Hadist

Let's, both understand and absorb the Hadith writings, word for word in beautiful sentences and deep meanings from our hearts. Do not accept the hadith because according to interests may be personal needs. Will only feel the benefits for your egoism as well as momentary emotions. Learn to be consistent and committed to the hadith. Hopefully we are among the people who will receive an abundance of intercession in the future there. Lately we have neglected to accept it, because many left and right are confused. Let's close ranks, starting every morning. So that your heart is covered with tears of emotion when you prostrate. It's hot right now, tomorrow we will harvest the coolness in the ranks of the Prophet until Jannah Illahi.



Ayo, sama-sama lebih memahami dan meresapi tulisan Hadist, kata demi kata dalam kalimat yang indah serta makna yang dalam dari hati kita. Jangan menerima hadist karena sesuai kepentingan mungkin kebutuhan pribadi saja. Hanya akan merasakan manfaat untuk egoismu juga emosi sesaat. Belajar konsisten dan komitmen terhadap hadist. Semoga kita tergolong orang mendapat limpahan syafaat kelak di sana. Akhir-akhir ini kita banyak lalai menerimanya, karena banyak kiri kanan yang simpang siur. Mari rapatkan barisan, mulai tiap subuh. Agar hatimu berlumur air mata haru saat sujud. Memang panas saat ini, besok kita panen kesejukan di barisan Rosulullah sampai ke Jannah Illahi

Natural Equilibrium

If the standard of his desire is high, it should be witnessed enough. Because let time be the teacher to educate. Experience will teach you one way, how to achieve the natural equilibrium coordinates (logic and feeling) meet at the point of harmonization momentum between the ratios meet at the ideal balance point.


Bila standard keinginan dia tinggi, sebaiknya cukup disaksikan. Karena biar waktu yang menjadi gurunya untuk mendidik. Pengalaman akan mengajarkan satu cara, bagaimana untuk mencapai kordinat equalibrium alam (logika dan feeling) bertemu pada titik momentum harmonisasi antara Rasionya bertemu di titik keseimbangan yang ideal.

The way Angels work

Diam dan merenungkan takdir ketika semua upaya asa tidak membuahkan  harapan. Upaya pamungkasnya adalah pasrah kepada Nya. Karena, bila semakin bersuara lantang akan menambah masalah rumit.  Saatnya  belajar lagi sebagai pemerhati dan pendengar alam dengan bumbu senyum. Agar semakin nikmat menu pagi hari ini. Ayo diresapi cara Malaikat bekerja.

Silence and contemplate destiny when all hopeless efforts yield no hope.

The ultimate effort is to surrender to Him. Because the louder the voice, the more complicated the problem. It’s time to learn again as an observer and listener of nature with a smile. To make the menu more delicious this morning. Let’s be immersed in the way Angels work

Enjoy Regret.

Finally it ran aground, the majestic and majestic arrangement of bricks, shattered when only one earthly brick material was not accepted. How sad it would be if it was destroyed by the glare of the world. Mistake, not sure of more promising prayers and remembrance. Let tomorrow will understand, but only enjoy regret.


Akhirnya kandas, susunan batu bata yang megah dan megah, hancur ketika hanya satu bahan batu bata duniawi yang tidak diterima. Betapa sedihnya jika dihancurkan oleh silau dunia. Salah, tidak yakin dengan doa dan dzikir yang lebih menjanjikan. Biarlah hari esok akan mengerti, tapi nikmati saja penyesalan


Wise 02

Sometimes longing violates the limits of propriety.

Facing a liar is more difficult than facing a powerful knight, facing a crooked kris is easier than facing a crooked tongue.

Don't cry over one possibility, because another possibility can happen. It's better to seek reassurance.

Truth is very personal, true for you is not necessarily true for others.
Every human being has his own letter

Terkadang kerinduan melanggar batas kepantasan.

Menghadapi pembohong lebih sulit daripada menghadapi ksatria yang sakti mandraguna, menghadapi keris yang bengkok lebih mudah daripada menghadapi lidah yang bengkok.

Jangan menangisi satu kemungkinan, karena kemungkinan yang lain bisa terjadi. Lebih baik mencari kepastian.

Kebenaran sifatnya sangat pribadi, benar bagi tuan belum tentu bagi orang lain..
Setiap manusia mempunyai suratannya tersendiri