QIYAMULLAIL

✍️ Ada sebuah hadits Rasulullah saw. yang disampaikan oleh Abdullah bin Abbas bahwa Beliau bersabda: “Malaikat maut itu memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak-ketawa. Maka berkata Izrail: Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa.”

Seorang sahabat pernah bertanya: “Wahai Rasululloh, Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?” Rasulullah menjawab: “Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling: baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.” {HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy)🌷

👉 Sungguh sangat mengherankan, jika banyak sekali manusia yang masih mampu bersenang-senang dan bergelak-tawa, seolah-olah dia tidak ada masalah yang perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang yang sedikit amal kebajikan serta tidak memiliki bekal amalan untuk akhiratnya, dan malah banyak melakukan dosa.🎋

👉 Banyak manusia yang tidak sadar bahwa dirinya senantiasa diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang sholeh yang sentiasa mengingati mati. Golongan ini tidak lalai dan senantiasa sadar terhadap kehadiran malaikat maut.

✍️ Sesungguhnya malaikat maut menjalankan perintah Allah SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah SWT menetapkan kematian seseorang ketika tertimpa kemalangan, atau ketika diserang sakit keras, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut. Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, ataupun orang-orang kaya yang sedang hidup mewah dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau hanya sesaat.

👉 Namun demikian, ada kalanya Allah SWT jadikan berbagai sebab bagi satu kematian, yang demikian itu ada hikmahnya. Misalnya sakit keras yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, ia akan menjadi rahmat bagi orang yang beriman dan sabar, kerana Allah Taala memberi peluang dan menyadarkan manusia agar dia mengingati mati, untuk itu dia akan menggunakan masa atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu, memperbaiki diri dan bertaubat dari dosa dan kekhilafan serta memperbaiki amalan, serta menambah bekal amalan untuk akhirat, jangan sampai menjadi orang merugi di akhirat kelak. Begitu juga orang yang mati mendandak disebabkan kemalangan, ia akan menjadi pengajaran dan memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup supaya mereka senantiasa berwaspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan. Karena sekiranya ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa penyesalan yang tidak berguna.

Di kalangan orang sholihin menganggap bahwa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahwa Allah SWT masih menyayanginya. Karena betapa malangnya bagi pandangan meraka, jika Allah SWT mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa peringatan terlebih dahulu. Seolah-olah Allah SWT sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah Allah SWT memberi peringatan terlebih dahulu kepadanya.🍁

✍️ Disebutkan bahwa Allah SWT berjanji akan menjadikan berbagai macam sebab kepada kematian yang akan dilalui oleh seseorang sehingga dia itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka. Apabila terjadinya kematian, mereka akan berkata bahwa si fulan itu mati karena mengidap sakit, ataupun karena mendapat kemalangan, mereka akan lupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang terjadi itu. Ketika itu, Izrail tidak perlu bersedih kerana manusia tidak mengaitkan kematian tersebut dengan kehadiran malaikat maut, yang memang diutus oleh Allah SWT pada saat malapetaka atau sakit keras seseorang itu bertepatan dengan ajal mereka yang memangnya telah tiba.

Namun pada hakikatnya bahwa ajal itu adalah ketetapan Allah, yang telah termaktub, semuanya telah nyata di dalam takdir Allah, bahwa kematian pasti tiba pada saat yang ditetapkan. Izrail hanyalah tentara-tentara Allah yang menjalankan tugas seperti yang diamanahkan kepadanya. Walau bagaimana pun adalah menjadi hak Allah Taala untuk menentukan kematian. Ada kalanya Malaikat maut hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan bergelak-tawa, hingga malaikat maut merasa heran terhadap manusia itu.🌿

Tetbukti bahwa kematian itu tidak pernah mengenal kondisi seseorang yang sedang sakit atau sehat dan segar-bugar. Firman Allah Taala yang bermaksud : “Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mempercepatnya.” (Surat Al-A’raf ayat 34) 🌷

Sedih Bahagia

Shalawat kepada Rosulullah, dengan sepenuh hati setiap saat.

Sedih rasanya jadi orang, .. saat orang berzakat kita belum bisa karena keterbatasan, saat orang bahagia kita cukup bersyukur masih mampu menyaksikan kebahagiaan teman kerabat, orang pusing melakukan pemikiran untuk menolong korban cukup berbahagia menjadi korban yang ditolong mereka. Hanya bisa merenungi saat orang berbagi ilmu dengan mengajar alhamdulillah hanya bisa bangga menyaksikan, saat orang sibuk membangun istananya kita hanya berteduh digubug sederhana.

Hanya bisa menangis dalam batin disaat itu, karena meratapi nasib. Apa yang diupayakan begitu optimal tapi semua terbentur tembok tinggi sang waktu. Salah apa diri ini pada masa lalu.

