We know each other but we don't necessarily have each other. When we can have you, it turns out there is time that limits us. We are always looking forward to the next journey of life. The next beautiful task is easily the most beautiful, just being able to say the sentence Tawheed. After that, we will take you and your extended family to a place of eternal beauty. A new house and its contents will never be boring. We are lucky, the Ummah of Muhammad Rosulullaah, because we were given Intercession. A noble place was given. There we satisfactorily looked at the Most Honorable Commander of our Prophet, while chatting. Ohh Allaah, give Rosulullaah the place closest to You, oh Rabb. We, the Ummah, miss the end times.
Kita saling mengenal tapi belum tentu bisa saling memiliki. Ketika bisa memilikkimu ternyata ada waktu yang membatasi kita. Kita selalu dinantikan pada perjalanan hidup berikutnya. Tugas indah berikutnya mudah paling indah, hanya mampu mengucapkan kalimat Tauhid. Setelah itu, kita bawa Ibu Bapak beserta keluarga besar menuju tempat yang indah abadi. Rumah baru bersama isinya yang tak akan membosankan. Beruntunglah kita Ummat Muhammad Rosulullaah, karena kita diberi Syafaat. Tempat muliapun diberikan.Disana kita dengan puas menatap Panglima Termulia Nabi kita, sambil bercakap-cakap. Ya Allaah, berikan Rosulullaah tempat yang paling dekat dengan Mu, ya Rabb. Kami Ummat Akhir zaman merindukan
What’s the best piece of advice you’ve ever received?
Indonesia
Inggris
The best advice I ever received: divorce is hated by Allaah, but causing damage to the earth is not permissible. Only you have the right to choose your life choices.
Life doesn't need to be thought about but it does need thinking.
The advice is in the form of: Look at the quality content. Pay attention to the weight of the advice, not who is speaking. For example, when small children talk about kindness in the form of guidance, it must be accepted. Don't look at words because they are old.
About Intelligence
The meaning of words related to intelligence is:
1. Intelligence, namely showing a high level of intelligence, sharp thinking, intelligent and sensible.
2. Intelligence, namely the power to make quick and precise reactions or adjustments both physically and mentally to new experiences, making the experience and knowledge that one already has ready to be used when faced with facts.
3. Intelligence, namely intelligent people or intellectuals.
4. Intelligence is a person whose job is to search for information for the needs of an organization, group or individual. (Basic Theory of Intelligence, National Police Security Intelligence Education Center of the Republic of Indonesia).
The definition of intelligence can also be divided into three parts, namely:
1. Intelligence as an activity, namely all efforts, actions and activities that are realized in the form of investigation, security and mobilization.
2. Intelligence as an organization, namely as an agency or tool used to carry out intelligence activities in accordance with its functions, namely investigation, security and mobilization, for example: State Intelligence Agency (BIN, MI6, Mossat, FBI, KGB), Security Intelligence Unit ( Police), Intelligence in the Prosecutor's Office, Intelligence in the Ministry of Finance and others.
3. Intelligence as a product, namely information material that has been processed which is then submitted to the leadership/party who needs it to be used as material for preparing plans, policies, and making decisions/actions that will be taken
Pengertian kata terkait intelijen adalah :
1. Inteligen yaitu menunjukkan tingkat kecerdasan yang tinggi, berpikir yang tajam, cerdas dan berakal.
2. Inteligensi yaitu daya membuat reaksi atau penyesuaian yang cepat dan tepat baik secara fisik dan mental terhadap pengalaman baru, membuat pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki siap untuk dipakai apabila dihadapkan pada fakta.
3. Inteligensia yaitu kaum cerdik pandai atau para cendekiawan.
4. Intelijen yaitu orang yang bertugas untuk mencari bahan keterangan untuk kebutuhan organisasi, kelompok, atau perorangan. (Teori Dasar Intelijen, Pusat Pendidikan Intelijen Keamanan Kepolisian Republik Indonesia)
Pengertian intelijen dapat dibagi juga dalam tiga bagian, yaitu:
1. Intelijen sebagai kegiatan, yaitu segala usaha, tindakan dan kegiatan yang diwujudkan dalam bentuk penyelidikan, pengamanan dan penggalangan.
