One of the ways / forms of crime by destroying certain community groups systematically and intentionally. Derived from the Greek, namely Genos which means race and Cide which means murder. For example: Creating living conditions that result in the physical destruction of the group. Forcibly transferring children from one group to another. Deliberately killing every member of a group. Resulting in severe physical and mental suffering to group members.
Salah satu cara / bentuk kejahatan dengan memusnahkan kelompok masyarakat tertentu secara sistematis dan disengaja. Berasal dari bahasa Yunani, yakni Genos yang berarti ras dan Cide yang artinya pembunuhan. Misalnya: Menciptakan kondisi kehidupan yang betdampak kemusnahan kelompok secara fisik. Memindahkan paksa anak-anak dari kelompok tertentu, ke dalam kelompok yang lainya. Dengan sengaja membunuh tiap anggota pada suatu kelompok. Berakibat berat penderitaan fisik dan mental terhadap anggota kelompok.
Characteristics of the Prophet’s Inheritance Scholars. 曆Fear Allah SWT. 曆Charity with all his knowledge. 曆His heart is clean from shirk and immorality, and is not greedy for creatures in the world. 曆Continuing the prophet’s duties, namely teaching, educating, cleansing the hearts of the people from shirk and immorality as well as preaching and ordering according to Allah’s commands.
Ciri Ulama Pewaris Nabi. 曆Takut akan Allah SWT. 曆 Beramal dengan segala ilmunya.曆 Hatinya bersih dari syirik & maksiat, serta tidak tamak kepada makhluk di dunia. 曆Meneruskan tugas nabi, yaitu mengajar, mendidik, membersihkan hati umat dari syirik, maksiat, berdakwah dan ikuti perintah Allah
Dalam buku Mizan Al ‘Amal, Imam Ghazali menjelaskan alasan mengapa manusia takut terhadap mati. Pertama, karena ia ingin bersenang-senang dan menikmati hidup ini lebih lama lagi.
Kedua, ia tidak siap berpisah dengan orang-orang yang dicintai, termasuk harta dan kekayaannya yang selama ini dikumpulkannya dengan susah payah. Ketiga, karena ia tidak tahu keadaan mati nanti seperti apa. Keempat, karena ia takut pada dosa-dosa yang selama ini ia lakukan.
Alhasil, manusia takut karena ia tidak pernah ingat kematian dan tidak mempersiapkan diri dengan baik dalam menyambut kehadirannya. Manusia, kata Ghazali, biasanya ingat kematian hanya kalau tiba-tiba ada jenazah lewat di depannya. Seketika itu, ia membaca istirja’: ”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”
Namun, istirja‘ yang dibaca itu hanyalah di mulut saja, karena ia tidak secara benar-benar ingin kembali kepada Allah dengan ibadah dan amal saleh.
Jadi, kalau demikian, agar tidak alergi dan fobia dengan kematian, manusia, menurut Ghazali, harus sering-sering ingat kematian sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ”Perbanyaklah olehmu mengingat kematian, si penghancur segala kesenangan duniawi.” (HR Ahmad).
Menurut Ghazali, ingat kematian menimbulkan banyak kebaikan. Manusia tidak ngotot dalam mengejar pangkat serta kemewahan dunia. Ia bisa menjadi legawa (qonaah) dengan apa yang dicapainya sekarang, serta tidak akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisi pribadinya.
Kebaikan lain, manusia bisa lebih terdorong untuk bertobat alias berhenti dari dosa-dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil. Lalu, kebaikan berikutnya, manusia bisa lebih giat dalam beribadah dan beramal saleh sebagai bekal untuk kebaikannya di akhirat kelak.
Dengan berbagai kebaikan ini, orang-orang tertentu seperti kaum sufi tidak takut dan tidak gentar menghadapi kematian. Mereka
Inilah anugerah dan kabar gembira dari Allah kepada mereka. Firman-Nya, ”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata, ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu’.” (QS Fushshilat: 30)
2 kondisi berbeda. Namun, ada kaitan di antara keduanya. Orang dengan PPOK tingkat lanjut memiliki risiko tinggi untuk terkena pneumonia. Orang yang mengidap PPOK juga lebih berisiko untuk terkena gagal pernapasan terkait eksaserbasi PPOK (flare-up) dan pneumonia.null
PPOK atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD) adalah kelompok penyakit yang merusak paru-paru dan membuat sulit untuk bernapas.
Penyakit ini dapat mengurangi pasokan oksigen ke darah karena terblokirnya jalan napas akibat peradangan (bronkitis) dan rusaknya kantung udara (emfisema).
Sementara itu, pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Orang yang mengidap pneumonia memiliki kantung udara meradang yang berisi cairan.
Ini membuat Anda lebih sulit bernapas dan dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah, sehingga berakibat fatal.
