The danger is, if someone threatens without verbal and hits without style. Identical to, coming uninvited and not being delivered.
Be careful you face people like this, he is very deadly. Can kill without strangulation And stab without Wounds. If this condition has occurred, then there is no price for an apology. Tortured or die without a trace.
Bahayanya, bila seorang mengancam tanpa lisan Dan memukul tanpa gaya. Identik dengan, datang tak diundang pulang tidak diantar.
Berhati-hatilah kamu menghadapi orang seperti ini, dia sangat mematikan. Dapat membunuh tanpa cekikan Dan menusuk tanpa Luka. Bila kondisi ini sudah terjadi, maka tiada harga lagi kata maaf. Disiksa atau mati tanpa bekas.
Author Archives: Bambang Tutuko Kuntopati
humoris smart chalenge read politis diplomasi
Risk
In this life there are two choices. Do you want to be a tall tree, but facing strong winds? Or, want to be grass, but trampled by people.
Every life we live always has a risk, even though we live death. Are you ready to be pious with enough practice to live life after death?
Hidup ini ada dua pilihan. Apakah, mau jadi pohon yang tinggi, tapi menghadapi angin besar kencang. Atau, ingin menjadi rumput, tapi di injak- injak orang.
Setiap kehidupan yang kita jalani selalu ada resikonya, sekalipun kita menjalani kematian. Apakah Siap taqwa dengan Amalan yang cukup, untuk menjalani kehidupan setelah kematian.
Geopolitics
Understanding Geopolitics
1. Geopolitics as a science: provides objective insight into our position as a nation that lives side by side and interacts with other countries in world affairs.
2. Geopolitics as an ideology (scientific basis for a country's political actions): wants to make this insight a collective perspective to carry out, maintain and maintain the national spirit.
Pengertian Geopolitik
1. geopolitik sebagai ilmu: memberikan wawasan obyektif akan posisi kita sebagai suatu bangsa yang hidup berdampingan dan saling berinteraksi dengan negara lain dalam pergaulan dunia.
2. Geopolitik sebagai ideology (landasan ilmiah bagi tindakan politik suatu negara): hendak menjadikan wawasan tersebut sebagai cara pandang kolektif untuk melangsungkan, memelihara dan mempertahankan semangat kebangsaan.
3 Stages
The 3 stages that slowly weaken democracy without realizing it.
1. “master the referee”. Replace power holders in neutral state institutions with supporters of the status quo.
2. "eliminate opposing players". Get rid of political opponents by way of criminalization, bribes, or scandals.
3. "change the rules of the game". Change state regulations to legalize the addition and perpetuation of power.
Such a gradual weakening of democracy can lead to a "shifting baseline syndrome", namely gradual and gradual changes until the public becomes accustomed to the new conditions, which are actually bad.
3 tahapan yang perlahan melemahkan demokrasi tanpa disadari.
1. "kuasai wasit". Ganti pemegang kekuasaan di lembaga negara yang netral dengan pendukung status quo.
2. "menghilangkan pemain lawan". Singkirkan lawan politik dengan cara kriminalisasi, suap, atau skandal.
3. "ubah aturan main". Mengubah peraturan negara untuk melegalkan penambahan dan pengabadian kekuasaan.
Pelemahan demokrasi secara bertahap seperti itu dapat menimbulkan “sindroma shifting baseline”, yaitu perubahan bertahap dan berangsur-angsur hingga masyarakat menjadi terbiasa dengan kondisi baru yang sebenarnya buruk.
Emotions
If there is ego then emotions follow when making decisions. Guaranteed the decision is subjective, resulting in regret from both parties. Calm down and control yourself. Don't rush into making decisions in an unstable condition. Being a statesman is not easy when only emotions come first. Because the people need wisdom, not arrogance. Humans are not Angels, so be careful even just thinking.
Jika ada ego maka emosi mengikuti saat membuat keputusan. Dijamin keputusannya subyektif, mengakibatkan penyesalan dari kedua belah pihak. Tenangkan diri dan kendalikan diri Anda. Jangan terburu-buru mengambil keputusan dalam kondisi yang tidak stabil. Menjadi seorang negarawan tidaklah mudah ketika hanya emosi yang didahulukan. Karena rakyat butuh kearifan, bukan kesombongan. Manusia bukanlah Malaikat, jadi berhati-hatilah meski hanya berpikir.