Conflict of Interest Political

A conflict of interest is a situation where a state administrator who is granted power and authority based on laws and regulations has or is suspected of having a personal interest in any use of his authority so that it can affect the quality and performance that should be.
Conflict caused by a person prioritizing his personal interests rather than the interests of the organization or the public, without considering fairness or honesty.
Conflict of Interest Solutions
a. Prioritizing the Public Interest.
b. c. Creating Transparency in Handling and Oversight of Conflicts of Interest.
e. Encourage Personal Responsibility and Exemplary.
f. Creating and Fostering an Organizational Culture that is Intolerant of Conflicts of Interest is Structured
Conflict management influences decision making in a positive direction, which means that the higher the level of conflict management, the higher the level of decision making.
factors that can make us tend to make the wrong decision.
1. Too hasty. ...
2. Excessive optimism.
3. Medium multi-tasking.
4. There is a distraction.
5. Less able to make pros and cons.
6. Unstable emotional condition.
There are five impacts of social conflict found in this study, namely:
1) a stronger sense of group solidarity,
2) the destruction of group unity,
3) changes in the individual,
4) the destruction of social values and norms,
5) loss of property and human casualties.
Factors supporting the successful handling of conflicts of interest include commitment and exemplary leadership, participation and involvement of state administrators, special attention to certain matters, preventive measures, enforcement of conflict of interest policies, monitoring and evaluation.
Conflict resolution is the occurrence of assimilation or unification of the parties that were previously in conflict. If assimilation has occurred, the process of cooperation and coordination will occur more easily.


Konflik kepentingan adalah situasi dimana seorang penyelenggara negara yang mendapatkan kekuasaan dan kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan memiliki atau diduga memiliki kepentingan pribadi atas setiap penggunaan wewenang yang dimilikinya sehingga dapat mempengaruhi kualitas dan kinerja yang seharusnya.
Konflik yang disebabkan karena seseorang mengutamakan kepentingan pribadinya daripada kepentingan organisasi atau publik, tanpa mempertimbangkan keadilan maupun kejujuran.
Solusi Conflict of Interest
a. Mengutamakan Kepentingan Publik.
b. Menciptakan c.Keterbukaan Penanganan dan Pengawasan Konflik Kepentingan.
e. Mendorong Tanggung Jawab Pribadi dan Sikap Teladan.
f. Menciptakan dan Membina Budaya Organisasi yang Tidak Toleran Konflik Kepentingan Tersusun
Manajemen konflik memberi pengaruh terhadap pengambilan keputusan dengan arah positif, yang berarti semakin tinggi tingkat manajemen konflik maka semakin tinggi pula tingkat pengambilan keputusan.
faktor yang bisa membuat kita cenderung salah mengambil sebuah keputusan.
1. Terlalu terburu-buru. ...
2. Optimistis yang berlebihan.
3. Sedang multi-tasking.
4. Adanya distraksi.
5. Kurang bisa membuat pro dan kontra.
6. Kondisi emosi yang kurang stabil.
Dampak konflik sosial yang ditemukan dalam penelitian ini ada lima yaitu :
1) bertambah kuatnya rasa solidaritas kelompok,
2) hancurnya kesatuan kelompok,
3) perubahan dalam diri individu,
4) hancurnya nilai-nilai dan norma sosial,
5) hilangnya harta benda dan korban manusia.
Faktor pendukung keberhasilan penanganan konflik kepentingan meliputi komitmen dan keteladanan pemimpin, partisipasi dan keterlibatan para penyelenggara negara, perhatian khusus atas hal tertentu, langkah-langkah preventif, penegakan kebijakan konflik kepentingan, pemantauan dan evaluasi.
Resolusi konflik adalah terjadinya asimilasi atau penyatuan pihak-pihak yang tadinya berkonflik. Jika sudah terjadi asimilasi maka prosesi kerjasama dan koordinasi akan lebih mudah terjadi.

The difference between Redenomination and Sanering

Redenomination is simplification of currency values without changing its purchasing power, while sanering is cutting currency values which reduces its purchasing power. Redenomination is carried out in stable and healthy economic conditions, while sanering is carried out in unhealthy economic conditions.
Redenomination is sometimes equated with sanering (cutting currency). Redenomination and sanering have vast differences, namely there are 3 differences;
1. Changes in currency values,
The redenomination is a simplification of Rp. 1,000 to Rp. 1, meanwhile
Sanering is a currency deduction of IDR 50,000 to IDR 25,000
2. Economic Conditions
This redenomination or simplification is usually carried out when economic conditions are good and stable. Such as good growth, controlled inflation and a maintained exchange rate.

