Not surprisingly, countries create the most sophisticated weapons in the world.
Russia is one of the countries that leads the latest weapons technology compared to other countries. This country has fighter jets to very deadly intercontinental ballistic missiles.
advanced Russian weapons such as;
1. Bora Class Missile Hovercraft.
2. Pantsir-S1
3. Mig-35 Multirole Fighter Jet.
Gun politics addresses security and ideological issues related to firearms through both criminal and non-criminal use. Gun politics deals with rules, regulations and restrictions on the use, possession and distribution of weapons.
National sovereignty
Many states hold the power to protect themselves, others, and the police in their territories as a fundamental force exerted by sovereignty.
Tak heran, negara-negara menciptakan senjata yang paling canggih di dunia.
Rusia menjadi salah satu negara yang memimpin teknologi mutakhir persenjataan dibanding negara lain. Negara ini memiliki jet tempur hingga rudal balistik antarbenua yang sangat mematikan.
senjata canggih milik Rusia seperti;
1. Hovercraft Rudal Kelas Bora.
2. Pantsir-S1
3. Jet Tempur Multiperan Mig-35.
Politik senjata membicarakan masalah keamanan dan ideologi yang terkait dengan senjata api melalui penggunaan kriminal dan nonkriminal. Politik senjata berhubungan dengan peraturan, regulasi, dan pembatasan pemakaian, kepemilikan, dan penyebaran senjata.
Kedaulatan nasional
Banyak negara yang memegang kekuasaan sebagai melindungi dirinya, pihak pautan, dan polisi di teritori mereka sbg kekuatan mendasar yang dicetuskan oleh kedaulatan.
How do we know white
How do we know white, if we don't know what black is.
How do we call it light, if the definition of dark or dim is still a matter of debate.
Life is wider, than anything ever existed in your imagination
Bagaimana kita kenal putih, jika kita tak tahu apa itu hitam.
Bagaimana kita sebut itu terang, jika definisi gelap atau remang-remang masih menjadi perdebatan.
Hidup ini lebih luas, dari apa-apa yang pernah ada dalam imajinasimu
Honest vs Lie
Let him be satisfied with pleasure over the troubles of people who await promises. We are waiting for the completion of the promised affairs at the table of the ruler of Barzakh. What kind of look on his face, all he still managed to grin smile. Waiting to sit nicely in the stands, there will be a game date with white foam without seams and pockets. Maybe at that time it was difficult to distinguish between pleasure and pain of responsibility. you just wait!
Biarkan dia puas dengan kesenangan atas masalah orang yang menunggu janji. Kami menunggu penyelesaian urusan yang dijanjikan di meja penguasa Barzakh. Ekspresi seperti apa di wajahnya, semua dia masih bisa tersenyum. Menunggu duduk manis di tribun, akan ada tanggal pertandingan dengan busa putih tanpa jahitan dan saku. Mungkin saat itu sulit membedakan antara senang dan sakit karena tanggung jawab. kamu tunggu saja!
Human Rights
Human rights violations are any actions of a person or group of people including state officials, whether intentional or unintentional, or negligence which unlawfully reduces, obstructs, limits and/or revokes the human rights of a person or group of people guaranteed by law, and does not get, or fear that they will not obtain a fair and correct legal settlement, based on the applicable legal mechanism.
Types of Human Rights Violations
Based on its nature, human rights violations can be divided into two, namely:
1. Common Human Rights Violations
Is a case of violation of human rights that is light and does not threaten the safety of people's lives. However, this is still included in the dangerous category if it occurs for a long time. Some examples of violations.
2. Mild human rights are intentional environmental pollution, intentional use of hazardous substances in food, and others.
Serious Human Rights Violations
Is a violation of human rights that threatens human life such as murder, torture, robbery, enslavement, or taking hostages.
Serious Human Rights Violations can be classified into two, namely:
a. The crime of genocide, namely any act committed with the intention of destroying or annihilating all or part of a national, racial, ethnic or religious group.
b. Crimes against humanity, namely acts committed as part of a widespread or systematic attack. These attacks were also aimed directly at the civilian population. It took the form of murder, extermination, enslavement, expulsion or forcible transfer of population, deprivation of independence, and many more.
Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau sekelompok orang termasuk penyelenggara negara, baik disengaja maupun tidak disengaja, atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan/atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau sekelompok orang yang dijamin oleh undang-undang, dan tidak mendapatkan, atau khawatir tidak memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.
Jenis Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Berdasarkan sifatnya, pelanggaran HAM dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Pelanggaran Hak Asasi Manusia Umum
Merupakan kasus pelanggaran HAM yang ringan dan tidak mengancam keselamatan jiwa masyarakat. Namun, hal ini masih termasuk dalam kategori berbahaya jika terjadi dalam waktu yang lama. Beberapa contoh pelanggaran.
2. Hak asasi manusia ringan adalah pencemaran lingkungan yang disengaja, penggunaan zat berbahaya dalam makanan secara sengaja, dan lain-lain.
Pelanggaran Hak Asasi Manusia Serius
Merupakan pelanggaran HAM yang mengancam kehidupan manusia seperti pembunuhan, penyiksaan, perampokan, perbudakan, atau penyanderaan.
Pelanggaran HAM berat dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
A. Kejahatan genosida, yaitu setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, etnis, atau agama.
B. Kejahatan terhadap kemanusiaan, yaitu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik. Serangan-serangan ini juga ditujukan langsung pada penduduk sipil. Bentuknya berupa pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa, perampasan kemerdekaan, dan masih banyak lagi.
