The thief entered the victim's house by, among other things, mbabah, namely punching a hole in the back wall of the victim's house. So, once again, thieves and pickpockets work from "behind", relatively quietly, when the victim is not fully aware.
Garong is also a thief, but the Garong does it bluntly. If the host is asleep, the Garong wakes him up and asks to open the door. At the point of a sharp weapon or an even more dangerous firearm, the host is asked to forcibly show where his valuables are kept. If resistance occurs, the host can be violently injured or even killed in cold blood.
Maling itu masuk rumah korbannya dengan, antara lain, mbabah, yaitu melubangi tembok bagian belakang rumah sang korban. Jadi, sekali lagi, maling dan copet bekerja dari ”belakang”, relatif diam-diam, di saat si korban tak sepenuhnya sadar.
Garong juga pencuri, tetapi si garong melakukannya dengan blak-blakan. Jika tuan rumah sudah tidur, si garong membangunkannya, minta dibukakan pintu. Dengan todongan senjata tajam atau senjata api yang lebih berbahaya lagi, tuan rumah diminta secara paksa menunjukkan di mana barang-barang berharga miliknya disimpan. Jika terjadi perlawanan, tuan rumah bisa dilukai dengan penuh kekerasan atau bahkan dibunuh dengan kejam.