Be a wise and exemplary parent. Don't just be a parent feeling the most right in front of your child. These characteristics can be seen: only being able to speak in theory which is not proven in practice, such as: interfering in internal problems (child privacy) by not paying attention to social etiquette. Allowed, feel the oldest self. But, that doesn't mean the most effective know; Smart ass. Hey parents, you are self aware. You are also an ordinary human being with problems. When self aware. Should be ashamed, please reflect. What did your past sins look like? If the younger generation knows, even Allah will reveal your disgrace. Nothing more, just a laughing stock for the masses. Before opening your disgrace, be reminded! To be self-aware, know yourself, measure yourself and prepare yourself for your barzakh. Don't even commit a sin that will burden your grave. Approaching the end of our lives we examine ourselves, don't live a life of judging people. Not necessarily, the person you judge is bad. It could be that you are worse in front of Allah, because you misjudge others. Be careful with the remaining age. Be reminded, don't be a human being who is khufur, especially Hasad and ujub.
Jadilah orang tua yang bijak dan patut dicontoh. Jangan hanya menjadi orang tua merasa paling benar dimuka anaknya. Ciri tersebut terlihat: hanya bisa bicara teori tidak terbukti pada prakteknya, seperti: ikut campur aduk dalam permasalahan internal (privacy anak) dengan tidak memperhatikan sopan santun etika bermasyarakat. Dibolehkan, merasa diri yang paling tua. Tapi, bukan berarti paling tahu berkesan; Sok tahu. Hai orang tua, anda sadar diri. Anda juga manusia biasa gudangnya masalah. Bila sadar diri. Harusnya malu, silahkan bercermin diri. Seperti apa bentuk wajah dosamu di masa lalu. Bila generasi muda tahu, bahkan dibuka aibmu oleh Allah. Tidak lebih, hanya jadi bahan tertawaan khalayak ramai. Sebelum dibuka aibmu, diingatkan! Untuk sadar diri, tahu diri, mengukur diri dan persiapkan dirimu menuju barzakhmu. Jangan malah buat dosa yang akan memberatkat beban kuburmu. Mendekati akhir hayat kita mengkaji diri sendiri jangan bergaya hidup menilai orang. Belum tentu, orang yang anda nilai itu buruk. Bisa jadi anda lebih buruk di hadapan Allah, karena salah menilai orang lain. Hati hati dengan umur yang tersisa. Diingatkan, jangan jadi manusia yang khufur nikmat apalagi Hasad dan ujub.