"Don't think about worldly equipment: position, possessions, power or intelligence. Everything is temporary. Except life after death."
“In order, remember yourself”
Praise to self will change, because the situation and conditions have changed.
When we are above, even our Words of Trash will smell as fragrant as the Words of Wisdom, but even when we are below the Words of Wisdom no one wants to hear because they smell like trash
When We Fall it will be easy to recognize Good Friends and Traitors.
"When we are victorious... look for that good friend of yours... because usually he will hide and keep his distance."
Note: The above is commonplace and humane, when you are triumphant, whether because of wealth or position, then everyone will respect and be respectful, and indeed everything is not eternal, there is a time. We take the best wisdom.
Stay confident
Waktu Terus Berubah
"Jangan memikirkan perlengkapan duniawi: jabatan, harta, kekuasaan atau kecerdasan. Semuanya hanya sementara. Kecuali kehidupan setelah kematian."
“Agar, ingat dirimu sendiri”
Pujian pada diri sendiri akan berubah, karena situasi dan kondisi sudah berubah.
Saat kita berada di atas, Kata Kata Bijak kita pun akan tercium harumnya seperti Kata Bijak, namun saat kita berada di bawah Kata Bijak pun tidak ada yang mau mendengar karena baunya seperti sampah
Saat Kita Jatuh akan mudah mengenali Sahabat Baik dan Pengkhianat.
"Saat kita menang... cari teman baikmu itu... karena biasanya dia akan bersembunyi dan menjaga jarak."
Catatan : Hal diatas adalah hal yang lumrah dan manusiawi, ketika anda berjaya, entah karena harta atau jabatan, maka semua orang akan menghormati dan menghormati, dan memang semua itu tidak abadi, ada masanya. Kami mengambil kebijaksanaan terbaik.
Tetap percaya diri
Ethics toward teachers
Ethics toward teachers must be implemented when seeking knowledge:
Pray for goodness for teachers.
Reply kindness with kindness too...
Don't make noise in front of the teacher. ...
Respect the rights of teachers...
Humble yourself before the teacher. ...
Sit, ask, and listen well...
Be patient with teacher mistakes.
Etika/ Adab terhadap guru harus diterapkan saat menuntut ilmu:
Doakan kebaikan untuk para guru.
Balas kebaikan dengan kebaikan juga...
Jangan membuat keributan di depan guru. ...
Hormati hak guru...
Rendahkan dirimu di hadapan guru. ...
Duduk, bertanya, dan dengarkan baik-baik...
Bersabarlah dengan kesalahan guru.
Power
Power must always have limits. There must be someone to watch over the power so as not to get caught up in arbitrariness. Power must be made a trust so that it can be exercised honestly and correctly. Excessive power will certainly cause extraordinary harm. Power is a touchstone in holding a mandate so as to place someone in power in a position at the top of glory. Do not let power become a bridge to humiliation. Study history. Take wisdom from those who have. People who carry out the mandate of power in a proper and reasonable manner will undoubtedly use this period of power as a test gate that will measure themselves to become trustworthy people who are loved by their supporters. Rulers like this are listed in the pages of history written in golden ink that never dries. The saying is true: a tiger dies leaving stripes, an elephant dies leaving tusks, a human dies leaving a good name. Being a leader or ruler anywhere, always provides choices. Do you want to be a leader who is always remembered in history? Or become a person who is reviled at any time due to greed or tyranny shown while in power.
Kekuasaan pasti selalu ada batasnya. Harus ada yang mengawasi kekuasaan agar tidak terjebak dalam kesewenang-wenangan. Kekuasaan harus dijadikan amanah agar dapat dilaksanakan dengan jujur dan benar. Tenaga yang berlebihan tentu akan menimbulkan kerugian yang luar biasa. Kekuasaan merupakan batu ujian dalam memegang amanah sehingga menempatkan seseorang yang berkuasa pada posisi puncak kejayaan. Jangan biarkan kekuasaan menjadi jembatan menuju kehinaan. Pelajari sejarah. Ambil hikmah dari mereka yang punya. Orang-orang yang mengemban amanah kekuasaan secara tepat dan wajar niscaya akan menggunakan masa kekuasaan ini sebagai gerbang ujian yang akan mengukur dirinya menjadi orang-orang amanah yang dicintai pendukungnya. Penguasa seperti ini tercatat dalam lembaran sejarah yang ditulis dengan tinta emas yang tak pernah kering. Pepatah mengatakan benar: harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama baik. Menjadi pemimpin atau penguasa dimanapun, selalu memberikan pilihan. Apakah Anda ingin menjadi pemimpin yang selalu dikenang dalam sejarah? Atau menjadi orang yang setiap saat dicerca karena keserakahan atau kezaliman yang ditunjukkan saat berkuasa.
Reduce Economic Pressure in Everyday Life
The pressure in living everyday life is an economic problem. Using the wrong income, can make yourself feel depressed, due to financial conditions that continue to decline, while income never increases.
We learn to manage finances well from an early age. In order not to easily feel worried due to excessive spending. The solution is to reduce economic pressure by using income wisely.
How to reduce Economic Pressure in Everyday Life
1. Can distinguish which needs and which include desires
2. Always make a plan regarding expenditure and income of funds
3. Set up an emergency fund
4. Start learning to earn income from different sources
5. Diligently record expenses
Tekanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari adalah masalah ekonomi. Menggunakan penghasilan yang salah, bisa membuat diri Anda merasa tertekan, akibat kondisi keuangan yang terus merosot, sedangkan penghasilan tak kunjung bertambah.
Kita belajar mengelola keuangan dengan baik sejak dini. Agar tidak mudah merasa khawatir akibat pengeluaran yang berlebihan. Solusinya adalah mengurangi tekanan ekonomi dengan menggunakan pendapatan secara bijak.
Cara Mengurangi Tekanan Ekonomi Dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Dapat membedakan mana kebutuhan dan mana yang termasuk keinginan
2. Selalu buat rencana mengenai pengeluaran dan pemasukan dana
3. Siapkan dana darurat
4. Mulailah belajar mencari penghasilan dari berbagai sumber
5. Rajin mencatat pengeluaran
I rebelled and brained
The clock is still ticking
I was speechless unable to budge
Stand up or lie back down
Like dry wood
The clock is still ticking
I'm still lying still
Lamenting such fate led
Leading me to the center, until the head is dizzy
The clock is still ticking
I dared to rebel
I don't want to lie still anymore
Because I'm a creature with a brain