Consensus is a phrase to produce or make an agreement that is mutually agreed upon between groups or individuals after debate and research carried out within the intelligence collective to obtain consensus for decision making.
The aim of consensus in society is to maintain the social order in an integrative atmosphere so that social life is always peaceful and harmonious. Therefore, there is a need for agreement on values and interests to bind all partisan consensus.
Consensus is agreed upon jointly between groups or individuals after discussion or debate following collective research.
The first step in building a consensus is to understand the audience, by understanding the beliefs and ideology, religion, traditions as well as the knowledge and ability of the audience in accessing political messages by communicants.
Konsensus adalah sebuah frasa untuk menghasilkan atau menjadikan sebuah kesepakatan yang disetujui secara bersama-sama antar kelompok atau individu setelah adanya perdebatan dan penelitian yang dilakukan dalam kolektif intelijen untuk mendapatkan konsensus pengambilan keputusan.
Tujuan dari konsensus yang ada dalam masyarakat yaitu untuk menjaga tatanan sosial tetap dalam suasana integratif sehingga kehidupan sosial selalu damai dan rukun (harmonis). Karena itu, dibutuhkan adanya kesepakatan atas nilai-nilai (values) dan kepentingan (interest) untuk mengikat semua partisan konsensus.
Konsensus disetujui secara bersama-sama antar kelompok atau individu setelah adanya diskusi atau perdebatan setelah dilakukannya penelitian secara kolektif.
Langkah awal dari membangu konsesnsus adalah memahami khalayak, dengan cara memahami keyakinan dan ideologi, agama, tradisi serta pengetahuan dan kemampuan khalayak dalam mengakses pesan-pesan politik oleh komunikan.
The sharpness of a mother’s words
The impact and dangers of verbal speech are synonymous with prayer. Especially a mother's words. When his words are spoken to his child, the result is that a child's path in life will be hindered all the time. Poor child, his mother will regret it when she sees the results of the words that were made decades ago. Be careful when a mother speaks, think about the consequences. Instead of following anger and selfishness. Please consider this experience and wisdom carefully.
Dampak serta bahayanya dari lisan yang identik dengan doa. Terutama ucapan seorang ibu. Ketika ucapannya keluar kepada anaknya, maka akibatnya langkah hidup seorang anak akan terhalang sepanjang waktu. Kasihan anaknya, ibunya akan menyesal ketika melihat hasil ucapan yang sudah terlanjur dikeluarakan puluhan tahun silam. Berhati-hatilah ketika seorang ibu berlisan, memikirkan akibatnya. Daripada mengikuti amarah dan egois. Ini pengalaman dan hikmahnya tolong dipertimbangkan dengan baik.
Politic Camouflage
When camouflage becomes a person wearing a tie. Carry out missions with the best policy. By increasing the money supply. Memorable, affluent neighborhood. The following plan creates a vision of opening businesses in all sectors, fresh funds with personal guarantees. At first it was on time. Then the objective was changed to be profitable at all costs. Collectinility loan 4, the final is to have a lot of money with shortcuts. Hold the money, rake in profits with monopoly businesses and control the rules that benefit the group. More than half of the country's assets have been controlled. So, create a financial and political scenario that makes it easy for them to move and easy to manage as they please.
Ketika kamuflase menjadi orang berdasi. Melakukan misi dengan kebijakan yang terbaik. Dengan memperbanyak jumlah uang beredar. Berkesan, lingkungan makmur. Plan berikut membuat visi membuka bisnis semua sektor, dana segar dengan jaminan personal garansi. Awalnya tepat waktu. Lalu objektivenya dirubah menjadi wajib menguntungkan dengan semua cara. Pinjaman kolektinilitas 4, finalnya memiliki uang banyak dengan cara pintas. Genggam uangnya, keruk keuntungan dengan bisnis monopoli dan kendalikan aturan yang menguntungkan kelompok. Lebih dari setengah aset negeri, telah dikuasai. Maka, buat skenario keuangan dan politik yang memudakan mereka bergerak serta dengan mudah diatur dengan seenaknya.
What alternative career paths have you considered or are interested in?
What alternative careers have you considered or are interested in?
do business or trade in used cars and used motorbikes.
Become a consultant to the company.
become a lecturer.
Insyaf
When we were little in recitation, we were taught that Ustad only feared Allah, not his creatures. If someone is arrogant, say: don't be afraid of me. We think this is human to Ge eRan. The question is, what do you have? Measurable wealth, just how much? Just what are you? This is a mirror, try looking in the mirror and try to show your true achievements, maybe show what your rank is?
Tomorrow your clothes will only be white cloth without pockets, your vehicle without an engine will be taken away by the neighbors. You are the only one who is afraid of facts, other people are indeed afraid of Allah! When will Insyaf?
Ketika kecil di pengajian, kita diajari Ustad hanya takut kepada Allah bukan mahluknya. Bila ada manusia sombong bilang: jangan takut dengan saya. Kita pikir ini manusia ke Ge eRan. Petanyaannya, kamu punya apa? Kekayaan terukur, hanya sebatas berapa? Anda cuma apa? Ini kaca, coba bercermin dan coba tunjukan prestasi aslimu mungkin perlihatkan apa pangkatmu?
Besok bajumu cuma kain putih tanpa kantong, kendaraanmu tanpa mesin di gotong oleh para tetangga. Kamu saja yang penakut oleh fakta, orang lain memang Takut dengan Allah! Kapan Insyaf?