Grassroots

Grassroots movements or root roots (English: grassroots) are movements that use people in a particular district, area or community as the basis for political or economic movements.

Gerakan akar rumput atau akar umbi (bahasa Inggris: grassroots) adalah gerakan yang memakai masyarakat di sebuah distrik, kawasan atau komunitas tertentu sebagai dasar untuk gerakan politik atau ekonomi.

Opr Fal Fla

Operation False Flag or Operation False Flag is a covert operation that aims to confuse opponents with fake moves.

After the opponent is tricked, the original target will be easy to win. False Flag operations are generally carried out by intelligence to achieve a certain goal.

In short, false flags are a tactic to find excuses for a country to attack another country. This operation made an event that seemed as if another country carried out an attack that deserved to be retaliated. This reason is necessary so that he is not too cornered by many other countries for carrying out an invasion.

The term false flag existed around the 16th century. It is estimated that the use of this term came from the unscrupulous. Pirates would raise friendly flags while approaching merchant ships to make them feel safe. When it was close, then the elements attacked. It's a false flag operation in the truest sense of the word.

But in the modern sense, the notion of false flags has developed into various forms of tactical strategy. They are used when a country wants to avoid international retaliation or sharp public criticism of aggressive military actions.

the point is how the country is not called attacking, but seems to be defending itself. And it is done by means of condition manipulation. An easy example, you punch your own friend's face and then shout that it was another group that did it. The reason to attack is also considered valid. More or less.


Operasi Bendera Palsu atau Operasi Bendera Palsu adalah operasi rahasia yang bertujuan untuk membingungkan lawan dengan gerakan palsu.

Setelah lawan ditipu, target awal akan mudah untuk menang. Operasi Bendera Palsu umumnya dilakukan oleh intelijen untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Singkatnya, bendera palsu adalah taktik untuk mencari alasan bagi suatu negara untuk menyerang negara lain. Operasi ini membuat seolah-olah negara lain melakukan serangan yang pantas untuk dibalas. Alasan ini diperlukan agar ia tidak terlalu terpojok oleh banyak negara lain karena melakukan invasi.

Istilah bendera palsu ada sekitar abad ke-16. Diperkirakan penggunaan istilah ini berasal dari oknum. Bajak laut akan mengibarkan bendera ramah sambil mendekati kapal dagang untuk membuat mereka merasa aman. Saat sudah dekat, maka elemen menyerang. Ini adalah operasi bendera palsu dalam arti sebenarnya dari kata tersebut.

Namun dalam pengertian modern, pengertian bendera palsu telah berkembang menjadi berbagai bentuk strategi taktis. Mereka digunakan ketika suatu negara ingin menghindari pembalasan internasional atau kritik publik yang tajam terhadap tindakan militer yang agresif.

intinya adalah bagaimana negara itu tidak disebut menyerang, tetapi seolah-olah membela diri. Dan itu dilakukan dengan cara manipulasi kondisi. Contoh mudahnya, Anda memukul wajah teman Anda sendiri lalu berteriak bahwa yang melakukannya adalah kelompok lain. Alasan untuk menyerang juga dianggap valid. Lebih atau kurang.

PSY OPr

Psychological operations (PSYOP) are operations to convey selected information and indicators to audiences to influence their emotions, motives, and objective reasoning, and ultimately the behavior of governments, organizations, groups, and individuals. 
Military operations usually aimed at influencing the enemy's state of mind through noncombative means (such as distribution of leaflets)

Operasi psikologis (PSYOP) adalah operasi untuk menyampaikan informasi dan indikator yang dipilih kepada audiens untuk memengaruhi emosi, motif, dan penalaran objektif mereka, dan pada akhirnya perilaku pemerintah, organisasi, kelompok, dan individu.
Operasi militer biasanya ditujukan untuk mempengaruhi keadaan pikiran musuh melalui cara-cara non-perang (seperti penyebaran selebaran)

biecause the disaster happened

Disasters that occur due to too many sins and immorality committed by humans, as a result of our many disobedience to Him, rampant disobedience, hypocrisy and disbelief, the advice of the scholars, the Qur'an and sunnah are no longer heard, while worship and good deeds are provision to go home to Him is also very little
Why do disasters happen and always happen?

Various calamities have occurred as a result of too many sins and immoralities committed by mankind, as a result of our many disobediences to Him, rampant disobedience, hypocrisy and disbelief, the advice of the scholars, the Qur'an and sunnah are not listened to, while worship and good deeds return home. His is also very little.

Then nature which belongs to Allah will speak. O people of the world who have been given faith by Allah, with successive calamities befalling this country, don't we realize that nature is actually advising us.
The causes of successive calamities befall us all:
First, because of iniquity and tyranny. Surat al-Qasas verse 59 explains, Allah will not destroy an area, except for its inhabitants who are unjust. Sons are disobedient to their parents, wives are brave to their husbands, there are many robberies, murders, and adultery. This endless tyranny and evil is inviting disaster fast.
Second, systematic and massive destruction of nature. Surah Ar-Rum verse 41 reminds us that damage has appeared on land and at sea due to the hands of ignorant humans, so that they feel the consequences of their actions and return to Him.
Third, because the leader is immoral and unfair to his people. Read with faith, O noble citizen of Indonesia, "If we want to destroy a country, morals are reminded to obey Allah, even though immorality still commits injustice, but betrays me and my creatures, then that is what they are doing. Right. disaster is coming."
Fourth, good people are silent. Not that there aren't good people. There are still many good people in this country. But they prefer silence. And enjoy the crime.

