Devaluation

Devaluation is a decrease in the value of a country's currency by the government concerned against another country's currency. Devaluation occurs as a result of monetary policy which sets a benchmark exchange rate against foreign currencies. The devaluation policy is basically carried out as a step to improve the economic condition of a country. This policy is usually carried out mainly to respond to various economic conditions that are burdensome for the country, so that adjustments are needed through devaluation


Devaluasi adalah penurunan nilai mata uang suatu negara oleh pemerintah yang bersangkutan terhadap mata uang negara lain. Devaluasi terjadi akibat kebijakan moneter yang menetapkan suatu patokan kurs terhadap mata uang asing. Kebijakan devaluasi pada dasarnya dilakukan sebagai langkah untuk memperbaiki kondisi perekonomian suatu negara. Kebijakan ini biasanya dilakukan terutama untuk merespon berbagai kondisi ekonomi yang memberatkan negara, sehingga diperlukan penyesuaian lewat devaluasi

Sanering

Sanering is a policy of cutting the value of money without reducing the value of prices in the market, so that people's purchasing power decreases.
An example of sanering is that the value of Rp. 100,000 is reduced by the value to Rp. 100.
When the policy is enforced, the number of items purchased with the new money will be less than the old money.
For example, if previously IDR 100,000 could be used to buy one shirt, then after sanering, IDR 100,000 is only worth IDR 100 and cannot be used to buy clothes.
Generally, the purpose of sanering is to suppress higher inflation rates, control prices, increase currency values, and profit from trading.

Sanering adalah kebijakan pemotongan nilai uang tanpa mengurangi nilai harga di pasar, sehingga daya beli masyarakat menjadi turun.
Contoh sanering yaitu nilai uang Rp 100.000 dipotong nilainya menjadi Rp 100.
Ketika kebijakan itu diberlakukan, maka jumlah barang yang dibeli dengan uang baru akan lebih sedikit dibandingkan dengan uang lama.
Misalnya, apabila sebelumnya Rp 100.000 bisa digunakan untuk membeli satu baju, maka setelah dilakukan sanering, Rp 100.000 hanya bernilai Rp 100 dan tidak dapat digunakan untuk membeli baju.

Umumnya, tujuan sanering adalah untuk menekan laju inflasi yang semakin tinggi, mengendalikan harga, meningkatkan nilai mata uang, dan memungut keuntungan dari perdagangan.


Good vs Bad

Good vs bad are two terms used in determining an action that is done by humans. All forms of human action are guided by his view of good and bad. The value of good and bad will be a source of reference in carrying out various actions in his life. Good and bad values are not only in the study of philosophy, but also become the focus of discussion of various religious sources, including the Koran and hadith. Specifically, observers are directed to know the potential in humans, in this case it is closely related to the potential for good and evil in humans as explained in the Koran and also hadith. In QS. al-Syams: 8 it is stated that there is a balance of the potential for good and evil in humans, but in the hadith narrated by Imam Bukhari No. 1385 it is stated that the potential for goodness is the most prominent in humans since they were born in a state of nature. Based on the differences, problems arise in this analysis. That is how the views of observers in interpreting verses and hadiths about the potential for good and evil in humans, and how to make the potential for good play a greater role than evil. This analysis aims to find out the opinions of commentators and to find reasons for each commentator in arguing about the potential for good and evil in humans. The research method used in this study is the maudhu'i (thematic) method. The analysis technique of this research is descriptive analysis technique. This type of research is a literature study (library research). The primary data source for this research is the book of Tafsir al-Mishbah, Tafsir al-Munir, Fath al-Bari. As for the sources of secondary data in this study are books, journals and other scientific works that are relevant to the discussion. The results of the study show that the potential for goodness that is most prominent in humans also indicates that in essence the positive potential of humans is stronger than the negative potential, it's just that the attraction of evil is stronger than the attraction of good, therefore humans are required to maintain the purity of the soul (nafs). . So that the potential for good is more prominent than bad, humans should guide this potential with several instructions that have been conveyed by Allah in the Qur'an, and also those that have been conveyed by the Prophet. in the hadith, namely by keeping the heart in order to stay in fitrah.

