Cultural WelfareCultural Welfare is a new, integrated approach aimed at promoting the wellbeing and health of individuals and communities through practices rooted in the arts and in cultural heritage.
The different elements of the welfare culture refer to cultural values and ideals in relation to welfare state policies towards the structures of social inequality and the division of labour, and towards central societal institutions like the labour market and the family.
The concept of welfare:
Welfare refers to assistance programs sponsored by governments for needy individuals and families, including schemes, such as food stamps, health care assistance, and unemployment compensation. These welfare schemes are typically financed through taxation.
Improve cultural wellness:
1.Cultural Wellness
2.Understand and respect diversity.
3.Research cultures other than your own.
2.Acknowledge and accept the impact of these aspects of diversity, ie.
3.Engage in other cultures as much as you can.
4.Study Abroad.
Kesejahteraan Budaya adalah pendekatan baru dan terintegrasi yang bertujuan untuk mempromosikan kesejahteraan dan kesehatan individu dan komunitas melalui praktik yang berakar pada seni dan warisan budaya.
Unsur-unsur yang berbeda dari budaya kesejahteraan mengacu pada nilai-nilai budaya dan cita-cita dalam kaitannya dengan kebijakan negara kesejahteraan terhadap struktur ketidaksetaraan sosial dan pembagian kerja, dan terhadap institusi masyarakat pusat seperti pasar tenaga kerja dan keluarga.
Konsep kesejahteraan:
Kesejahteraan mengacu pada program bantuan yang disponsori oleh pemerintah untuk individu dan keluarga yang membutuhkan, termasuk skema, seperti kupon makanan, bantuan perawatan kesehatan, dan kompensasi pengangguran. Skema kesejahteraan ini biasanya dibiayai melalui perpajakan.
Meningkatkan kesehatan budaya:
1.Kesehatan Budaya
2. Pahami dan hormati keberagaman.
3.Penelitian budaya selain budaya Anda sendiri.
2.Mengakui dan menerima dampak dari aspek keragaman ini, yaitu.
3. Terlibat dalam budaya lain sebanyak yang Anda bisa.
4. Belajar di Luar Negeri.
Published by Bambang Tutuko Kuntopati
humoris smart chalenge read politis diplomasi
View all posts by Bambang Tutuko Kuntopati