Stories about life experiences.
There are many incidents in the world of past friendships.
When we were little, when we were teenagers, even as adults we played and shared thoughts together. When work separates togetherness and family life becomes busy. At that time, there was a psychological change in human character. One influence: friends, social environment, life partner, lifestyle. That critical moment changed his mindset.
So don't be surprised! When we meet old friends, it's as if we don't know those old friends. Looks arrogant, because he has a position. Feels Annoying, feels smarter. It's not important to think about. Because today we have a new friend; family and neighbors.
Old friends are still kind to us physically and mentally, which is a bonus from God. An expensive gift that we can carry together in our old age. Hopefully this friendship will provide benefits in the future in the eternal dimension of life. when we return to take responsibility for the present.
Play out your life scenario to become a good role on the world stage. In the future, you will be lucky to have very good friends. The friend had many healthy and prosperous times. But there are only a few friends in life, their presence is always there in times of joy and sorrow.
Kawan Lama dan Sahabat baru.
Cerita tentang pengalaman hidup.
Banyak kejadian dalam dunia pertemanan masa lalu.
Saat kecil, saat remaja, bahkan menuju dewas kita bermain dan sharing pikiran bersama. Saat pekerjaan memisahkan kebersamaan dan kehidupan berkeluarga menyibukan. Saat itu, terjadi perubahan psikologis karakter manusia. Salah satu pengaruh: teman, lingkungan pergaulan, pasangan hidup, gaya hidup. Saat kritis itulah merubah pola pikirnya.
Jadi jangan kaget! Ketika bertemu teman lama, seperti kita tidak mengenal teman lama tersebut. Terlihat angkuh, karena punya jabatan. Terasa Mengesalkan, merasa lebih pintar. Itu tidak penting dipikirin. Karena hari ini kita punya sahabat baru; keluarga dan tetangga.
Kawan lama masih baik lahir batin kepada kita, merupakan bonus dari Tuhan. Anugerah mahal yang kita bisa mengkuir bersama saat diusia senja. Semoga persahabatan ini memberikan safaat kelak pada dimensi kehiduoan yang abadi. saat kita kembali untuk mempertanggung jawabkan saat ini.
Mainkan skenario hidupmu menjadi peran yang baik di panggung kehidupan dunia. Kelak, engkau beruntung memiliki sahabat yang teramat baik. Teman itu banyak saat sehat dan makmur. Tapi sahabat hanya sedikit dalam hidup, kehadirannya selalu ada disaat suka dan duka.
PsyWar
Psywar is psychological warfare which in Indonesian is called psychological warfare or mental terror. In the world of football, psywar will provide psychological pressure that can trigger anxiety in players.
Psywar is an abbreviation of Psychological Warfare or psychological warfare. It is a technique or strategy used in war or conflict to influence the perceptions, attitudes, and behavior of certain people or groups with the aim of achieving desired goals.
a form of offensive propaganda launched by two or more parties with opposing opinions.
A form of offensive propaganda launched by two or more parties with opposing opinions. Psychological warfare or psychological warfare is a form of offensive propaganda waged by two or more parties with opposing opinions.
Psywar adalah pyschological warfare yang dalam bahasa Indonesia disebut perang psikologis atau teror mental. Dalam dunia sepakbola, psywar akan memberikan tekanan psikologis yang bisa memicu munculnya kecemasan pada diri pemain.
Psywar adalah singkatan dari Psychological Warfare atau perang psikologis. Ini adalah teknik atau strategi yang digunakan dalam perang atau konflik untuk mempengaruhi persepsi, sikap, dan perilaku orang atau kelompok tertentu dengan tujuan mencapai tujuan yang diinginkan.
suatu bentuk propaganda ofensif yang dilancarkan dua atau lebih pihak yang saling bertentangan pendapat.
Suatu bentuk propaganda ofensif yang dilancarkan dua atau lebih pihak yang saling bertentangan pendapat. Peperangan psikologis atau perang urat saraf adalah suatu bentuk propaganda ofensif yang dilancarkan dua atau lebih pihak yang saling bertentangan pendapat.
Life
Hidup ini tidak bisa hanya diukur dengan kata-kata tapi hidup ini realita. Janji silahkan janji tapi butuh implementasi. Bila hanji sebatas ucapan saja lebih baik, anda berkunjung ke laut untuk berbicara dengan ombak dan karang. Karena, ikanpun sudah cerdas untuk mengetahui siapa anda sesungguhnya!
This life cannot only be measured in words, but life is reality. Promise, please promise but it requires implementation. If hanji is just a greeting, it’s better if you visit the sea to talk to the waves and coral. Because even fish are smart enough to know who you really are!
Moral Crisis
Increasingly, there are frequent battles. The disputes are getting hotter day by day, accusing each other and feeling that they are right. In fact, this is an act that violates the rights of people in a sovereign colony.
The essence of everything that happened was due to a moral crisis and diminishing morals. When young people don't want to respect seniors, because their rights are stolen. The old ones, the majority do not position people as humans should.