Musibah yang terjadi karena terlalu banyaknya dosa dan maksiat yang dilakukan manusia, akibat banyaknya kemaksiatan kita kepada-Nya, maraknya kemaksiatan, kemunafikan dan kekafiran, nasihat para ulama, al-Qur'an dan sunnah tidak terdengar lagi, sementara ibadah dan amal shalih bekal untuk pulang kepada-Nya juga sangat sedikit
Mengapa bencana terjadi dan selalu terjadi?

Berbagai musibah telah terjadi akibat terlalu banyaknya dosa dan maksiat yang dilakukan oleh umat manusia, akibat banyaknya kemaksiatan kita kepada-Nya, maraknya kemaksiatan, kemunafikan dan kekafiran, nasehat para ulama, al-Qur'an dan sunnah tidak diindahkan. , sementara ibadah dan amal baik kembali ke rumah. Nya juga sangat sedikit.

Kemudian alam yang milik Allah akan berbicara. Wahai manusia dunia yang telah diberi iman oleh Allah, dengan musibah silih berganti menimpa negeri ini, tidakkah kita sadari bahwa alam sebenarnya sedang menasihati kita.

Penyebab bencana berturut-turut menimpa kita semua:
Pertama, karena kedurhakaan dan kezaliman. Surat al-Qasas ayat 59 menjelaskan, Allah tidak akan memusnahkan suatu daerah, kecuali penduduknya yang zalim. Anak laki-laki durhaka kepada orang tua, istri berani kepada suami, banyak terjadi perampokan, pembunuhan, dan perzinahan. Tirani dan kejahatan tanpa akhir ini mengundang bencana dengan cepat.
Kedua, perusakan alam secara sistematis dan masif. Surat Ar-Rum ayat 41 mengingatkan kita bahwa telah muncul kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan manusia jahil, agar mereka merasakan akibat perbuatannya dan kembali kepada-Nya.
Ketiga, karena pemimpin itu tidak bermoral dan tidak adil terhadap rakyatnya. Bacalah dengan iman wahai warga negara Indonesia yang mulia, “Jika kita ingin menghancurkan suatu negara, akhlak diingatkan untuk taat kepada Allah, meskipun maksiat tetap berbuat zalim, tetapi menghianati aku dan makhlukku, maka itulah yang mereka lakukan. Benar. bencana akan datang."
Keempat, orang baik itu diam. Bukan berarti tidak ada orang baik. Masih banyak orang baik di negeri ini. Tapi mereka lebih suka diam. Dan nikmati kejahatannya.

Natural Disasters

The causes of natural disasters are divided into 2, namely the nature of nature itself and also human activities, such as earthquakes whose natural causes are shifts/collisions of the earth's plates.
In Indonesia, volcanic eruptions occur because they are located in the Pacific Ring of Fire or what is commonly called the Ring of Fire.

Natural disasters are not only caused by the natural nature of nature, but also caused by arbitrary human actions on the environment. Such as floods caused by human negligence in disposing of garbage in rivers, landslides caused by human logging.
Please note, that natural disasters also have a positive impact on life. Like :
(1) earthquakes that make minerals and precious stones rise to the surface making it easier to mine
(2) volcanic eruptions which make the soil more fertile due to precipitated volcanic ash
(3) earthquakes that create new landmass and widening of the coast
(4) increase human alertness.
(5) triggering scientists to create new technologies that can minimize the possibility of natural disasters.


Penyebab bencana alam terbagi menjadi 2 yaitu sifat alam itu sendiri dan juga ulah manusia, seperti gempa bumi yang penyebab alamiahnya adalah pergeseran/tumbukan lempeng bumi.
Di Indonesia, letusan gunung berapi terjadi karena berada di Cincin Api Pasifik atau yang biasa disebut Ring of Fire.

Bencana alam tidak hanya disebabkan oleh sifat alami alam, tetapi juga disebabkan oleh tindakan manusia yang sewenang-wenang terhadap lingkungan. Seperti banjir akibat kelalaian manusia membuang sampah di sungai, tanah longsor akibat penebangan manusia.
Perlu diketahui, bahwa bencana alam juga berdampak positif bagi kehidupan. Menyukai :
(1) gempa bumi yang membuat mineral dan batu mulia naik ke permukaan sehingga lebih mudah ditambang
(2) letusan gunung berapi yang membuat tanah menjadi lebih subur akibat endapan abu vulkanik
(3) gempa bumi yang menciptakan daratan baru dan pelebaran pantai
(4) meningkatkan kewaspadaan manusia.
(5) memicu ilmuwan untuk menciptakan teknologi baru yang dapat memperkecil kemungkinan terjadinya bencana alam.