The thesis fighter is not who is the smartest, but who is the most trying. Just like contract fighters, it is not who is the richest but who is the most prepared. Pursue your undergraduate, even though the thesis is in front of you. The enemy of students is their own friend who suddenly becomes deaf during the exam.Don't be afraid to meet failure because success awaits you in the future.
When injustice is not on the side of society, it is the students who represent their voices so that the government can hear them.
Pejuang skripsi bukanlah siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling siap.
Sama seperti pejuang kontrak, bukan siapa yang paling kaya tetapi siapa yang paling siap.
Kejarlah sarjanamu, meskipun skripsi ada di depanmu.
Musuh mahasiswa adalah temannya sendiri yang tiba-tiba menjadi tuli saat ujian.
Jangan takut menemui kegagalan karena kesuksesan menanti Anda di masa depan.
Ketika ketidak adilan tidak berpihak pada masyarakat, mahasiswalah yang mewakili suara mereka agar pemerintah dapat mendengarnya
Free-Fall
When the condition of the country has deteriorated, the profession cannot promise a decent life. So, we must have the courage to take a free-fall in doing business in the real sector. Without a doubt, because time continues to crush life if we are careless even for a second. What is the real sector, we conduct a field survey to sell on the front line. With capital, mental, communication, networking and knowledge strategies. The results will be maximized with faith, effort and with quality patient prayer. Let's try to get started.
Disaat kondisi negeri sudah terpuruk, maka profesi tidak bisa menjanjikan dalam kehidupan yang layak. Maka, kita harus berani mengambil sikap untuk terjun bebas melakukan bisnis pada sektor ril. Tanpa ragu, karena waktu terus menggilas kehidupan apabila kita lengah walau hanya sedetik. Apakah sektor ril tersebut, kita melakukan survey dilapangan untuk berjualan di garis depan. Dengan strategi modal, mental, komunikasi, networking dan pengetahuan. Hasilnya akan lebih maksimal bersama keyakinan, ikhtiar dan dengan doa yang sabar berkualitas. Ayo kita coba memulai.
RUH bicara untuk MANUSIA
Bila roh keluar dari jasad, ia akan berkata-kata dan seluruh isi alam di langit atau bumi akan mendengarnya, kecuali jin dan manusia.
Apabila mayat dimandikan, lalu roh berkata : “Wahai orang yang memandikan jasadku, (aku minta kepadamu karena Allah) saat melepaskan bajuku dengan pelan-pelan karena saat ini aku tenang dari seretan malaikat maut”.
Setelah itu, mayat bersuara sendu: “hai orang yang memandikan, janganlah kamu menuangkan airmu dalam keadaan panas. Dan jangan memberikan air yang dingin, karena tubuhku terbakar apabila disaat roh terlepas dari jasad”.
Apabila dimandikan, roh akan memohon : “Demi Allah, wahai orang yang memandikan, jangan engkau menggosok aku dengan kuat, sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh”.
Setelah dimandikan dan dikafankan, telapak kaki mayat diikat, dan ia pun memanggil-manggil dan berpesan lagi supaya jangan diikat terlalu kuat saat mengkafani kepalanya, karena ia ingin lihat wajahnya sendiri, anak-anak, isteri atau suami untuk yang terakhir kalinya, karena ia tidak dapat melihat lagi sampai Hari Kiamat.
Ketika keluar dari rumah lalu ia berpesan : “Demi Allah, wahai jama’ahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi janda. Maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim dan janganlah kalian menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari itu aku telah keluar dari rumahku dan aku tidak akan dapat kembali kepada mereka buat selama-lamanya”.
Setelah dibawa dan melangkah dari rumah, roh berpesan : “Wahai kekasihku, wahai saudaraku dan wahai anak-anakku, jangan kamu diperdaya dunia sebagaimana ia memperdayakan aku, dan janganlah kamu lalai sebagaimana ia melalaikan aku”.
“Sesungguhnya aku tinggalkan apa yang aku telah aku kumpulkan untuk warisku, dan sedikitpun mereka tidak mau menanggung kesalahanku”.
“Allah menghisab aku, padahal kamu merasa senang dengan keduniaan. Dan mereka juga tidak mau mendo’akan aku”.
Rasullullah S.A.W bersabda :
“Apabila telah sampai ajal seseorang, maka akan masuklah sekumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan, dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua telapak kakinya sehingga sampai kelutut.
Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk untuk menarik roh dari lutut hingga ke perut, dan kemudian mereka keluar.
Datang lagi sekumpulan malaikat yang lain, dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudian mereka keluar.
Dan yang terakhir datang lagi sekumpulan malaikat, kemudian menarik roh dari dadanya hingga ke kerongkongan dan itulah yang dikatakan saat naza’ orang itu”.
Sambung Rasullullah S.A.W. lagi :
“Jika yang naza’ itu orang yang beriman, maka malaikat Izrail a.s. akan menebarkan sayapnya yang di sebelah kanan sehingga orang yang naza’ itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada di sekelilinginya. Ini adalah karena sangat rindunya pada syurga dan pandangannya melihat terus ke sayap Izrail a.s.”
