The elements used as techniques in divisive politics are:
1. Creating or encouraging divisions in society to prevent alliances that could oppose sovereign power.
a. Prevent the division of perceptions between community groups, with the synergy of differences in rubsha to become a strength of friendship
2. Assist and promote those who are willing to cooperate with sovereign powers.
b. Prevent it with shared welfare, reduce camps by working together. corsa soul form.
3. Encouraging distrust and hostility between communities.
c. Prevent it with silahturahmi in every level of society by developing a friendly smile.
4. Encouraging consumerism capable of undercutting political and military costs.
d. Prevent with confidence in the independent ability of society. With the motto, we are united, we can definitely face all difficulties.
Unsur-unsur yang digunakan sebagai teknik dalam politik memecah belah adalah:
1. Menciptakan atau mendorong perpecahan dalam masyarakat untuk mencegah persekutuan yang dapat menentang kekuasaan yang berdaulat.
sebuah. Mencegah terjadinya perpecahan persepsi antar kelompok masyarakat, dengan sinergi rubsha yang berbeda menjadi kekuatan silaturahmi
2. Membantu dan mempromosikan mereka yang bersedia bekerja sama dengan negara berdaulat.
b. Cegah dengan kemakmuran bersama, kurangi kemah dengan bekerja sama. bentuk jiwa corsa.
3. Mendorong ketidakpercayaan dan permusuhan antar masyarakat.
c. Cegah dengan silahturahmi di setiap lapisan masyarakat dengan mengembangkan senyum ramah.
4. Mendorong konsumerisme yang dapat menekan biaya politik dan militer.
d. Mencegah dengan keyakinan pada kemampuan mandiri masyarakat. Dengan semboyan, kita bersatu, pasti bisa menghadapi segala kesulitan.
Food Security
Definition of Food Security,
Food is the main basic need for humans that must be met at any time. The right to obtain food is one of the human rights.
Food has a very important meaning and role for the life of a nation. The availability of food that is smaller than the need can create economic instability. Various social and political upheavals can also occur if food security is disrupted. This critical food condition can even endanger economic stability and national stability.
The strategic value of rice is also due to the fact that rice is the most important staple food. The rice industry has a major influence in the economic field (in terms of employment, growth and dynamics of the rural economy, as a wage good), environment (maintaining water use and air cleanliness) and social politics (as glue for the nation, creating order and security). . Rice is also the main source of nutritional fulfillment which includes calories, protein, fat and vitamins.
Taking into account the importance of the staple food (rice), the government is always trying to improve food security, especially those originating from increased domestic production. These considerations are becoming increasingly important for the country. The population is getting bigger with a wide population distribution and geographical coverage. In order to meet the food needs of its population, the state requires the availability of sufficient and dispersed food, which meets adequate consumption and sufficient national stock according to the operational requirements of a wide and dispersed logistics. Indonesia must maintain its food security.
Food security is "the condition of fulfilling food for the country down to individuals, which is reflected in the availability of sufficient food, both in quantity and quality, safe, diverse, nutritious, equitable and affordable and does not conflict with the religion, beliefs and culture of society, so that they can healthy, active and productive life in a sustainable manner.
Food Sovereignty is the right of the state and nation to independently determine Food policies that guarantee the right to Food for the people and which give the right for the community to determine a Food system that is in accordance with the potential of local resources.
Food self-sufficiency is the ability of the state and nation to produce a wide variety of food from within the country which can guarantee the fulfillment of sufficient food needs down to the individual level by utilizing the potential of natural, human, social, economic and local wisdom resources in a dignified manner.
Food Safety is a condition and effort needed to prevent Food from possible biological, chemical and other contaminants that can disturb, harm and endanger human health and does not conflict with religion, belief and community culture so that it is safe for consumption.
Other problem conditions arise in distributions. Food stocks are available in production areas. It is mandatory to carry out distribution to areas/inter-islands that need it. However, it is not uncommon for distribution facilities and infrastructure to be limited and sometimes more expensive than distribution from abroad.
From the point of view of the trade system, it is common knowledge that the length of the supply chain results in quite large price differences at the producer and consumer level with the domination of the food trade in certain groups (monopolies, cartels and oligopolies). Meanwhile, from the consumption side, food is the largest expenditure for households (above 50% of total expenditure). The phenomenon of substitution that appears in local staple foods with imported foodstuffs.
Considering the food issues mentioned above, the national food policy must be able to accommodate and balance the aspects of supply/production and demand. The management of these two aspects must be able to realize national food security that is resilient in facing all shocks. Management must be carried out optimally considering that the two aspects may not be in line or contradictory.
Pengertian Ketahanan Pangan,
Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Hak untuk memperoleh pangan merupakan salah satu hak asasi manusia.
Pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis ini bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional.
