Self-Repentance

An intelligent human being is one who prepares for death with sufficient provisions without wasting time even if it is only one second. Your shroud is waiting for you in an instant. Because, the Angel of Death is in front of you. Your rank and wealth are meaningless. Moreover, only your arrogance must be finished with the sacratul death. When you can laugh and pat your chest, please satisfy your lust. Because your real life is after death. At that time you wake up and wake up from the dream of a world that has passed, Enjoy self-repentance!!!

Manusia yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan kematiannya dengan bekal yang cukup tanpa membuang waktu walau hanya satu detik. Kain kafanmu sudah menantimu dalam hitungan sekejap. Karena, Malaikat Maut ada di hadapanmu. Pangkat dan hartamu tidak berarti. Apalagi hanya sombongmu pasti selesai dengan sakratul maut. Ketika bisa tertawa dan menepuk dada, silahkan puaskan syahwat. Karena hidupmu yang sesungguhnya setelah kematian. Pada saat itu kamu tersadar dan terbangun dari mimpi kehidupan dunia yang sudah berlalu, Nikmati penyesalan diri !!!

Immediately

Let's start the unity of the nation's children, immediately! One way to do this is by starting to straighten the rows of rows, focusing on the next step. Avoid the impact of past stories, today we all need togetherness. Expel the character of life for self-exclusiveness, take the attitude of merging with all components of society. Leave unscrupulous people with sweet promises in the end miserable environment. United we stand, divided we fall. At dawn (Subuh), fresh oxygen, bright brain and clean heart.


Ayo kita mulai persatuan anak bangsa, segera! Salah satu caranya dengan memulai rapatkan-luruskan barisan shaf, fokus langkah kedepan. Hindari dampak cerita masa lalu, hari ini kita semua membutuhkan kebersamaan. Usir watak hidup untuk exlusive diri, ambil sikap melebur dengan semua komponen masyarakat. Tinggalkan oknum dengan janji-janji manis pada akhirnya menyengsarakan lingkungan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Waktu subuh oksigen segar, otak cemerlang dan Hati bersih.

Arrogant World

Be careful when God is opening disgrace on the entire surface of the earth, lest we enter into that group. Many humans speak sweet only language, the important thing is to gain power. Don't want to think / care, whether it's just a trick or the truth. Because, this group only thinks. The money that has been spent must be returned to profit. Either way, even if it's not halal. The important thing is to win, care about the screams of the crowd. I have to tackle anything in the way. We are alert and ready to unite to face this arrogant world.



Berhati-hati disaat Tuhan sedang membuka Aib di seluruh permukaan bumi, jangan sampai kita masuk didalam golongan tersebut. Banyak manusia berbicara manis hanya sekedar bahasa, yang penting kekuasaannya diraih. Tidak mau berfikir / perduli, apakah itu hanya tipu muslihat atau kebenaran. Karena, golongan ini hanya berfikir. Uang yang sudah dikeluarkan harus kembali menjadi keuntungan. Apapun caranya, walau tidak halal. Yang penting menang, perduli dengan jeritan orang banyak. Aku harus jegal yang menghalangi. Kita waspada dan siaga bersatu menghadapi dunia yang angkuh ini

Dzikir

Only this holy book is the best, it is widely read, studied and practiced by humans in science. It must prove to be both for now and for your life after death. But his heart does not necessarily accept this book. Many people accept it, but few admit it. Even less, people who enjoy being practiced. Let's do our best in a world full of deceit. We learn to see the invisible by sharpening our senses through the medium of remembrance of Dzikir

Hanya Kitab suci ini yang terbaik, banyak sekali dibaca, dipelajari dan dipraktekan manusia dalam ilmu pengetahuan. Pasti terbukti baik untuk saat ini dan masa kehidupan setelah kematianmu. Tapi belum tentu hatinya menerima kitab ini. Banyak pihak yang menerima tapi sedikit pihak yang mengakui. Lebih sedikit lagi, orang-orang yang menikmati untuk diamalkan. Ayo berbuat yang terbaik dalam kehidupan dunia yang penuh tipu muslihat. Kita belajar melihat yang tidak terlihat dengan mengasah rasa melalui media Dzikir

Your Death in the eyelids

It is more honorable to work as a servant with dignified evidence, than to hold a mandate in an honorable position but in the middle of the road he stumbles by using black and white evidence. Turns out you brought a gray charter. Shame on the teacher. This makes a smear on the face of the ancestral land. Your sin is not our sin. Remember your death in the eyelids.

Lebih terhormat bekerja menjadi pelayan dengan bukti yang bermartabat, daripada menjabat amanah pada posisi terhormat tapi di tengah jalan kesandung ulahnya dengan menggunakan bukti hitam diatas putih. Ternyata anda membawa piagam abu-abu. Sungguh memalukan guru. Ini membuat coreng di muka tanah leluhur. Dosamu bukan Dosa kita. Ingat matimu dipelupuk mata