Let him be satisfied with pleasure over the troubles of people who await promises. We are waiting for the completion of the promised affairs at the table of the ruler of Barzakh. What kind of look on his face, all he still managed to grin smile. Waiting to sit nicely in the stands, there will be a game date with white foam without seams and pockets. Maybe at that time it was difficult to distinguish between pleasure and pain of responsibility. you just wait!
Biarkan dia puas dengan kesenangan atas masalah orang yang menunggu janji. Kami menunggu penyelesaian urusan yang dijanjikan di meja penguasa Barzakh. Ekspresi seperti apa di wajahnya, semua dia masih bisa tersenyum. Menunggu duduk manis di tribun, akan ada tanggal pertandingan dengan busa putih tanpa jahitan dan saku. Mungkin saat itu sulit membedakan antara senang dan sakit karena tanggung jawab. kamu tunggu saja!
Human Rights
Human rights violations are any actions of a person or group of people including state officials, whether intentional or unintentional, or negligence which unlawfully reduces, obstructs, limits and/or revokes the human rights of a person or group of people guaranteed by law, and does not get, or fear that they will not obtain a fair and correct legal settlement, based on the applicable legal mechanism.
Types of Human Rights Violations
Based on its nature, human rights violations can be divided into two, namely:
1. Common Human Rights Violations
Is a case of violation of human rights that is light and does not threaten the safety of people's lives. However, this is still included in the dangerous category if it occurs for a long time. Some examples of violations.
2. Mild human rights are intentional environmental pollution, intentional use of hazardous substances in food, and others.
Serious Human Rights Violations
Is a violation of human rights that threatens human life such as murder, torture, robbery, enslavement, or taking hostages.
Serious Human Rights Violations can be classified into two, namely:
a. The crime of genocide, namely any act committed with the intention of destroying or annihilating all or part of a national, racial, ethnic or religious group.
b. Crimes against humanity, namely acts committed as part of a widespread or systematic attack. These attacks were also aimed directly at the civilian population. It took the form of murder, extermination, enslavement, expulsion or forcible transfer of population, deprivation of independence, and many more.
Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau sekelompok orang termasuk penyelenggara negara, baik disengaja maupun tidak disengaja, atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan/atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau sekelompok orang yang dijamin oleh undang-undang, dan tidak mendapatkan, atau khawatir tidak memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.
Jenis Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Berdasarkan sifatnya, pelanggaran HAM dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Pelanggaran Hak Asasi Manusia Umum
Merupakan kasus pelanggaran HAM yang ringan dan tidak mengancam keselamatan jiwa masyarakat. Namun, hal ini masih termasuk dalam kategori berbahaya jika terjadi dalam waktu yang lama. Beberapa contoh pelanggaran.
2. Hak asasi manusia ringan adalah pencemaran lingkungan yang disengaja, penggunaan zat berbahaya dalam makanan secara sengaja, dan lain-lain.
Pelanggaran Hak Asasi Manusia Serius
Merupakan pelanggaran HAM yang mengancam kehidupan manusia seperti pembunuhan, penyiksaan, perampokan, perbudakan, atau penyanderaan.
Pelanggaran HAM berat dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
A. Kejahatan genosida, yaitu setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, etnis, atau agama.
B. Kejahatan terhadap kemanusiaan, yaitu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik. Serangan-serangan ini juga ditujukan langsung pada penduduk sipil. Bentuknya berupa pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa, perampasan kemerdekaan, dan masih banyak lagi.
Integrity Commitment to the Country
DON'T
you always ask.. "What is happening to this country?"
But ask yourself, What have you done and done the BEST for this COUNTRY...
You, the sons of the Mataram dynasty, will appear with the indigenous people and will disappear, melting with the natural energy, only to tidy up the condition of this country.
Will be back after Goro Goro..
WE are only carrying out the noble duty of our ancestors (founding fathers of the country) to remind this nation to be aware and alert that we are at a crossroads..
This country will be strong, sturdy and have a prestige of glory if you want to UNITE to return to its 'origin' to its roots..