Integrity Commitment to the Country
DON'T
you always ask.. "What is happening to this country?"
But ask yourself, What have you done and done the BEST for this COUNTRY...
You, the sons of the Mataram dynasty, will appear with the indigenous people and will disappear, melting with the natural energy, only to tidy up the condition of this country.
Will be back after Goro Goro..
WE are only carrying out the noble duty of our ancestors (founding fathers of the country) to remind this nation to be aware and alert that we are at a crossroads..
This country will be strong, sturdy and have a prestige of glory if you want to UNITE to return to its 'origin' to its roots..
That is, re-unite with the sublime energy, return to the Root Identity of the people of the Great Equatorial Country.
It is the cultural element of the people that has a big role and big energy that should be as stakeholders to lead, manage, serve and protect the people and the country.._
It is inevitable that difficult times will emerge, a period when the people are down and the government is paralyzed, then a period of emergency government, then a period of temporary government, that is a period of transitional government.
It should only be for them that the role of the Ulama and the Kingdom is to hold the _stick of command_ of leadership to regulate and tidy up this archipelago.
Because the descendants of the original Kusuma Rembesing Madu Tradition (genetic descendants of the Ulama and the Kingdom) are the first group to spearhead the people's forefront in saving this country.
Because these two components are the people who have the most concern and have a sense of responsibility towards the people to fix and tidy up this country and this nation from its chaos, treason and betrayal of this nation and country.
Join the struggle to save and tidy up this nation, maintain the integrity of the country and sovereignty for the sake of the indigenous people.
The kingdom of this country will later become an icon that will become a lifeboat (rescue ship) when this country will collapse, sink and sink.
And that will save from the threat of being taken over by foreigners..
Because the current state of chaos is due to the actions of the hands of traitors.
Unaware that this country has succeeded in a COUP by persons who have managed to infiltrate the current ranks to try to control this country.
In essence it is they who have made noise against the state and created undermining in the state so that the people are down.
We must RISE!
Stare at your enemies with sharp eyes that are in front of your eyes..
This nation will experience a big war (goro-goro) as an effort to clean and purify the archipelago.
Toward a new change
new civilization
New Indonesian..
But always remember _Eling and Waspodo give up all the energy of our struggle only to Allah.
JANGAN
Anda selalu bertanya.. "Apa yang terjadi dengan negara ini?"
Tapi tanyakan pada dirimu sendiri, Apa yang sudah kamu lakukan dan lakukan yang TERBAIK untuk NEGARA ini...
Kalian putra-putri dinasti Mataram akan muncul bersama pribumi dan menghilang melebur bersama energi alam, hanya untuk membenahi kondisi negeri ini.
Akan kembali setelah Goro Goro..
KITA hanya menjalankan tugas mulia para leluhur (pendiri negara) untuk mengingatkan bangsa ini agar sadar dan waspada bahwa kita sedang berada di persimpangan jalan..
Negeri ini akan kuat, kokoh dan memiliki pamor kejayaan jika ingin UNITE kembali ke 'asalnya' hingga ke akarnya..
Artinya, bersatu kembali dengan energi luhur, kembali ke Identitas Akar rakyat Negara Khatulistiwa Besar.
Unsur budaya rakyatlah yang memiliki peran besar dan energi besar yang harus menjadi pemangku kepentingan untuk memimpin, mengelola, melayani dan melindungi masyarakat dan negara.._
Tidak dapat dipungkiri akan muncul masa-masa sulit, masa rakyat terpuruk dan pemerintahan lumpuh, kemudian masa pemerintahan darurat, kemudian masa pemerintahan temporer, yaitu masa pemerintahan peralihan.
Seharusnya hanya merekalah peran Ulama dan Kerajaan memegang _tongkat komando_ kepemimpinan untuk mengatur dan merapikan nusantara ini.
Karena keturunan Tradisi Kusuma Rembesing Madu asli (keturunan genetik Ulama dan Kerajaan) adalah kelompok pertama yang menjadi ujung tombak garda depan rakyat dalam menyelamatkan negeri ini.
Karena kedua komponen ini adalah rakyat yang paling memiliki kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap rakyat untuk membenahi dan membenahi negara dan bangsa ini dari kekacauan, pengkhianatan dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara ini.
Ikut berjuang menyelamatkan dan membenahi bangsa ini, menjaga keutuhan negara dan kedaulatan demi rakyat pribumi.
Kerajaan negeri ini nantinya akan menjadi icon yang akan menjadi sekoci (kapal penyelamat) ketika negeri ini akan runtuh, tenggelam dan tenggelam.
Dan itu akan menyelamatkan dari ancaman diambil alih oleh orang asing..
Pasalnya, keadaan rusuh saat ini akibat ulah tangan-tangan para pengkhianat.
Tanpa disadari negara ini telah berhasil di KUMPULKAN oleh oknum-oknum yang berhasil menyusup ke barisan saat ini untuk mencoba menguasai negara ini.
Pada hakekatnya merekalah yang telah membuat kegaduhan terhadap negara dan membuat rongrongan negara sehingga rakyat terpuruk.
Kita harus BANGKIT!
Tataplah musuhmu dengan mata tajam yang ada di depan matamu..
Bangsa ini akan mengalami perang besar (goro-goro) sebagai upaya membersihkan dan mensucikan Nusantara.
Menuju perubahan baru
peradaban baru
Indonesia baru..
Tapi ingat selalu _Eling dan Waspodo serahkan semua tenaga perjuangan kita hanya kepada Allah.