“Jika naza’ itu orang yang munafik, maka malaikat Izrail a.s. akan menebarkan sayapnya yang di sebelah kiri. Maka orang yang naza’ itu dapat melihat kedudukannya di neraka, dan saat itu orang trersebut tidak lagi dapat melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah karena terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya”.
•
Abdurrahman Alhabsyi
SAKRATUL MAUT
“Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata, “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.” (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).
“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu !” Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”. (QS. Al-An’am : 93).
Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Allah, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Demikianlah peristiwa terpisahnya nyawa dengan jasad teramat menyakitkan.
“Sakitnya sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan Tiga ratus pedang”
Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka’at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada Allah Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Allah Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris.
“Assalamu’alaikum, yaa Nabi Allah”, salam Malaikat Izrail,
“Wa’alaikum salam wa rahmatullah”, jawab Nabi Idris a.s.
Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail. Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail.
Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya untuk menghadap Allah sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja.
Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan tamunya itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan.
“Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita”, pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).
“Subhanallah, (Maha Suci Allah)”, kata Nabi Idris a.s.
“Kenapa … ?”, Malaikat Izrail pura-pura terkejut.
“Buah-buahan ini bukan milik kita”, ungkap Nabi Idris a.s.
Kemudian Beliau berkata: “Semalam Anda menolak makanan yang halal, kini Anda menginginkan makanan yang haram”.
Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s.
“Siapakah engkau sebenarnya … ?”, tanya Nabi Idris a.s.
“Aku Malaikat Izrail”, jawab Malaikat Izrail.
Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya. “Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?”, selidik Nabi Idris a.s serius.
“Tidak”, senyum Malaikat Izrail penuh hormat.
“Atas izin Allah, aku sekedar berziarah kepadamu”, Jawab Malaikat Izrail.
Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam.
“Aku punya keinginan kepadamu”, kata Nabi Idris a.s
“Apa itu … ? Katakanlah … !”, jawab Malaikat Izrail.
“Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Allah SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku”, pinta Nabi Idris a.s.
“Tanpa seizin Allah, aku tak dapat melakukannya”, tolak Malaikat Izrail.
Pada saat itu pula Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s. Dengan izin Allah, Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. dan sesudah itu beliau wafat.
Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Allah SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali.
Allah mengabulkan permohonannya.
Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.
“Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?” Tanya Malaikat Izrail.
“Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti”, jawab Nabi Idris a.s.
“Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu”, Kata Malaikat Izrail.
Masya Allah, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s.
Bagaimanakah jika sakaratul, maut itu, datang kepada kita … ?
Siapkah kita untuk menghadapinya … ?
INGATLAH..!!! Bahawa kita semua adalah calon
JENAZAH”Kullu Naffsin Dazaaiqotul Maut”
Setiap yang bernyawa PASTI MATI bahkan sudah Allah atur jadwal ajalnya jangan lalai persiapkan Bekal Amal Ibadahmu Jangan sampai menjadi manusia paling merugi.
“Allahumakhatim lanna bi islam,wakatim lanna bi imaan,wakatim lanna bihusnil khotimah“
Ya Allah akhirilah hidup kami dengan islam,akhirilah hidup kami dengan iman,akhirila hidup kami dengan Husnul Khatimah aamiin..
Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa ibu bapa ku, keluarga ku,saudaraku dan setiap orang yang membacanya. Aamiin
Genosida
One of the ways / forms of crime by destroying certain community groups systematically and intentionally.
Derived from the Greek, namely Genos which means race and Cide which means murder. For example: Creating living conditions that result in the physical destruction of the group. Forcibly transferring children from one group to another. Deliberately killing every member of a group. Resulting in severe physical and mental suffering to group members.
Salah satu cara / bentuk kejahatan dengan memusnahkan kelompok masyarakat tertentu secara sistematis dan disengaja.
Berasal dari bahasa Yunani, yakni Genos yang berarti ras dan Cide yang artinya pembunuhan. Misalnya: Menciptakan kondisi kehidupan yang betdampak kemusnahan kelompok secara fisik. Memindahkan paksa anak-anak dari kelompok tertentu, ke dalam kelompok yang lainya. Dengan sengaja membunuh tiap anggota pada suatu kelompok. Berakibat berat penderitaan fisik dan mental terhadap anggota kelompok.
Characteristics of the Prophet’s / Ciri Ulama, Pewaris Nabi
Characteristics of the Prophet’s Inheritance Scholars. 曆Fear Allah SWT. 曆Charity with all his knowledge. 曆His heart is clean from shirk and immorality, and is not greedy for creatures in the world. 曆Continuing the prophet’s duties, namely teaching, educating, cleansing the hearts of the people from shirk and immorality as well as preaching and ordering according to Allah’s commands.
Ciri Ulama Pewaris Nabi. 曆Takut akan Allah SWT. 曆 Beramal dengan segala ilmunya.曆 Hatinya bersih dari syirik & maksiat, serta tidak tamak kepada makhluk di dunia. 曆Meneruskan tugas nabi, yaitu mengajar, mendidik, membersihkan hati umat dari syirik, maksiat, berdakwah dan ikuti perintah Allah




