If you train yourself to live life with gratitude. It is the best way to get rid of worry, fear and anxiety. Gratitude is not just a psychological tool. But gratitude is a spiritual reality. Do not hesitate, but express all our wishes to Allah SWT in prayer, please sincerely.
Jika Kamu melatih diri untuk menjalani hidup dengan rasa syukur. Ini cara terbaik untuk menghilangkan kekhawatiran, ketakutan, dan kecemasan. Syukur bukan hanya alat psikologis. Namun syukur adalah realitas spiritual. Jangan ragu, tetapi ungkapkan semua keinginan kita kepada Allah SWT dalam doa, mohon dengan tulus ikhlas
Sarcastic
Why regret when the time is late. When you are healthy you laugh, excessively arrogant feeling that your wealth, position and fanatical supporters are on your side. But, when death comes, where are all? Lost or stylish don't see yourself suffering in your last bed. Prove your arrogance when you are at home 2 x 1, hopefully there will be no regrets because now is the time to laugh at your stupidity. Prove yourself, no one can interfere in this matter. Human capacity, only doing good. Migration is changing to a place with a higher degree of knowledge. No need to be sarcastic anymore, your life is in the neck! Keep smiling when you can
Buat apa menyesal bila Telat waktunya. Saat sehatmu engkau tertawa, sombong berlebihan merasa harta, jabatan Dan pendukung fanatiknya berpihak pada dirimu. Tapi, ketika maut hadir, kemana semua? Hilang atau bergaya tidak melihat dirimu yang sedang menderita di tempat tidur terakhirmu. Buktikan angkuhmu saat di rumah 2 x 1, semoga tidak ada sesal karena saat ini waktu yang mentertawakan kebodohanmu. Buktikan sendiri, siapapun tidak ada yang bisa turut campur dalam Hal ini. Kapasitas manusia, hanya melakukan kebaikan. Hijrah berubah ketempat yang lebih tinggi derajat ilmunya. Tidak perlu nyinyir lagi, nyawamu sudah di leher! Keep Smilling bila mampu
Pray21
“Prayer is a wonderful exchange. You surrender your worries to Allah and Allah hands over His blessings to you.”
Doa adalah pertukaran yang luar biasa. Kamu menyerahkan kekhawatiranmu kepada Allah dan Allah menyerahkan berkah-Nya kepadamu.”
Six Sigma method
Six Sigma is a method that provides organizations with tools to enhance their business process capabilities. This increased performance and decreased process variation helps lead to reduced defects and increased profits, employee morale, and product or service quality.
“Six Sigma quality” is a term generally used to indicate that a process is well controlled (within process limits ±3 seconds from centerline on the control chart, and requirements/tolerance limits ±6 seconds from centerline).
Six Sigma adalah metode yang menyediakan alat organisasi untuk meningkatkan kapabilitas proses bisnis mereka. Peningkatan kinerja dan penurunan variasi proses ini membantu mengarah pada pengurangan cacat dan peningkatan laba, moral karyawan, dan kualitas produk atau layanan.
"Kualitas Six Sigma" adalah istilah yang umumnya digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu proses dikendalikan dengan baik (dalam batas proses ±3 detik dari garis tengah dalam bagan kendali, dan batas persyaratan/toleransi ±6 detik dari garis tengah).
Policy Deregulation
Policy deregulation aims to simplify regulations and eliminate restrictive regulations/policies. In addition to carrying out policy deregulation, regional governments are expected to increase the effectiveness of the management of issued laws and regulations. The targets to be achieved through this program are:
1. Reducing overlapping and disharmony of laws and regulations issued by government agencies.
2. Increasing the effectiveness of the management of ministries/institutions/regional government laws and regulations.
Reducing policies that impede investment/licensing/ease of doing business.
Deregulasi kebijakan bertujuan untuk menyederhanakan regulasi dan menghilangkan regulasi/kebijakan yang bersifat restriktif. Selain melakukan deregulasi kebijakan, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan peraturan perundang-undangan yang diterbitkan. Sasaran yang ingin dicapai melalui program ini adalah:
1. Mengurangi tumpang tindih dan ketidakharmonisan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah.
2. Meningkatkan efektivitas pengelolaan peraturan perundang-undangan kementerian/lembaga/pemda.
Mengurangi kebijakan yang menghambat investasi/perizinan/kemudahan berusaha.