Meanwhile, sanering is carried out because there is turmoil in a country's economy, for example hyperinflation.

3. Application process.
Redenomination takes a long time (7-8 years) from planning to implementation. The reason is, there are 3 stages needed, namely preparation or socialization, a transition period from a currency that has 3 zeros behind it to a currency that has been simplified, as well as a long withdrawal period.

Meanwhile, sanering is generally carried out suddenly in urgent economic conditions. In historical records, the Indonesian government conducted sanering 3 times, namely in 1950, 1959 and 1965. In 1965, the sudden implementation of sanering and lack of outreach led to an economic crisis and social unrest.


Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengubah daya belinya, sedangkan sanering adalah pemotongan nilai mata uang yang menurunkan daya belinya. Redenominasi dilakukan dalam kondisi ekonomi stabil dan sehat, sedangkan sanering dilakukan dalam kondisi ekonomi tidak sehat.

Redenominasi terkadang disamakan dengan sanering (pemotongan nilai mata uang). Redenominasi dan sanering punya perbedaan yang jauh, yaitu ada 3 perbedaan;
1. Perubahan nilai mata uang,
Redenominasi penyederhanaan penulisan Rp 1.000 menjadi Rp 1. sedangkan
Sanering merupakan pemotongan mata uang Rp 50.000 menjadi Rp 25.000
2. Kondisi Ekonomi
Redenominasi atau penyederhanaan ini biasanya dilakukan jika kondisi ekonomi sedang baik dan stabil. Seperti pertumbuhan yang baik, inflasi terkendali dan nilai tukar yang terjaga.

Sementara, sanering dilakukan karena ada gejolak pada perekonomian suatu negara, misalnya hiperinflasi.

3. Proses penerapan.
Redenominasi memerlukan waktu yang panjang (7-8 tahun) mulai dari perencanaan hingga penerapannya. Pasalnya, ada 3 tahap yang diperlukan yakni persiapan atau sosialisasi, masa transisi dari mata uang yang memiliki 3 angka nol di belakangnya menuju mata uang yang sudah disederhanakan, serta masa penarikan yang terbitan lama.

Sedangkan, sanering pada umumnya dilakukan secara mendadak dalam kondisi perekonomian yang mendesak. Dalam catatan sejarah, pemerintah Indonesia pernah melakukan sanering sebanyak 3 kali, yakni pada tahun 1950, 1959, dan 1965. Pada tahun 1965 itu, penerapan sanering yang mendadak dan kurangnya sosialisasi menyebabkan krisis ekonomi dan kerusuhan masyarakat.

Negative Impact of Oligarchy

Ikon Diverifikasi Komunitas
Oligarchy is a form of government in a country where power is held by a certain group. This group is made up of people with strong influence, which can be seen from their wealth, education, to their relationship with the government and even the military.

Minority groups seek to reach the pinnacle of power through different means of accumulating wealth and power. In the end, the rights of the common people are sidelined or even ignored.

Oligarchy is not a formal system of government of a country, but only a way used by a group of elites for their own interests. That said, wealth is the key to oligarchy.

The negative impact of the oligarchy is.

A. Oligarchy and the potential for the formation of political dynasties.
B. Oligarchy undermines democracy.
C. Eliminating Citizens' Participation Rights
If a country.
D. Threatened Community Welfare.

The main problem of democracy is that its political costs are very expensive. Cause many competent people can not take part in elections, both at the legislative and executive levels. This is of course a joint problem from time to time every time an election is held. In the end, the people are only used as a tool to pursue the interests of the oligarchy solely through transactional politics.

Democracy should be able to be a system of government of the people, by the people and for the people. In this context, democracy without demos is of course an anomaly, or even contradictory. We know that the highest power should be in the hands of the people, not transferred to officials or political oligarchs.


Oligarki adalah suatu bentuk pemerintahan dalam suatu negara yang kekuasaannya dipegang oleh kelompok tertentu. Kelompok ini dari orang-orang dengan pengaruh yang kuat, bisa dilihat dari kekayaan, pendidikan, hingga hubungannya dengan pemerintahan bahkan militer.