Namun masih ada rasa syukur yang melekat di hati. Hanya Pasrah kepada Mu ya Allah hamba meniti jalan kehidupan ini. Rencana Mu pasti indah. Setelah terbangun dari lamunan nyata, ternyata Aku sedang diberi kesempatan pembelajaran tentang ilmu peka rasa. Mungkin, banyak orang yang senang tapi belum diberi ujian tentang pelajaran rasa. Rasa sadar ini memberikan angin dan air sejuk atas kejernihan nikmat yang Engkau berikan. Bila Engkau memberikan sisa waktu hidup ini dengan untuk kemegahan Iman, Ilmu dan materi, agar mampu hidup saling berbagi kesenangan kepada semua orang yang sedang mengalami kepahitan ujian hidup. Maka hamba diberikan Engkau anugerah kepuasan batin dan ketajaman hati yang peka. Ya Rabb, berikan hamba kesempatan waktu untuk menggetarkan Arsy Mu secara halus agar sujud rukuk doa dapat menyentuh lembut sampai di hadapan Mu. Hamba mohon di Ijabah oleh Mu atas doaku, ya Rabb. Hamba juga ingin berbagi kepada sesama mahluk dunia. Agar kami bisa merasakan bahagia berjamaah, seperti yang diajarkan Guru kami Abah Pangersa. Ya Allah berikan kami, menjadi orang cerdas dalam berdoa, hanya kepada Mu hamba menyembah dan meminta. Tunjukan Kami jalan yang lurus dan diberi nikmat. Bukan yang Engkau murkai dan diSesati. Hamba malu memohonnya tapi hamba butuh pemberian dari Mu. Semoga doaku, Engkau kabulkan … Hamba memohon ya Rabb. Hamba hanya bisa pasrah pada kondisi yang memprihatinkan, saat ini.

Mahasiswa

The thesis fighter is not who is the smartest, but who is the most trying. Just like contract fighters, it is not who is the richest but who is the most prepared. Pursue your undergraduate, even though the thesis is in front of you. The enemy of students is their own friend who suddenly becomes deaf during the exam.Don't be afraid to meet failure because success awaits you in the future.
When injustice is not on the side of society, it is the students who represent their voices so that the government can hear them.

Pejuang skripsi bukanlah siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling siap.

Sama seperti pejuang kontrak, bukan siapa yang paling kaya tetapi siapa yang paling siap.

Kejarlah sarjanamu, meskipun skripsi ada di depanmu.

Musuh mahasiswa adalah temannya sendiri yang tiba-tiba menjadi tuli saat ujian.

Jangan takut menemui kegagalan karena kesuksesan menanti Anda di masa depan.

Ketika ketidak adilan tidak berpihak pada masyarakat, mahasiswalah yang mewakili suara mereka agar pemerintah dapat mendengarnya

Free-Fall

When the condition of the country has deteriorated, the profession cannot promise a decent life. So, we must have the courage to take a free-fall in doing business in the real sector. Without a doubt, because time continues to crush life if we are careless even for a second. What is the real sector, we conduct a field survey to sell on the front line. With capital, mental, communication, networking and knowledge strategies. The results will be maximized with faith, effort and with quality patient prayer. Let's try to get started.

Disaat kondisi negeri sudah terpuruk, maka profesi tidak bisa menjanjikan dalam kehidupan yang layak. Maka, kita harus berani mengambil sikap untuk terjun bebas melakukan bisnis pada sektor ril. Tanpa ragu, karena waktu terus menggilas kehidupan apabila kita lengah walau hanya sedetik. Apakah sektor ril tersebut, kita melakukan survey dilapangan untuk berjualan di garis depan. Dengan strategi modal, mental, komunikasi, networking dan pengetahuan. Hasilnya akan lebih maksimal bersama keyakinan, ikhtiar dan dengan doa yang sabar berkualitas. Ayo kita coba memulai.

RUH bicara untuk MANUSIA

Bila roh keluar dari jasad, ia akan berkata-kata dan seluruh isi alam di langit atau bumi akan mendengarnya, kecuali jin dan manusia.
Apabila mayat dimandikan, lalu roh berkata : “Wahai orang yang memandikan jasadku, (aku minta kepadamu karena Allah) saat melepaskan bajuku dengan pelan-pelan karena saat ini aku tenang dari seretan malaikat maut”.
Setelah itu, mayat bersuara sendu: “hai orang yang memandikan, janganlah kamu menuangkan airmu dalam keadaan panas. Dan jangan memberikan air yang dingin, karena tubuhku terbakar apabila disaat roh terlepas dari jasad”.
Apabila dimandikan, roh akan memohon : “Demi Allah, wahai orang yang memandikan, jangan engkau menggosok aku dengan kuat, sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh”.
Setelah dimandikan dan dikafankan, telapak kaki mayat diikat, dan ia pun memanggil-manggil dan berpesan lagi supaya jangan diikat terlalu kuat saat mengkafani kepalanya, karena ia ingin lihat wajahnya sendiri, anak-anak, isteri atau suami untuk yang terakhir kalinya, karena ia tidak dapat melihat lagi sampai Hari Kiamat.
Ketika keluar dari rumah lalu ia berpesan : “Demi Allah, wahai jama’ahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi janda. Maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim dan janganlah kalian menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari itu aku telah keluar dari rumahku dan aku tidak akan dapat kembali kepada mereka buat selama-lamanya”.
Setelah dibawa dan melangkah dari rumah, roh berpesan : “Wahai kekasihku, wahai saudaraku dan wahai anak-anakku, jangan kamu diperdaya dunia sebagaimana ia memperdayakan aku, dan janganlah kamu lalai sebagaimana ia melalaikan aku”.
“Sesungguhnya aku tinggalkan apa yang aku telah aku kumpulkan untuk warisku, dan sedikitpun mereka tidak mau menanggung kesalahanku”.
“Allah menghisab aku, padahal kamu merasa senang dengan keduniaan. Dan mereka juga tidak mau mendo’akan aku”.