2. Intelijen sebagai organisasi, yaitu sebagai badan atau alat yang digunakan untuk menggerakkan kegiatan-kegiatan intelijen sesuai dengan fungsinya yaitu penyelidikan, pengamanan dan penggalangan, contohnya: Badan Intelijen Negara (BIN, MI6,Mossat,FBI,KGB), Satuan Intelijen Keamanan (Kepolisian), Intelijen di Kejaksaan, Intelijen di Departemen keuangan dan lain-lain.
3. Intelijen sebagai produk, yaitu bahan keterangan yang sudah diolah yang selanjutnya disampaikan kepada pimpinan/ pihak yang membutuhkan untuk digunakan sebagai bahan penyusunan rencana, kebijakan, dan pengambilan keputusan/ penindakan yang akan ditempuh
Intelligence Discourse
Intelligence is a person whose job is to search for information for the needs of an organization, group or individual.
Intelligence functions include carrying out investigations, security and mobilization. This also includes searching, finding and processing information as input for policy formulation and decision making.
Intelligence must be intelligent in reading and handling threats. With this intelligence (not power) intelligence should be able to minimize potential threats, close vulnerabilities and reduce risks due to security disturbances.
An Intelligence Network is a relationship between individuals, groups and certain agencies that can provide data and/or information or material for the purposes of intelligence tasks.
Types of tests for Intelligence.
1. Basic Competency Selection
2. Psychological tests.
3. Physical and mental health tests.
4. Physical fitness test.
5. Ideological mental test and interview, as well as final determination.
Intelijen yaitu orang yang bertugas untuk mencari bahan keterangan untuk kebutuhan organisasi, kelompok, atau perorangan.
Fungsi intelijen di antaranya menyelenggarakan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan. Termasuk pula mencari, menemukan, dan mengolah informasi sebagai bahan masukan untuk perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan.
Intelijen harus cerdas dalam membaca dan menangani ancaman, dengan kecerdasan (bukan kekuasaan) inilah harusnya intelijen bisa memperkecil potensi ancaman, menutup celah kerawanan dan menurunkan risiko karena gangguan keamanan.
Jaringan Intelijen adalah hubungan antar perorangan, kelompok maupun instansi tertentu yang dapat memberikan data dan/atau informasi atau bahan keterangan untuk kepentingan tugas intelijen.
Jenis tes uji untuk Intelijen.
1.Seleksi Kompetensi Dasar
2. Tes psikologi.
3. Tes kesehatan fisik dan jiwa.
4. Tes kesamaptaan jasmani.
5. Tes mental ideologi dan wawancara, serta penentuan akhir.
Conspiracy Network
Conspiracy Network
In competitive matches, the serious problem faced is the opponent's cheating, not performance competition. Talking about monitoring, supervision, foresight is more important than intelligence. Because carefulness is prioritized regarding sensitivity when systemic conspiracy fraud occurs in the field. Sensitivity makes us sharper instincts, many inner clues will guide the judges in the competition.
Conspiracy preparations had been planned a year before the competition was held, they had created several scenarios to anticipate conditions if something unplanned happened. Thorough preparations from soft systems to hard systems are analyzed carefully until final if there is a conflict with the law. Analytical thinking is needed to catch indications of fraud by studying many past events and many social networks that must be mastered. Must master social network systems and cyber applications
Dalam pertandingan kompetisi masalah berat yang dihadapi adalah kecurangan lawannya bukan persaingan prestasi. Bicara monitoring pengawasan kejelian lebih penting daripada kecerdasan. Karena kejelian diprioritaskan menyangkut kepekaan rasa saat terjadi kecurangan secara konspirasi sistemik dilapangan. Kepekaan rasa membawa kita menjadi tajam naluri, banyak petunjuk secara batin akan membimbing juri dalam kompetisi tersebut.
Persiapan konspirasi sudah dilakukan perencanaannya setahun sebelum kompitisi dilakukan, mereka sudah membuat beberapa skenario untuk antisipasi kondisi bila terjadi diluar rencana. Persiapan matang secara soft system hingga hard system dianalisa dengan teliti hingga final bila terjadi gesekan terhadap hukum. Pemikiran analitik sangat dibutuhkan untuk menangkap indikasi kecurangan dengan mempelajari banyak kejadian masa lalu dan banyak jaringan masyarakat yang harus dikuasai. Wajib menguasai jaringan sistem secara sosial maupun aplikasi dunia maya.