Moral Crisis

Increasingly, there are frequent battles. The disputes are getting hotter day by day, accusing each other and feeling that they are right. In fact, this is an act that violates the rights of people in a sovereign colony.
The essence of everything that happened was due to a moral crisis and diminishing morals. When young people don't want to respect seniors, because their rights are stolen. The old ones, the majority do not position people as humans should.
The world is too old to witness the damage to nature that humans are doing today. Nature has its guts dug out, forests are bald because of wild ambition. Sooner or later this earth will erupt in anger. Wait for the time, because you don't even have time to dream

Semakin hari sering terjadi pertempuran. Kian hari semakin panas pertikaian, saling tuduh dan merasa paling benar. Padahal itu perbuan yang menabrak hak orang dalam suatu koloni berdaulat.
Inti semua yang terjadi, dikarenakan krisis moral serta adab yang menipis. Ketika yang muda tidak mau menghormati kepada senior, karena haknya dicuri. Yang tua, mayoritas tidak memposisikan orang sebagaimana semestinya manusia.
Dunia sudah terlalu tua menyaksikan kerusakan alam yang dilakukan manusia saat ini. Alam di gali isi perutnya, hutan dibotaki karena ambisi yang liar. Cepat atau lambat bumi ini akan meletus kemarahannya. Tunggu waktunya, karena mimpipun tak sempat

Disaster Mitigation

Mitigation is one way to deal with disasters. Mitigation activities are carried out to reduce and minimize the consequences of disasters. The mitigation period is long. Things that need to be prepared are physical readiness, alertness and mobilization ability.
Examples of activities include making maps of disaster-prone areas, making earthquake-resistant buildings, planting mangrove trees, reforesting forests, as well as providing outreach and raising awareness of people living in disaster-prone areas.
Mitigation is divided into 2 types, namely structural mitigation and non-structural mitigation.

Implementation of disaster prevention and mitigation, including:
Publish maps of disaster-prone areas.
1. Install danger warning and prohibition signs in disaster-prone areas. ...
2. Develop human resources.
certain.
3. Providing in-depth counseling and education to communities in disaster-prone areas.

Risk Mitigation Stages are:
1. How to choose mitigation options,
2. Develop an action plan,
3. Determine the residual level
4. Expectations, carrying out action plans, monitoring remaining risks.

Disaster management:
Maintain the surrounding environment. ...
Avoid building a house on the edge of a river. ...
Implement selective logging and reforestation programs. ...
Throw garbage in its place. ...
Diligently Clean Drains. ...
Building a Breakwater. ...
Mangrove/Mangrove Forest.

The background is that we have to carry out disaster mitigation
With these disaster mitigation activities; It is hoped that it will be able to provide education to the public regarding what to do before, during and after a disaster occurs. In this way, minimizing the number of victims during a disaster can be achieved.

What does the disaster SOP cover?
a. rapid and precise assessment of location, damage and resources;
b. determining the status of a disaster emergency;
c. rescue and evacuation of disaster-affected communities;
d. fulfilling basic needs;
e. protection of vulnerable groups; and
f. immediate restoration of vital infrastructure and facilities.

Mitigasi adalah salah satu cara menanggulangi bencana. Kegiatan mitigasi dilakukan untuk mengurangi dan memperkecil akibat terjadinya bencana. Jangka waktu dari mitigasi adalah panjang. Hal-hal yang perlu disiapkan, yakni kesiapan fisik, kewaspadaan, dan kemampuan mobilisasi.
Contoh kegiatannya antara lain membuat peta wilayah rawan bencana, pembuatan bangunan tahan gempa, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, serta memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Mitigasi dibagi menjadi 2 jenis, yakni mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.

Pelaksanaan pencegahan dan mitigasi bencana, antara lain:
Menerbitkan peta wilayah rawan bencana.
1. Memasang rambu-rambu peringatan bahaya dan larangan di wilayah rawan bencana. ...
2. Mengembangkan sumber daya manusia.
tertentu.
3. Memberi penyuluhan serta pendidikan yang mendalam terhadap masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana.

Tahapan Mitigasi Risiko yaitu :
1. Bagaimana memilih opsi mitigasi,
2. Menyusun rencana aksi,
3. Menentukan level residual
4.Harapan, menjalankan rencana aksi, memantau resiko tersisa.

