The things to think about at the moment are:
1. Who regulates the sweet, salty, bitter taste.
2. The soil is the same, why are tomatoes red, why are mangoes green? Who gave the color?
3. What secrets are there in the sky and the sea.
4. Who is the owner of living things in this universe. What is the secret in this spirit?
Only the knower, the All-Knowing. It is in the sentence of Tauhid....
Yang menjadi bahan renungan saat ini, adalah:
1. Siapa yang mengatur rasa manis, asin, pahit.
2. Tanahnya sama, kenapa tomat merah, kanapa mangga hijau. Siapa yang memberi warnanya.
3. Ada rahasia apa di langit dan laut.
4. Siapa pemilik mahluk hidup di jagad raya ini. Ada rahasia apa di ruh ini.
Hanya yang tahu, yang Maha Mengetahui. Terdapat di kalimat Tauhid
Author Archives: Bambang Tutuko Kuntopati
Ambition
The interests of uncontrolled personal ambition will destroy, the joints, such as; infrastructure (politics, culture, economy) and civilization. Control your anger with morals as an honorable and grounded person with the natural environment
Ambisi
Kepentingan ambisi pribadi yang tidak terkendali akan menghancurkan, sendi-sendi, seperti; infrastruktur (politik, budaya, ekonomi) dan peradaban. Kendalikan angkara murkamu dengan moral sebagai orang yang terhormat dan membumi dengan lingkungan alam
Akhlak secara terminologi berarti sikap seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat
Morals in terminology means the attitude of a person who is driven by a conscious desire to do a good deed. Moral is the plural form of the word khuluk, derived from Arabic which means temperament, behavior, or character.
1. Ketika kita bisa krungu (dengar) belum tentu weruh (lihat). Realita sekarang sering kita dihadapkan pada persoalan orang suka gosip, padahal gosip itu, hanya punya telinga saja belum tentu lihat yang sebenarnya.
2. Ketika kita bisa weruh (lihat) belum tentu ngerti (tahu)
Ketika beranjak pada nasihat ke-2, kita sering dihadapkan pada persoalah orang yang kadang diumpamakan sok tahu, padahal orang itu hanya modal melihat dan belum secara tahu yang sebenarnya.