Nilai strategis beras juga disebabkan karena beras adalah makanan pokok paling penting. Industri perberasan memiliki pengaruh yang besar dalam bidang ekonomi (dalam hal penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan dan dinamika ekonomi perdesaan, sebagai wage good), lingkungan (menjaga tata guna air dan kebersihan udara) dan sosial politik (sebagai perekat bangsa, mewujudkan ketertiban dan keamanan). Beras juga merupakan sumber utama pemenuhan gizi yang meliputi kalori, protein, lemak dan vitamin.
Dengan pertimbangan pentingnya makanan pokok (beras), Pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangan terutama yang bersumber dari peningkatan produksi dalam negeri. Pertimbangan tersebut menjadi semakin penting bagi negara. Jumlah penduduknya semakin besar dengan sebaran populasi yang luas dan cakupan geografis yang tersebar. Untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya, negara memerlukan ketersediaan pangan dalam jumlah mencukupi dan tersebar, yang memenuhi kecukupan konsumsi maupun stok nasional yang cukup sesuai persyaratan operasional logistik yang luas dan tersebar. Indonesia harus menjaga ketahanan pangannya.
bahwa Ketahanan Pangan adalah “kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan”.
Kedaulatan Pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan Pangan yang menjamin hak atas Pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem Pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal.
Kemandirian Pangan adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat”.
Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.
kondisi masalah muncul lainnya dalam distribusi. Stok pangan tersedia di daerah produksi. Wajib dilskukan distribusi ke daerah/antar pulau yang membutuhkan. Namun tidak jarang sarana dan prasaran distribusi masih terbatas dan kadang lebih mahal daripada distribusi dari luar negeri.
Dari sisi tataniaga, sudah menjadi rahasia umum akan panjangnya rantai pasokan yang mengakibatkan perbedaan harga tingkat produsen dan konsumen yang cukup besar dengan penguasaan perdagangan pangan pada kelompok tertentu (monopoli, kartel dan oligopoli). Sedangkan dari sisi konsumsi, pangan merupakan pengeluaran terbesar bagi rumah tangga (di atas 50% dari jumlah pengeluaran). Fenomena substitusi yang muncul pada makanan pokok lokal dengan bahan pangan impor.
Pertimbangan permasalahan pangan tersebut di atas maka kebijaksanaan pangan nasional harus dapat mengakomodasikan dan menyeimbangkan antara aspek penawaran/produksi dan permintaan. Pengelolaan kedua aspek tersebut harus mampu mewujudkan ketahanan pangan nasional yang tangguh menghadapi segala gejolak. Pengelolaannya harus dilakukan dengan optimal mengingat kedua aspek tersebut dapat tidak sejalan atau bertolak belakang.
Regarding Agribusiness
Agribusiness also has a meaning as a business or business engaged in agriculture and other fields that can support the agricultural sector, one of which is the food supply chain agribusiness. Agribusiness, learn about the perspective from an economic point of view for the business of providing food. In addition, you must know how to develop strategies to gain profits through post-harvest management, aspects of cultivation, supply of raw materials, marketing stages to processing.
Types of Agribusiness; animal feed, tools and machinery for agriculture, biofuel production, methods for producing seeds, regarding agricultural chemicals, agricultural tourism, to the process of making agricultural materials. Agribusiness combines knowledge between social sciences and science and technology, because this department studies all aspects of cultivation, processing of agricultural products, business management, entrepreneurship, and product marketing.
Agribusiness work prospects:
1. Agricultural Consultants.
2. Pioneer Non-Governmental Organizations
Public.
3. Supplier of Vegetables and Fruits
organic
4. Research Institute
5. Government Agencies
6. Academics/Lecturers.
7. Private Companies.
8. Entrepreneurs
Agribisnis juga memiliki arti sebagai usaha atau usaha yang bergerak di bidang pertanian dan bidang lain yang dapat mendukung sektor pertanian, salah satunya adalah agribisnis rantai pasok pangan. Agribisnis, mempelajari tentang perspektif dari sudut pandang ekonomi untuk usaha penyediaan pangan. Selain itu, Anda harus mengetahui bagaimana menyusun strategi untuk meraih keuntungan melalui pengelolaan pascapanen, aspek budidaya, penyediaan bahan baku, tahap pemasaran hingga pengolahan.
Jenis Agribisnis; pakan ternak, alat dan mesin pertanian, produksi biofuel, cara produksi benih, mengenai bahan kimia pertanian, wisata pertanian, hingga proses pembuatan bahan pertanian. Agribisnis menggabungkan ilmu antara ilmu sosial dan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena jurusan ini mempelajari semua aspek budidaya, pengolahan hasil pertanian, manajemen usaha, kewirausahaan, dan pemasaran produk.
Prospek kerja agribisnis:
1. Konsultan Pertanian.
2. Pelopor Lembaga Swadaya Masyarakat
Publik.
3. Supplier Sayur dan Buah
organik
4. Lembaga Penelitian
5. Instansi Pemerintah
6. Akademisi/Dosen.
7. Perusahaan Swasta.
8. Pengusaha
Economic Observer
All countries on this earth need a certain system to run the economy and overcome its obstacles. This way is called the economic system. The economic system is a way that is taken in order to regulate and organize all economic activities, both the state or government household economy, as well as community or private households.