That is, re-unite with the sublime energy, return to the Root Identity of the people of the Great Equatorial Country.
It is the cultural element of the people that has a big role and big energy that should be as stakeholders to lead, manage, serve and protect the people and the country.._
It is inevitable that difficult times will emerge, a period when the people are down and the government is paralyzed, then a period of emergency government, then a period of temporary government, that is a period of transitional government.
It should only be for them that the role of the Ulama and the Kingdom is to hold the _stick of command_ of leadership to regulate and tidy up this archipelago.
Because the descendants of the original Kusuma Rembesing Madu Tradition (genetic descendants of the Ulama and the Kingdom) are the first group to spearhead the people's forefront in saving this country.
Because these two components are the people who have the most concern and have a sense of responsibility towards the people to fix and tidy up this country and this nation from its chaos, treason and betrayal of this nation and country.
Join the struggle to save and tidy up this nation, maintain the integrity of the country and sovereignty for the sake of the indigenous people.
The kingdom of this country will later become an icon that will become a lifeboat (rescue ship) when this country will collapse, sink and sink.
And that will save from the threat of being taken over by foreigners..
Because the current state of chaos is due to the actions of the hands of traitors.
Unaware that this country has succeeded in a COUP by persons who have managed to infiltrate the current ranks to try to control this country.
In essence it is they who have made noise against the state and created undermining in the state so that the people are down.
We must RISE!
Stare at your enemies with sharp eyes that are in front of your eyes..
This nation will experience a big war (goro-goro) as an effort to clean and purify the archipelago.
Toward a new change
new civilization
New Indonesian..
But always remember _Eling and Waspodo give up all the energy of our struggle only to Allah.
JANGAN
Anda selalu bertanya.. "Apa yang terjadi dengan negara ini?"
Tapi tanyakan pada dirimu sendiri, Apa yang sudah kamu lakukan dan lakukan yang TERBAIK untuk NEGARA ini...
Kalian putra-putri dinasti Mataram akan muncul bersama pribumi dan menghilang melebur bersama energi alam, hanya untuk membenahi kondisi negeri ini.
Akan kembali setelah Goro Goro..
KITA hanya menjalankan tugas mulia para leluhur (pendiri negara) untuk mengingatkan bangsa ini agar sadar dan waspada bahwa kita sedang berada di persimpangan jalan..
Negeri ini akan kuat, kokoh dan memiliki pamor kejayaan jika ingin UNITE kembali ke 'asalnya' hingga ke akarnya..
Artinya, bersatu kembali dengan energi luhur, kembali ke Identitas Akar rakyat Negara Khatulistiwa Besar.
Unsur budaya rakyatlah yang memiliki peran besar dan energi besar yang harus menjadi pemangku kepentingan untuk memimpin, mengelola, melayani dan melindungi masyarakat dan negara.._
Tidak dapat dipungkiri akan muncul masa-masa sulit, masa rakyat terpuruk dan pemerintahan lumpuh, kemudian masa pemerintahan darurat, kemudian masa pemerintahan temporer, yaitu masa pemerintahan peralihan.
Seharusnya hanya merekalah peran Ulama dan Kerajaan memegang _tongkat komando_ kepemimpinan untuk mengatur dan merapikan nusantara ini.
Karena keturunan Tradisi Kusuma Rembesing Madu asli (keturunan genetik Ulama dan Kerajaan) adalah kelompok pertama yang menjadi ujung tombak garda depan rakyat dalam menyelamatkan negeri ini.
Karena kedua komponen ini adalah rakyat yang paling memiliki kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap rakyat untuk membenahi dan membenahi negara dan bangsa ini dari kekacauan, pengkhianatan dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara ini.
Ikut berjuang menyelamatkan dan membenahi bangsa ini, menjaga keutuhan negara dan kedaulatan demi rakyat pribumi.
Kerajaan negeri ini nantinya akan menjadi icon yang akan menjadi sekoci (kapal penyelamat) ketika negeri ini akan runtuh, tenggelam dan tenggelam.
