Immortality

After we think in reflection there will be a moment of realization, that life is a fact but this reality is a dream. Waking up from sleep after realizing the spirit has separated from the body. Realizing this, wake up your heart and the dream ends. When he woke up, he was in a 2 meter by 1 meter room that restricted movement by wearing a white uniform from head to toe in a tied state. When it was seen in the dark the presence of 2 dashing guests asked. What's your interest in being here. Hati realized that the two guests were the Angels in charge of asking some simple sentences. After passing another small creature came to the body that was helpless to crush the whole body to the bone except for the human tailbone. The spirit returns to the owner of the universe. Long rest, waiting for the command to rise. In the end it is possible to experience a process in 15 simple realms for an honesty. If not, then feel the pain of torment without mercy. The message is, doing good will pay off in the future. Believe in the Faith you have until the day of your immortality arrives.

Setelah kita berfikir dalam renungan akan ada momen tersadar, bahwa hidup ini fakta akan tetapi kenyataan ini merupakan satu mimpi. Terbangun dari tidur setelah menyadari ruh telah berpisah dari raga. Menyadari hal itu, terbangunlah hatimu maka berakhirlah mimpi. Ketika tersadar diri ini berada di ruang 2 meter kali 1 meter yang membatasi gerak dengan menggunakan seragam putih dari kepala hingga kaki dalam keadaan terikat. Ketika itu terlihat dalam gelap kehadiran 2 tamu yang gagah bertanya. Kepentingan apa kamu berada disini. Hati meyadari bahwa kedua tamu itulah Malaikat bertugas menanyakan beberapa kalimat yang sederhana. Setelah berlalu mahluk kecil lain mendatangi tubuh yang tak berdaya untuk melumat sekujur tubuh hingga habis terkecuali tulang ekor manusia. Ruh pun pulang menuju kepada Pemilik Jagad Raya. Istirahat panjang, menanti saat perintah bangkit. Pada akhirnya dimungkinkan akan mengalami proses pada 15 alam yang sederhana untuk sebuah kejujuran. Bila tidak maka rasakan perihnya siksa tanpa ampun. Pesannya, berbuat baik akan membuahkan hasil di hari nanti. Percayalah dengan Iman yang engkau miliki sampai di hari keabadianmu tiba.

Media Sosial

Keberadaan Media Sosial, berupa :

  1. Televisi
  2. Radio
  3. Webside Publik

Bertujuan untuk mengekspresikan informasi fakta yang terjadi, akan tetapi kenyataan dalam prakteknya media tersebut dijadikan alat kepentingan kekuasaan. Dalam sisi pandang pihak pemilik. Ia ingin melakukan apa saja sesuai kehendaknya, maka terjadilah pergeseran fungsi media. Antara kepentingan pemilik dengan masyarakat yang membutuhkan informasi terkini yang up date. Konflik perbedaan akan lebih dipertajam ketika terjadi kejar target perusahaan, maka ketajaman berita akan di poles sesuai pesanan. Sehingga menimbulkan image yang berbeda dari fakta yang sesungguhnya. Disaat era globalisasi ternyata media sosial berkembang kepada media yang dapat diisi oleh setiap orang menjadi wartawan. Perkembangan gaya informasi 10 tahun terakhir menjadi beralih pada, gaya reporter perorangan dengan tampilan lebih eksklusif karena laporannya saat terjadi peristiwa. Spontanitas berita sangat disukai oleh pemirsa, berdampak pada tingginya rating pemilik Accountnya.

Aims to express information about the facts that occur, but in practice the media is used as a tool for the interests of power. From the owner's point of view. He wants to do whatever he wants, so there is a shift in the function of the media. Between the interests of the owner and the public who need up-to-date information. Conflicts of difference will be further sharpened when the company's target is pursued, so the sharpness of the news will be polished according to order. This creates an image that is different from the actual fact. In the era of globalization, it turns out that social media has developed into media that can be filled by everyone to become a journalist. The development of the information style in the last 10 years has shifted to the individual reporter style with a more exclusive appearance because of his reporting when events occur. The spontaneity of the news is very popular with viewers, which has an impact on the high rating of the account owner.

Data, Fact & Witnes

Ketajaman lidah berupa ucapan ( lebih dahsyat dari pisau atau peluru nuklir ), bila di dukung oleh 3 elemen, berupa : Informasi yang di olah menjadi data, fakta dan saksi. Ketiganya saling mengikat dalam satu sistem skenario yang telah di perhitungkan program “If”, perlu dikembangkan untuk beradaptasi dengan cara yang di kondisikan ( skenario A, B, C ) atau lebih. Saat praktek nya harus dicatat pada tabel cek list secara digital dilengkapi alert sistem , agar mudah mengendalikan saat kritis dan mudah mendokumentasi dalam aplikasi di kondisi tiap menit. Idealnya Program kerja harus seimbang dengan estimasi biaya plus biaya konrdinasi entertaint. Kesempurnaannya selalu ada kekurangan, jaga dengan komunikasi linking pada tiap fungsi. Semoga cara ini efektif dan efisien. Sampai jumpa di artikel berikutnya bersama saya XO.

Alerts

Dalam daging ikan  ada duri … Wajar Alamiah… Tapi kalau, pepapatah, berkata : “ada duri dalam daging” ini tanda bahaya. Alert !!!

In the flesh of fish there are thorns … Naturally Natural … But if, the Pepatah / saying goes, “there are thorns in the flesh” this is a sign of danger. Alerts!!!

Equivalen

There are times when stupid (ignorance) happens, will be used by a child, to cover up his big personal mistakes. One day, the child will take advantage of the situation under the pretext of making his father a shield for a personal big mistake. It was as if his mistake was equivalent to a natural disaster, even daring to sacrifice his youngest brother. Most importantly, He (eldest son) is lucky and washes his hands. It's not a problem for him to sacrifice his little brother, as long as he's safe. Let's gather together by closing and straightening rows, like we comb hair. May we survive the calamity that comes from within our own bodies. Alert.

Ada kalanya bodoh (ketidak tahuan) yang terjadi, akan dimanfaatkan oleh seorang anak, untuk menutupi kesalahan besar pribadinya. Suatu saat nanti anak akan memanfaatkan kondisi dengan berdalih (tipu muslihat) menjadikan Bapaknya sebagai tameng kesalahan besar pribadi. Seolah, kesalahannya di equivalenkan menjadi kejadian bencana alam, bahkan berani mengorbankan adiknya. Yang penting, Dia (kakak) beruntung dan cuci tangan. Bukan masalah untuk dia mengorbankan sang Adik, asalkan dia aman. Mari himpun kebersamaan dengan merapatkan dan meluruskan barisan, seperti kita menyisir rambut. Semoga kita selamat dari celah bencana yang datang dari dalam tubuh sendiri. Waspada.