Negotiation in International Relations is a phenomenon that has crystallized as is often done by diplomats and or negotiators in various forums: bilateral, multilateral and global, as well as in its various substances, both carried out by states and non-states. The essence of negotiation is both science and art. Where, intellectual ability as well as art or skill is needed for every individual, organization, or institution or country to practice it in an effort to achieve its goals. In other words, negotiations in international relations can be expressed as the spirit or lifeblood of the perpetrators.
Negosiasi dalam Hubungan Internasional adalah sebuah fenomena yang telah mengkristal sebagaimana yang sering dilakoni oleh para diplomat dan atau negosiator dalam berbagai forum : bilateral, multilateral, maupun global, serta dalam berbagai substansinya baik yang dilakoni oleh negara maupun non-negara. Hakekat negosiasi adalah menyangkut ilmu pengetahuan sekaligus seni. Di mana, dibutuhkan kemampuan intelektual sekaligus seni atau keterampilan bagi setiap individu, organisasi, atau lembaga maupun negara untuk mempratekkannya dalam rengak mencapai tujuannya. Dengan kata lain, negosiasi dalam hubungan internasional dapat dinyatakan sebagai roh atau urat nadi bagi para pelakunya.
Author Archives: Bambang Tutuko Kuntopati
humoris smart chalenge read politis diplomasi
The Most Unique Deception Strategy in World War II.
1. Operation Starfish fake town.
2. Wooden tanks in Operation Bertram.
3. The fake sabotage of the de Havilland factory.
4. False reports from double agents.
5. Operation Mincemeat. 6. Operation Scherhorn.
7. Ghost Army Units.
8. Puppet paratroopers in the Normandy Invasion
Strategi Pengecoh Paling Unik dalam Perang Dunia II.
1. Kota palsu Operasi Starfish.
2. Tank kayu dalam Operasi Bertram.
3. Sabotase palsu pabrik de Havilland.
4. Laporan palsu dari agen ganda.
5. Operasi Mincemeat. 6. Operasi Scherhorn.
7. Unit Ghost Army.
8. Pasukan terjun payung boneka dalam Invasi Normandia
Money Politics
Money politics or money politics can be interpreted as a process of buying and selling people's votes by giving a reward. Meanwhile, the general election process will run well when all candidates participating in the general election are honest and do not engage in money politics. Money politics is one of the actions that can create political corruption. Corruption itself occurs due to the process of electing leaders through high political costs, without realizing that the behavior of bribing the people by carrying out money politics during the nomination process causes the election of corrupt candidates.
Money politik atau politik uang bisa diartikan sebagai proses tindakan jual beli suara masyarakat dengan memberikan suatu imbalan. Sedangkan dalam proses pemilihan umum akan berjalan dengan baik ketika semua calon peserta pemilihan umum jujur dan tidak melakukan tindakan money politik. Politik uang merupakan salah satu tindakan yang dapat menciptakan adanya korupsi politik. Korupsi itu sendiri terjadi karena proses terpilihnya pemimpin melalui biaya politik yang tinggi, tanpa disadari bahwa perilaku menyuap rakyat dengan melakukan tindakan money politik saat proses pencalonan menyebabkan terpilihnya calon pemimpin yang korup.
Ayah

a Father who set an example by example
a unique combination of patience, mercy and firmness. Leaders who teach their children by example. Leading all of us to be brave, to want to try new things and to endure fighting with problems. Teaches by example to stabilize in rocking wave conditions.
Dad showed that being stable is not just polite. Politeness is an expression that is visible to the eye, but stability is maturity and mental calm. Polite people are not necessarily stable, but stable people are almost certainly polite.
seorang Ayah yang memberi contoh teladan dengan
kombinasi unik dari kesabaran, kerahiman, dan ketegasan. Pemimpin yang mengajarkan anak-anaknya dengan contoh. Mengantarkan kita semua untuk berani, untuk mau mencoba yang baru dan untuk tahan bertarung dengan masalah. Mengajarkan dengan contoh untuk stabil dalam kondisi gelombang yang menggoyang keras.
Seorang Ayah menunjukkan bahwa stabil itu bukan sekadar santun. Santun itu ekspresi kasat matanya, tapi stabil itu kematangan dan ketenangan mental. Orang santun belum tentu stabil, tapi orang stabil hampir pasti dia santun.
SOMEONE IS UNCIVILIZED LIKE A FLY .. SESEORANG TIDAK BERADAB BAGAIKAN LALAT

1. Flies cannot distinguish between good and bad.
In fact, he prefers to perch in dirty places and spread germs by perching on food. So that flies often do disgusting things and harm others.
2. The glory of man because of his Adab.
The abundance of wealth and the height of knowledge is useless if you do not have noble morals.
3. Humans who do not have noble character, their degree is not better than animals _(flies)_.
Even more despicable.
His mind only revolved on matters of the stomach and lower abdomen. His life deified lust.
4. Civilized humans will certainly consider more between harm / mudharat and benefit / mashalat. Even something that is useless as much as possible shunned.
1. Lalat tidak bisa membedakan antara yg baik dan yg buruk.
Bahkan dia lebih suka hinggap di tempat kotor dan menyebarkan bibit penyakit dengan hinggap di makanan. Sehingga Lalat sering kali berbuat yg jijik dan merugikan orang lain.
2. Kemuliaan manusia karena Adabnya.
Banyaknya harta dan tingginya ilmu tiada berguna jika tidak memiliki Akhlak yg mulia.
3. Manusia yg tidak memiliki budi pekerti yg luhur, derajatnya tidaklah lebih baik dari binatang _(lalat)_.
Bahkan lebih hina.
Pikirannya hanya berputar pada urusan perut dan bawah perut. Hidupnya mempertuhankan hawa nafsu.
4. Manusia yg beradab tentu akan lebih banyak mempertimbangkan antara madharat dan maslahat. Bahkan sesuatu yg tak berguna sebisa mungkin dijauhi.