Hunches make us use our senses in a variety of ways, including letting someone know certain things offhand, without any logical explanation. Sometimes, this feeling encourages a person to do things that are not usually done.
4. Care more about the people around you
Don't wait for other people to share with you, but you must be more active and show your concern for them. If you see someone in trouble, at least ask what you can help. Showing your concern for others is also a way to train yourself to be more sensitive.
5. Often helps others
You have to be ready to help the people around you, maybe there's something you can do for them even though it's very simple. Besides being meaningful to others, you will also be trained to be more sensitive to the needs of others.

Agar memiliki sifat peka terhadap perasaan. Untuk menumbuhkan sifat peka dalam dirimu,  bisa melakukan / memperhtikan hal berikur ini :
1. Perhatikan bahasa tubuh dan ekspresi orang lain
Secara tidak langsung bahasa tubuh dan ekspresi mencerminkan isi hati dan pikiran seseorang. Jadi, kamu harus lebih jeli memerhatikannya. Perhatikan bagaimana seseorang berbicara, bagaimana perubaan ekspresinya dan gerak tubuhnya. Masing-masing sinyal bisa mengungkap perasaan seseorang.
2. Mendengarkan curhat orang lain
Saat seseorang sedang berbagi cerita denganmu, jangan terburu-buru untuk memotong atau malah mengabaikannya. Jadilah pendengar yang baik agar kamu bisa merasakan emosi seseorang, dengan begitu kamu akan lebih peka dan lebih bisa berempati.
3. Latih intuisimu
Setiap orang pasti memiliki intuisi atau firasat, ini sejenis kata hati yang secara alami ada dalam diri kita. Firasat membuat kita menggunakan indera dengan berbagai cara, termasuk membuat seseorang mengetahui hal-hal tertentu begitu saja, tanpa penjelasan logis. Terkadang, perasaan ini mendorong seseorang untuk melakukan hal yang tak biasa dilakukannya.

4. Lebih peduli terhadap orang di sekitarmu
Jangan menunggu orang lain untuk berbagi denganmu, tetapi kamu yang harus lebih aktif dan menunjukkan kepedulianmu pada mereka. Jika kamu melihat seorang kesusahan, setidaknya tanyakan apa yang bisa kamu bantu. Memperlihatkan kepedulianmu pada orang lain juga termasuk cara melatih diri agar lebih peka.
5. Sering membantu orang lain
Kamu harus siap menolong orang-orang yang ada di sekitarmu, barangkali ada sesutu yang bisa kamu lakukan untuk mereka walaupun itu sangat sederhana. Selain bermakna bagi orang lain, kamu juga akan semakin terlatih untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang lain.