Dan itu akan menyelamatkan dari ancaman diambil alih oleh orang asing..
Pasalnya, keadaan rusuh saat ini akibat ulah tangan-tangan para pengkhianat.
Tanpa disadari negara ini telah berhasil di KUMPULKAN oleh oknum-oknum yang berhasil menyusup ke barisan saat ini untuk mencoba menguasai negara ini.
Pada hakekatnya merekalah yang telah membuat kegaduhan terhadap negara dan membuat rongrongan negara sehingga rakyat terpuruk.
Kita harus BANGKIT!
Tataplah musuhmu dengan mata tajam yang ada di depan matamu..
Bangsa ini akan mengalami perang besar (goro-goro) sebagai upaya membersihkan dan mensucikan Nusantara.
Menuju perubahan baru
peradaban baru
Indonesia baru..
Tapi ingat selalu _Eling dan Waspodo serahkan semua tenaga perjuangan kita hanya kepada Allah.
Judicial Review
Judicial review is the process by which executive and legislative acts are reviewed by the judiciary. The agency will review whether an act or law is in line with a country's constitution. The power to review itself is usually provided for by the constitution. If an action or law is deemed unconstitutional, the act or law can be repealed. Therefore, judicial review is a check and balance mechanism in the separation of powers doctrine.
Peninjauan yudisial adalah proses di mana tindakan eksekutif dan legislatif ditinjau oleh yudikatif. Badan tersebut akan meninjau apakah suatu undang-undang atau undang-undang sejalan dengan konstitusi suatu negara. Kekuasaan untuk meninjau sendiri biasanya disediakan oleh konstitusi. Jika suatu tindakan atau undang-undang dianggap inkonstitusional, tindakan atau undang-undang tersebut dapat dicabut. Oleh karena itu, judicial review merupakan mekanisme check and balance dalam doktrin pemisahan kekuasaan.
Strict Father

General TNI (Purn.) Andi Muhammad Jusuf Amir (23 June 1928 – 8 September 2004) or better known as M. Jusuf was one of the most influential Indonesian military figures in Indonesian military history.
We miss the figure of a father who is smart and assertive, so that this village is always respected. Still, at this time, Mother Earth is crying bitterly to see the nation's children drenched in sweat and blood to fight for their right to life. We miss a figure like you, but God has called him to be placed in a cool and high degree. We pray that Allah will give birth to thousands of children of the nation like your father, so that the children of this nation are able to protect themselves from disturbances by vandals. We will continue the struggle of our ancestors even if we risk our lives to maintain the dignity of our ancestors, so that they are not trampled on. We and our children and grandchildren must unite until the end of the world, to maintain the integrity of our beloved homeland. Takbir.
See you at the Rosululloh shaft line.
Jenderal TNI (Purn.) Andi Muhammad Jusuf Amir (23 Juni 1928 – 8 September 2004) atau lebih dikenal dengan M. Jusuf merupakan salah satu tokoh militer Indonesia yang paling berpengaruh dalam sejarah militer Indonesia.
Kami merindukan sosok bapak yang cerdas dan tegas, sehingga desa ini selalu dihormati. Meski begitu, saat ini Ibu Pertiwi menangis pilu melihat anak bangsa berlumuran keringat dan darah untuk memperjuangkan hak hidupnya. Kami merindukan sosok sepertimu, tapi Tuhan telah memanggilnya untuk ditempatkan di tempat yang sejuk dan derajat yang tinggi. Kami berdoa semoga Allah melahirkan ribuan anak bangsa seperti bapak bapak, agar anak bangsa ini mampu menjaga diri dari gangguan para pengacau. Kami akan melanjutkan perjuangan nenek moyang kami meskipun kami mempertaruhkan nyawa kami untuk menjaga martabat leluhur kami, agar tidak diinjak-injak. Kita dan anak cucu kita harus bersatu hingga ke ujung dunia, untuk menjaga keutuhan tanah air tercinta. Takbir.
Sampai jumpa di jalur poros Rosululloh.