Kelompok minoritas berusaha untuk mencapai puncak kekuatan melalui cara yang berbeda untuk menimbun kekayaan dan kekuatan. Pada akhirnya hak-hak milik rakyat kecil menjadi dikesampingkan bahkan tidak dipedulikan.

Oligarki bukanlah sistem resmi pemerintahan sebuah negara, melainkan hanya sebuah jalan yang digunakan oleh sekelompok elit untuk kepentingan mereka sendiri. Bisa dikatakan, kekayaan adalah kunci dari oligarki.

Dampak negatif oligarki adalah.

A. Oligarki dan potensi terbentuknya dinasti politik.
B. Oligarki menggerus demokrasi.
C. Menghilangkan Hak Partisipasi Warga Negara
Jika sebuah negara.
D. Terancamnya Kesejahteraan Masyarakat.

Masalah utama demokrasi yang utama adalah biaya politiknya yang sangat mahal. Menyebabkan banyak orang yang berkompeten tidak dapat mengikuti pemilu, baik di tingkat legislatif maupun eksekutif. Hal ini tentu menjadi permasalahan bersama dari waktu ke waktu setiap kali pemilu dijalankan. Pada akhirnya rakyat hanya dijadikan alat untuk mengejar kepentingan oligarki semata dengan politik transaksional.

Demokrasi seharusnya mampu menjadi sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dalam konteks ini, demokrasi tanpa demos tentu saja merupakan anomali, atau bahkan kontradiktif yang kita tahu bahwa seharusnya kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat bukan malah dialihkan ke para pejabat ataupun oligarki politik.

What is your favorite genre of music?

Favorite music genres are: Pop Rock with ballad lyrics that are cool to hear but have a deep meaning in life. Some Jazz, Bossas and dangdut music. It's nice to hear the chanting of a musical instrument and the strength of the character of a singer besides being beautiful to enjoy the song

Denomination

Denomination is a term that refers to the classification of the original nominal value of a security (face value) owned by financial instruments such as foreign exchange, coins, bonds and a number of other fixed investment income.

n.

On the other hand, this term is also related to brand which refers to the classification of a nominal value or face value of securities owned by financial services such as foreign exchange, coins, bonds and various other fixed investment vehicles.

The term is also commonly used in determining the base rate for transactions or financial asset rates.

With this classification, it aims to make it easier when determining the type of payment to be accepted in a trade transaction.

For example, an example of denominations that occurred in the United States, that banknotes issued by ATMs were only available in certain denominations.

For example, some ATMs only offer US$20 and US$100 banknotes, while other ATMs provide US$50 and US$10 banknotes.

This aims to facilitate the types of payments made and transactions that will be accepted.

Another example of the occurrence in trade transactions, exporters based in Europe will bill in US dollars.

This makes transactions only possible using US dollars.



Istilah denominasi mengacu pada klasifikasi nilai untuk sekuritas, obligasi dan investasi lainnya. Pada prosesnya, penentuan nilai ini dapat membantu denominasi juga diartikan sebagai harga dari sebuah surat-surat berharga seperti sertifikat bank dan lain sebagainya.

Di sisi lain, istilah ini juga berkaitan dengan merk yang mengacu pada klasifikasi sebuah nilai nominal atau face value sekuritas yang dimiliki oleh jasa keuangan seperti valutas asing, koin, obligasi dan berbagai sarana investasi tetap lainnya.

Istilah ini juga biasanya digunakan dalam menentukan kurs dasar transaksi atau kurs aset keuangan.

Dengan adanya klasifikasi tersebut bertujuan untuk memudahkan saat menentukan jenis pembayaran yang akan diterima dalam suatu transaksi perdagangan.

Misalnya, contoh denominasi yang terjadi di Amerika Serikat, bahwa uang kertas yang dilekuarkan oleh ATM hanya tersedia dalam denominasi tertentu.

Seperti beberapa ATM hanya menawarkan uang kertas US$20 dan US$100, dan ATM lain menyediakan uang kerta US$ 50 dan US$10.

Hal ini bertujuan untuk memudahkan jenis pembayaran yang dilakukan dan transaksi yang akan diterima.

Contoh lain terjadinya dalam transaksi perdagangan, eksportir yang berbaasis di Eropa akan menagih dalam dolar AS.

Hal tersebut membuat transaksi hanya dapat dilakukan menggunakan dolar AS.