Penanggulangan Bencana:
Menjaga lingukungan sekitar. ...
Hindari membuat rumah di pinggiran sungai. ...
Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi. ...
Buanglah sampah pada tempatnya. ...
Rajin Membersihkan Saluran Air. ...
Membangun Pemecah Gelombang. ...
Hutan Mangrove/Bakau.

Latarbelakang kita harus melakukan mitigasi bencana
Dengan adanya kegiatan mitigasi bencana tersebut ; diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan pada saat sebelum, saat terjadi, dan setelah terjadinya bencana. Sehingga dengan demikian, peminimalisiran jumlah korban saat terjadinya bencana dapat tercapai.

SOP bencana meliputi apa saja?

a. pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi,kerusakan, dan sumber daya;
b. penentuan status keadaan darurat bencana;
c. penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana;
d. pemenuhan kebutuhan dasar;
e. perlindungan terhadap kelompok rentan; dan
f. pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.
Community Verified icon

Waktu / Time

Strong people must die
Rich people must be poor
Smart people become stupid
Officials can be removed
Fire and water are powerless
All creatures must lose
When faced with time.

Orang kuat pasti mati
Orang kaya pasti miskin
Orang pinter jadi bodoh
Pejabat bisa dicopot
Api, Air pun tak berdaya
Semua mahluk pasti kalah
Bila menghadapi waktu.

Prestigious Achievementse

Hi my children, complete your assignments in studying until you receive your certificate. So that you can be light when moving forward in your career without any sarcasm. No wonder that's how capable he is in carrying out his duties, he's only a D3 graduate. In my opinion it's better, because it has a real diploma. Instead of claiming to have a high degree, but the question of the diploma is not clear. Maybe because the thesis or journal is plagiarized. Be an honest and shameless generation in carving yourself out. Complete your knowledge by mastering a foreign language. In order to have extensive networking to foreign countries. Seek knowledge to the extreme and demonstrate achievements independently without tools. Ready to compete and read history.

Hai anak-anakku, selesaikan tugas belajarmu sampai kamu menerima sertifikat. Sehingga Anda bisa ringan dalam melangkah maju dalam karir Anda tanpa ada sarkasme. Tak heran betapa mumpuninya dia dalam menjalankan tugasnya, dia hanya lulusan D3. Menurut saya lebih bagus, karena mempunyai ijazah asli. Bukannya mengaku punya gelar tinggi, tapi soal ijazahnya tidak jelas. Mungkin karena skripsi atau jurnalnya plagiat. Jadilah generasi yang jujur dan tidak tahu malu dalam mengukir jati diri. Lengkapi ilmumu dengan menguasai bahasa asing. Agar mempunyai networking yang luas hingga mancanegara. Carilah ilmu secara ekstrim dan tunjukkan prestasi secara mandiri tanpa alat bantu. Siap berkompetisi dan membaca sejarah.
Profitability analysis, profitability analysis, or profitability analysis is a financial ratio analysis that measures a company's ability to earn profits or profits with a measurement in percentage to assess the extent to which the company is able to generate profits or profits.
Profitability analysis aims to measure the company's ability to earn profits, both in relation to income, assets and own capital.
Return on Assets (ROA) is one of the profitability ratios. In financial report analysis, this ratio is most often highlighted, because it is able to show the company's success in generating profits.
Profitability as a reference in measuring the amount of profit is very important to know whether the company has run its business efficiently. The efficiency of a new business can be known after comparing the profits obtained with the assets or capital that produce these profits.

Analisis profitablita atau analisis kemampuan meraih ilabaan adalah analisis rasio keuangan yang mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba atau profit dengan suatu ukuran dalam persentase untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba atau keuntungan.
Analisis profitabilitas bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, baik dalam hubungannya dengan Pendapatan, assets, maupun modal sendiri.
Return on Assets (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas. Dalam analisis laporan keuangan, rasio ini paling sering disoroti, karena mampu menunjukkan keberhasilan perusahaan menghasilkan keuntungan.
Profitabilitas sebagai salah satu acuan dalam mengukur besarnya laba menjadi begitu penting untuk mengetahui apakah perusahaan telah menjalankan usahanya secara efisien. Efisiensi sebuah usaha baru dapat diketahui setelah membandingkan laba yang diperoleh dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.