Baik vs buruk adalah dua istilah yang digunakan dalam menentukan suatu tindakan yang dilakukan oleh manusia. Semua bentuk tindakan manusia dipandu oleh pandangannya tentang baik dan buruk. Nilai baik dan buruk akan menjadi sumber acuan dalam melakukan berbagai tindakan dalam kehidupannya. Nilai baik dan buruk tidak hanya dalam kajian filsafat, tetapi juga menjadi fokus pembahasan berbagai sumber agama, termasuk Alquran dan hadis. Secara khusus pengamat diarahkan untuk mengetahui potensi pada manusia, dalam hal ini erat kaitannya dengan potensi kebaikan dan keburukan pada manusia sebagaimana dijelaskan dalam Alquran dan juga hadits. Dalam QS. al-Syams: 8 disebutkan bahwa terdapat keseimbangan potensi kebaikan dan keburukan pada manusia, namun dalam hadits riwayat Imam Bukhari No. 1385 disebutkan bahwa potensi kebaikan paling menonjol pada manusia karena mereka lahir dalam keadaan fitrah. Berdasarkan perbedaan tersebut, permasalahan muncul dalam analisis ini. Begitulah pandangan para pengamat dalam memaknai ayat dan hadits tentang potensi kebaikan dan keburukan pada manusia, dan bagaimana menjadikan potensi kebaikan lebih berperan dari keburukan. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pendapat para mufassir dan mencari alasan masing-masing mufasir dalam berdebat tentang potensi kebaikan dan kejahatan pada manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maudhu'i (tematik). Teknik analisis penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian ini adalah kitab Tafsir al-Mishbah, Tafsir al-Munir, Fath al-Bari. Adapun sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya yang relevan dengan pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi kebaikan yang paling menonjol pada manusia juga menandakan bahwa pada hakekatnya potensi positif manusia lebih kuat dari pada potensi negatif, hanya saja daya tarik keburukan lebih kuat dari daya tarik kebaikan, oleh karena itu manusia dituntut untuk menjaga kemurnian jiwa (nafs). . Agar potensi kebaikan lebih menonjol dari pada keburukan, manusia hendaknya mengarahkan potensi tersebut dengan beberapa petunjuk yang telah disampaikan oleh Allah di dalam Al-Qur'an, dan juga yang telah disampaikan oleh Nabi. dalam hadits yaitu dengan menjaga hati agar tetap fitrah.

Amendments

Amendments are official changes to certain official documents or notes, especially to improve them. These changes can be in the form of adding or deleting incorrect records that are no longer appropriate. This word is generally used to refer to changes in a country's legislation.

Amendemen atau Perubahan adalah perubahan resmi dokumen resmi atau catatan tertentu, terutama untuk memperbagusnya. Perubahan ini dapat berupa penambahan, atau juga penghapusan catatan yang salah, tidak sesuai lagi. Kata ini umumnya digunakan untuk merujuk kepada perubahan pada perundang-undangan sebuah negara.

Flat Calm

If you want to know the meaning of loyalty, look at his attitude when you are facing a difficulty.

If he still cares and accompanies you, helps you to rise from a slump.

He never leaves you alone to face your problems, he is your best friend, that's the best partner.

Take care of him and don't let him go, because in front of him it's not necessarily someone like him, you get it..

_"Abominable women for abominable men. And abominable men for abominable women too. Good women for good men. And good men for women which is good too."_
(QS. An Nur: 26)


Jika ingin tahu arti sebuah kesetiaan, lihatlah sikapnya saat engkau sedang menghadapi sebuah kesulitan..

Bila dia masih tetap peduli dan mendampingimu, menolongmu untuk bangkit dari sebuah keterpurukan.

Dia tidak pernah meninggalkanmu sendirian menghadapi masalahmu, dialah teman terbaikmu, itulah sebaik-baiknya pasangan..

Jagalah dia dan jangan engkau lepaskan, karena didepan belum tentu seseorang seperti dia, engkau dapatkan..

_"Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.”_
(QS. An Nur: 26)