Penelitian yang dipublikasikan Tuberculosis and Respiratory Diseases menyebutkan bahwa pasien dengan PPOK cenderung memiliki pneumonia yang lebih parah daripada mereka yang tidak mengidap PPOK.
Pada tahun pertama setelah diagnosis PPOK, mereka memiliki risiko 16 kali lipat terkena pneumonia daripada orang yang tidak mengidap PPOK.
Sebuah makalah dalam American Family Physician di edisi 2002 menyatakan bahwa 70-75% eksaserbasi (perburukan gejala) PPOK disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Streptococcus pneumoniae and Haemophilus influenza.
Apa saja gejala PPOK dan pneumonia jika datang bersamaan?
Untuk pasien PPOK, faktor lingkungan bisa menginfeksi paru-paru yang rusak dengan sangat mudah.
Itulah sebabnya para penderita COPD sering membutuhkan vaksin tahunan untuk mencegah pneumonia.
Pada PPOK stadium lanjut, sulit untuk membedakan gejala PPOK yang memburuk dengan pneumonia karena keduanya sering kali sangat serupa.
Gejala yang lebih umum terlihat pada eksaserbasi PPOK dan pneumonia adalah:null
ketidakmampuan untuk berbicara karena kekurangan udara,
perubahan warna lendir: hijau, cokelat, kuning, atau berdarah,
demam tinggi, dan
tidak merasa lega seperti yang biasanya didapat setelah melakukan pengobatan PPOK.
Mengapa PPOK dapat meningkatkan risiko terkena pneumonia?
PPOK merupakan kondisi yang dapat melemahkan sistem pernapasan. Oleh karena itu, orang yang mengidap PPOK berisiko mengalami komplikasi PPOK berupa infeksi pernapasan, termasuk pneumonia.
Hal ini karena orang dengan PPOK memiliki saluran udara yang lemah dan sistem kekebalan tubuh yang lebih buruk.
Penelitian yang disunting oleh jurnal Tuberculosis and Respiratory Diseases menyebutkan bahwa merokok pada meningkatkan risiko pneumonia dan PPOK secara bersamaan.
Selain itu, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa ada beberapa kondisi pada pasien COPD yang dapat menyebabkan kenaikan risiko pengembangan pneumonia, yaitu:
Bronkitis kronis
Produksi lendir
Terdapat kumpulan bakteri
Ketidakseimbangan mikroba dalam tubuh
Peningkatan peradangan saluran napas
Gangguan sistem kekebalan tubuh
Kerusakan struktural
Jika punya PPOK, bagaimana cara mencegah pneumonia?
Berikut adalah hal-hal yang bisa mengurangi risiko dan mencegah Anda kena pneumonia jika memiliki PPOK:null
1. Berhenti merokok
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan jika ingin terhindar dan mencegah pneumonia jika memiliki COPD adalah berhenti merokok. Pasalnya, merokok merupakan penyebab PPOK yang paling utama.
Ini juga termasuk menghirup asap rokok, serta uap atau gas lainnya yang dapat mengiritasi atau merusak paru-paru.
2. Vaksin
Jika memiliki PPOK, Anda harus bertanya pada dokter mengenai vaksin apa yang harus Anda terima. Selain vaksin pneumonia, dokter mungkin juga akan merekomendasikan vaksin flu.
Vaksin influenza tahunan direkomendasikan untuk semua orang dewasa, terutama mereka yang mengidap PPOK. Vaksin influenza terbukti menurunkan diagnosis pneumonia, serta rawat inap terkait pneumonia dan jantung.
Selain itu, vaksin pneumokokus juga penting untuk mencegah pneumonia pneumokokus jika Anda terkena PPOK.
Penelitian yang dipublikasikan Tuberculosis and Respiratory Diseases, vaksin influenza dan pneumokokus dapat mencegah memburuknya kondisi PPOK yang berkaitan dengan pneumonia.
3. Hidup sehat
Tentu saja, selain kedua langkah di atas, Anda harus tetap menjalankan pola hidup sehat agar pneumonia dan COPD Anda tidak sampai terjadi dan memburuk bersamaan.
Sekalipun punya PPOK, bukan berarti Anda tak bisa berolahrga.
Beberapa olahraga bisa dilakukan oleh orang PPOK demi menjaga dan mengoptimalkan fungsi paru-paru. Anda juga perlu menjalani pola makan dan diet sehat untuk PPOK untuk membantu meredakan gejalanya.
Beri tahu dokter jika terjadi perubahan pada setiap gejala dan cari pengobatan darurat jika obat Anda tidak lagi membantu gejala Anda.
Begitu pula jika gejala Anda bersifat parah dan sesak napas yang Anda rasakan membuat sulit untuk beraktivitas, segera periksakan diri ke dokter.
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.Sumbernull