Rasullullah S.A.W bersabda :
“Apabila telah sampai ajal seseorang, maka akan masuklah sekumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan, dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua telapak kakinya sehingga sampai kelutut.
Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk untuk menarik roh dari lutut hingga ke perut, dan kemudian mereka keluar.
Datang lagi sekumpulan malaikat yang lain, dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudian mereka keluar.
Dan yang terakhir datang lagi sekumpulan malaikat, kemudian menarik roh dari dadanya hingga ke kerongkongan dan itulah yang dikatakan saat naza’ orang itu”.

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi :
Jika yang naza’ itu orang yang beriman, maka malaikat Izrail a.s. akan menebarkan sayapnya yang di sebelah kanan sehingga orang yang naza’ itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada di sekelilinginya. Ini adalah karena sangat rindunya pada syurga dan pandangannya melihat terus ke sayap Izrail a.s.”
“Jika naza’ itu orang yang munafik, maka malaikat Izrail a.s. akan menebarkan sayapnya yang di sebelah kiri. Maka orang yang naza’ itu dapat melihat kedudukannya di neraka, dan saat itu orang trersebut tidak lagi dapat melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah karena terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya”.

Abdurrahman Alhabsyi
SAKRATUL MAUT

“Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata, “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.” (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).
“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu !” Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”. (QS. Al-An’am : 93).

Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Allah, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Demikianlah peristiwa terpisahnya nyawa dengan jasad teramat menyakitkan.

“Sakitnya sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan Tiga ratus pedang”

Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka’at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada Allah Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Allah Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris.

“Assalamu’alaikum, yaa Nabi Allah”, salam Malaikat Izrail,
“Wa’alaikum salam wa rahmatullah”, jawab Nabi Idris a.s.

Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail. Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail.

Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya untuk menghadap Allah sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja.
Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan tamunya itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan.

“Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita”, pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).
“Subhanallah, (Maha Suci Allah)”, kata Nabi Idris a.s.
“Kenapa … ?”, Malaikat Izrail pura-pura terkejut.
“Buah-buahan ini bukan milik kita”, ungkap Nabi Idris a.s.
Kemudian Beliau berkata: “Semalam Anda menolak makanan yang halal, kini Anda menginginkan makanan yang haram”.
Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s.
“Siapakah engkau sebenarnya … ?”, tanya Nabi Idris a.s.
“Aku Malaikat Izrail”, jawab Malaikat Izrail.
Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya. “Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?”, selidik Nabi Idris a.s serius.
“Tidak”, senyum Malaikat Izrail penuh hormat.
“Atas izin Allah, aku sekedar berziarah kepadamu”, Jawab Malaikat Izrail.
Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam.
“Aku punya keinginan kepadamu”, kata Nabi Idris a.s
“Apa itu … ? Katakanlah … !”, jawab Malaikat Izrail.
“Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Allah SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku”, pinta Nabi Idris a.s.
“Tanpa seizin Allah, aku tak dapat melakukannya”, tolak Malaikat Izrail.
Pada saat itu pula Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s. Dengan izin Allah, Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. dan sesudah itu beliau wafat.

Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Allah SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali.
Allah mengabulkan permohonannya.
Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.

Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?” Tanya Malaikat Izrail.
“Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti”, jawab Nabi Idris a.s.
“Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu”, Kata Malaikat Izrail.

Masya Allah, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s.
Bagaimanakah jika sakaratul, maut itu, datang kepada kita … ?
Siapkah kita untuk menghadapinya … ?

INGATLAH..!!! Bahawa kita semua adalah calon
JENAZAH”Kullu Naffsin Dazaaiqotul Maut”

Setiap yang bernyawa PASTI MATI bahkan sudah Allah atur jadwal ajalnya jangan lalai persiapkan Bekal Amal Ibadahmu Jangan sampai menjadi manusia paling merugi.

Allahumakhatim lanna bi islam,wakatim lanna bi imaan,wakatim lanna bihusnil khotimah

Ya Allah akhirilah hidup kami dengan islam,akhirilah hidup kami dengan iman,akhirila hidup kami dengan Husnul Khatimah aamiin..

Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa ibu bapa ku, keluarga ku,saudaraku dan setiap orang yang membacanya. Aamiin