Basically, the economic activities in question include production, consumption and distribution activities carried out based on certain principles to achieve prosperity.
In the economic field, the economic system has several functions, viz
1. Stimulating the community to carry out production activities.
2. Provides a method for coordinating the activities of individuals in the economy.
3. Providing a certain mechanism so that production results can be distributed evenly.
Types of Economic Systems
Still launching the same learning module, in general the economic system is divided into four, namely:
1. Traditional economic
system,
2. Command/centralized
system,
3. Market economic system/
liberal,
4. Mixed economic system.
Semua negara di muka bumi ini membutuhkan sistem tertentu untuk menjalankan perekonomian dan mengatasi hambatannya. Cara ini disebut sistem ekonomi. Sistem ekonomi adalah suatu cara yang ditempuh dalam rangka mengatur dan menata semua kegiatan ekonomi, baik ekonomi rumah tangga negara atau pemerintah, maupun rumah tangga masyarakat atau swasta.
Pada dasarnya kegiatan ekonomi yang dimaksud meliputi kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu untuk mencapai kemakmuran.
Dalam bidang ekonomi, sistem ekonomi memiliki beberapa fungsi, yaitu
1. Mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan produksi.
2. Menyediakan metode untuk mengoordinasikan aktivitas individu dalam perekonomian.
3. Menyediakan mekanisme tertentu agar hasil produksi dapat terdistribusi secara merata.
Jenis Sistem Ekonomi
Masih meluncurkan modul pembelajaran yang sama, secara umum sistem ekonomi terbagi menjadi empat, yaitu:
1.Sistem ekonomi tradisional,
2.Sistem komando/terpusat,
3.Sistem ekonomi pasar/
liberal,
4.Sistem ekonomi campuran.
Learning history about Russia at the end of 1991
The impact of the cold war against America and its allies in the Western bloc in the prolonged global ideological and political struggle, the Soviet Union suffered economic and political defeats both at home and abroad.
In anticipation of catching up, the President of the Soviet Union at that time, Mikhail Gorbachev, proposed restructuring the country through the Perestroika and Glasnost policies, on March 6, 1986. This policy received a warm welcome from the people, but was criticized by orthodox groups who considered its actions too extreme.
Perestroika is political and economic reform. Perestroika means "restructuring", referring to the restructuring of the Soviet economy. Perestroika is often seen as the result of the fall of communism in the Soviet Union and Eastern Europe, ending the Cold War.
Glasnost was openness in all areas of the Soviet Union's government institutions, including freedom of information. The word “glasnost” was first used in Russia in the late 1850s, also designating a historical period that describes freedom of information during the 1980s.
Gorbachev's desire to build his country turned out to be a boomerang. As a result of this openness, the great Soviet state lost control of the media. The Press Media is free to reveal various corruptions of the government, including corruption and abuse of authority.
This freedom and openness also made the people of the Soviet Union more courageous in voicing their dissatisfaction with the deplorable conditions at home. The situation was getting worse due to more inter-ethnic strife. Ultimately, the restructuring effort sparked a split in the Soviet Union, leading to its formal dissolution on December 26, 1991.
Dampak perang dingin terhadap Amerika dan sekutunya di blok Barat dalam perjuangan ideologi dan politik global yang berkepanjangan, Uni Soviet mengalami kekalahan ekonomi dan politik baik di dalam maupun di luar negeri.
Untuk mengantisipasi ketertinggalan, Presiden Uni Soviet saat itu, Mikhail Gorbachev, mengusulkan restrukturisasi negara melalui kebijakan Perestroika dan Glasnost, pada 6 Maret 1986. Kebijakan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, namun dikritik oleh kelompok ortodoks yang menganggap tindakannya terlalu ekstrem.
Perestroika adalah reformasi politik dan ekonomi. Perestroika berarti "restrukturisasi", mengacu pada restrukturisasi ekonomi Soviet. Perestroika sering dilihat sebagai akibat jatuhnya politik saat itu di Uni Soviet dan Eropa Timur, mengakhiri Perang Dingin.
Glasnost adalah keterbukaan di semua bidang institusi pemerintahan Uni Soviet, termasuk kebebasan informasi. Kata "glasnost" pertama kali digunakan di Rusia pada akhir tahun 1850-an, juga menunjukkan periode sejarah yang menggambarkan kebebasan informasi selama tahun 1980-an.
Keinginan Gorbachev untuk membangun negaranya ternyata menjadi bumerang. Akibat keterbukaan ini, negara besar Soviet kehilangan kendali atas media. Media Pers bebas mengungkap berbagai korupsi pemerintahan, termasuk korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
Kebebasan dan keterbukaan ini juga membuat rakyat Uni Soviet lebih berani menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kondisi yang memprihatinkan di dalam negeri. Situasi semakin buruk karena perselisihan antaretnis yang lebih banyak. Pada akhirnya, upaya restrukturisasi memicu perpecahan di Uni Soviet, yang menyebabkan pembubaran resminya pada 26 Desember 1991.