The world is too old to witness the damage to nature that humans are doing today. Nature has its guts dug out, forests are bald because of wild ambition. Sooner or later this earth will erupt in anger. Wait for the time, because you don't even have time to dream
Semakin hari sering terjadi pertempuran. Kian hari semakin panas pertikaian, saling tuduh dan merasa paling benar. Padahal itu perbuan yang menabrak hak orang dalam suatu koloni berdaulat.
Inti semua yang terjadi, dikarenakan krisis moral serta adab yang menipis. Ketika yang muda tidak mau menghormati kepada senior, karena haknya dicuri. Yang tua, mayoritas tidak memposisikan orang sebagaimana semestinya manusia.
Dunia sudah terlalu tua menyaksikan kerusakan alam yang dilakukan manusia saat ini. Alam di gali isi perutnya, hutan dibotaki karena ambisi yang liar. Cepat atau lambat bumi ini akan meletus kemarahannya. Tunggu waktunya, karena mimpipun tak sempat
Disaster Mitigation
Mitigation is one way to deal with disasters. Mitigation activities are carried out to reduce and minimize the consequences of disasters. The mitigation period is long. Things that need to be prepared are physical readiness, alertness and mobilization ability.
Examples of activities include making maps of disaster-prone areas, making earthquake-resistant buildings, planting mangrove trees, reforesting forests, as well as providing outreach and raising awareness of people living in disaster-prone areas.
Mitigation is divided into 2 types, namely structural mitigation and non-structural mitigation.
Implementation of disaster prevention and mitigation, including:
Publish maps of disaster-prone areas.
1. Install danger warning and prohibition signs in disaster-prone areas. ...
2. Develop human resources.
certain.
3. Providing in-depth counseling and education to communities in disaster-prone areas.
Risk Mitigation Stages are:
1. How to choose mitigation options,
2. Develop an action plan,
3. Determine the residual level
4. Expectations, carrying out action plans, monitoring remaining risks.
Disaster management:
Maintain the surrounding environment. ...
Avoid building a house on the edge of a river. ...
Implement selective logging and reforestation programs. ...
Throw garbage in its place. ...
Diligently Clean Drains. ...
Building a Breakwater. ...
Mangrove/Mangrove Forest.
The background is that we have to carry out disaster mitigation
With these disaster mitigation activities; It is hoped that it will be able to provide education to the public regarding what to do before, during and after a disaster occurs. In this way, minimizing the number of victims during a disaster can be achieved.
What does the disaster SOP cover?
a. rapid and precise assessment of location, damage and resources;
b. determining the status of a disaster emergency;
c. rescue and evacuation of disaster-affected communities;
d. fulfilling basic needs;
e. protection of vulnerable groups; and
f. immediate restoration of vital infrastructure and facilities.
Mitigasi adalah salah satu cara menanggulangi bencana. Kegiatan mitigasi dilakukan untuk mengurangi dan memperkecil akibat terjadinya bencana. Jangka waktu dari mitigasi adalah panjang. Hal-hal yang perlu disiapkan, yakni kesiapan fisik, kewaspadaan, dan kemampuan mobilisasi.
Contoh kegiatannya antara lain membuat peta wilayah rawan bencana, pembuatan bangunan tahan gempa, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, serta memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Mitigasi dibagi menjadi 2 jenis, yakni mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.
Pelaksanaan pencegahan dan mitigasi bencana, antara lain:
Menerbitkan peta wilayah rawan bencana.
1. Memasang rambu-rambu peringatan bahaya dan larangan di wilayah rawan bencana. ...
2. Mengembangkan sumber daya manusia.
tertentu.
3. Memberi penyuluhan serta pendidikan yang mendalam terhadap masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana.
Tahapan Mitigasi Risiko yaitu :
1. Bagaimana memilih opsi mitigasi,
2. Menyusun rencana aksi,
3. Menentukan level residual
4.Harapan, menjalankan rencana aksi, memantau resiko tersisa.
Penanggulangan Bencana:
Menjaga lingukungan sekitar. ...
Hindari membuat rumah di pinggiran sungai. ...
Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi. ...
Buanglah sampah pada tempatnya. ...
Rajin Membersihkan Saluran Air. ...
Membangun Pemecah Gelombang. ...
Hutan Mangrove/Bakau.
Latarbelakang kita harus melakukan mitigasi bencana
Dengan adanya kegiatan mitigasi bencana tersebut ; diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan pada saat sebelum, saat terjadi, dan setelah terjadinya bencana. Sehingga dengan demikian, peminimalisiran jumlah korban saat terjadinya bencana dapat tercapai.
SOP bencana meliputi apa saja?
a. pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi,kerusakan, dan sumber daya;
b. penentuan status keadaan darurat bencana;
c. penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana;
d. pemenuhan kebutuhan dasar;
e. perlindungan terhadap kelompok rentan; dan
f. pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.