Coping Mechanism

Coping mechanism is a person’s way of dealing with or controlling stress.
Unhealthy coping mechanisms that can exacerbate stress: Excessive drinking, doing anything to excess, avoiding social activities, not exercising, thinking negatively about yourself

Coping mechanism adalah cara seseorang menghadapi atau mengendalikan stres.
coping mechanism tidak sehat yang bisa memperparah stres: Minum Alkohol Berlebihan, Melakukan Apapun Secara Berlebihan, Menghindari Aktivitas Sosial, tidak olah raga, Berpikir Negatif Terhadap Diri

Logic VS Feelings

Logic is the knowledge of the rules of thinking, logic, and reasonable ways of thinking.
While the feeling is the feel (taste) or the state of mind when facing (feeling) something.

Simply put, logic is something that makes sense and feelings are the heart's reaction to a situation.

Surely we ourselves know better how the situation relates logic to feelings.

Basically logic gives priority to concrete things, such as ways of thinking, analysis, observation, and something that reason might accept. Then, feelings basically put more emphasis on feelings, thoughts, and something that happens to the heart that is abstract in nature.

Even though the two are quite different in terms of understanding, that is precisely the relationship between the two. Humans live complementary and tolerant of each other, as well as logic and feelings.

Example; Sometimes feelings of hatred towards someone are very excessive. So that's where the role of logic comes in, where it has to be a reassurance that hate won't solve problems and won't make feelings calm.

On the other hand, there are times when logic gets tired, so it's hard to think clearly. So when logic is deadlocked, feelings will guide the mind and conscience.

The relationship between the two was born from differences that complement each other. Then, can we make sense of feelings? There are two possible definite answers, either 'Yes' or 'No'. Logic can indeed understand and provide the best way out when feelings feel something that is not logical.

Sometimes, not all things we can feel or can think of a way out by logic. In fact, when considered logically it actually makes things worse. Feelings will prioritize inner sympathy and surrender a situation to Allah SWT. That's why sometimes we can't always make sense of our feelings.



Logika adalah pengetahuan tentang aturan berpikir, logika, dan cara berpikir yang masuk akal.
Sedangkan feeling adalah perasaan (rasa) atau keadaan pikiran pada saat menghadapi (feeling) sesuatu.

Sederhananya, logika adalah sesuatu yang masuk akal dan perasaan adalah reaksi hati terhadap suatu situasi.

Tentunya kita sendiri lebih tahu bagaimana situasi menghubungkan logika dengan perasaan.

Pada dasarnya logika mengutamakan hal-hal yang konkrit, seperti cara berpikir, analisis, pengamatan, dan sesuatu yang dapat diterima akal. Kemudian, perasaan pada dasarnya lebih menekankan pada perasaan, pikiran, dan sesuatu yang terjadi pada hati yang sifatnya abstrak.

Padahal keduanya cukup berbeda dalam hal pemahaman, justru itulah hubungan keduanya. Manusia hidup saling melengkapi dan saling toleran, begitu juga dengan logika dan perasaan.

Contoh; Terkadang perasaan benci terhadap seseorang sangatlah berlebihan. Nah disitulah peran logika, dimana harus menjadi penegasan bahwa kebencian tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak akan membuat perasaan menjadi tenang.

Di sisi lain, ada kalanya logika menjadi lelah, sehingga sulit berpikir jernih. Maka ketika logika menemui jalan buntu, perasaan akan menuntun pikiran dan hati nurani.

Hubungan keduanya lahir dari perbedaan yang saling melengkapi. Lalu, bisakah kita memaknai perasaan? Ada dua kemungkinan jawaban yang pasti, baik 'Ya' atau 'Tidak'. Logika memang bisa memahami dan memberikan jalan keluar terbaik saat perasaan merasakan sesuatu yang tidak logis.

Terkadang, tidak semua hal bisa kita rasakan atau pikirkan jalan keluarnya dengan logika. Padahal, jika ditilik secara logika justru memperburuk keadaan. Perasaan akan mengutamakan simpati batin dan memasrahkan suatu keadaan kepada Allah SWT. Itu sebabnya terkadang kita tidak selalu bisa memahami perasaan kita.

Animal Type

Based on the type of food, animals are divided into three groups;
1. Herbivores,
2. Carnivores, and
3. Omnivorous.

Herbivores are plant-eating animals,
Carnovira are carnivorous animals,
Omnivores are all-eating animals.



Berdasarkan jenis makanannya, hewan dibagi menjadi tiga kelompok ;
1. Herbivora,
2. karnivora, dan
3. Omnivora.

Herbivora adalah hewan pemakan tumbuh-tumbuhan,
Karnovira adalah hewan pemakan daging,
Omnivora merupakan hewan pemakan segala.

The Struggle of the Conqueror

How painful it is to fight for the life of honor and dignity against the killing of self-esteem identity committed by people. There is always a bitter state in this struggle, but the power of motivation will wake up like a tiger as big as a mountain that will hunt down the perpetrators. Claws of patience that will rip through the heart of pride and will make its knees bend under the soles of the feet. At that time, I asked: where was your first happy laugh over my suffering, your conqueror. Lift your chin and pat your chest now, if you can still move your joints. Or not enough of your face, I fold it like a dry leaf. That's all your skills end!!!

Betapa pedih memperjuangkan kehidupan marwah kehormatan terhadap Pembunuhan identitas harga diri yang dilakukan orang. Selalu ada kondisi getir dalam perjuangan ini, tapi kekuatan motivasi akan bangun seperti macan sebesar Gunung yang akan memburu pelakunya. Cakar kesabaran yang akan merobek jantung kesombongan dan akan membuat bertekuk lutut di bawah telapak Kaki. Saat itu, aku bertanya : dimana tertawa bahagiamu dahulu diatas penderitaan saya sang penaklukmu. Angkat dagu dan tepuk dadamu sekarang, bila masih sanggup menggerakan persendianmu. Atau belum cukup mukamu, saya lipat seperti daun kering. Hanya segitu saja kemampuanmu berakhir!!!

Strong and Tough

About pain can make you stronger. That's because in achieving success will definitely be met with a very bitter taste of life.

The pain of failure can be a valuable lesson in achieving success. The reason is, some successful people have succeeded in reaching the peak of their careers after experiencing several failures.
Pain is also a sign that you are a feeling person. By feeling pain, you will be wiser in your attitude.

Learning from the pain of failure will make your heart strong and tough. You will find it easier to find a way out when you encounter a problem.

Tentang rasa sakit bisa membuat dirimu makin tegar. Hal itu karena dalam meraih kesuksesan pasti akan bertemu dengan rasa pahit dan getir kehidupan.

Rasa sakit dari kegagalan bisa menjadi pelajaran berharga dalam meraih kesuksesan. Pasalnya, beberapa orang sukses berhasil meraih puncak karier setelah menngalami beberapa kegagalan.
Rasa sakit juga menjadi tanda dirimu seorang yang perasa. Dengan merasakan sakit, kamu akan lebih bijak dalam bersikap.

Belajar dari rasa sakit kegagalan akan membuat hatimu menjadi kuat dan tegar. Kamu pun akan dengan lebih mudah menemukan jalan keluar ketika menghadapi masalah.