Identity

Identity is something that is within us, which includes character, nature, character and personality. You could say identity is everything about us. With a long process and full of twists and turns, identity will naturally exist within us, whether at a young age or as an adult.
Finding Yourself with

1. Knowing personal talents.
2. Recognize personality.
3. Recognize productive time.
4. Determine life goals.
5. Know your strengths and weaknesses.
6. Determine what makes you feel comfortable.
7. Find time to be quiet and reflect.

4 Types of Human Identity or Identity
1. Natural Individual.
2. Socially Formed Individuals.
3. The Natural Group.
4. Socially Formed Groups.
By recognizing our identity we will be able to know our own strengths and weaknesses so that we are able to control all our thoughts, feelings and emotions as well as our actions when dealing with other people and even when dealing with ourselves, including knowing when we need help.
Identity is formed from a combination of internal (genetic, personality, etc.) and external (school, home, people around, etc.) factors. A teenager's identity develops when they try various roles in different environments such as school, home and the surrounding environment.


Jati Diri adalah suatu hal yang ada di dalam diri kita, yang meliputi karakter, sifat, watak dan kepribadian nya. Bisa dibilang jati diri adalah segala hal tentang diri kita. Dengan proses yang panjang dan penuh lika-liku, jati diri secara alami akan ada di dalam diri kita, baik itu saat usia muda maupun dewasa.
Mencari Jati Diri dengan

1. Mengetahui talenta pribadi.
2. Mengenali kepribadian.
3. Mengenali waktu produktif.
4. Menentukan tujuan hidup.
5. Ketahui kekuatan dan kelemahan kamu.
6. Tentukan apa yang membuat kamu merasa nyaman.
7. Cari waktu untuk diam dan merenung.

4 Tipe Jati Diri atau Identitas Manusia
1. Individu yang Alami.
2. Individu yang Terbentuk Secara Sosial.
3. Kelompok yang Alami.
4. Kelompok yang Terbentuk secara Sosial.

Dengan mengenali jati diri kita akan mampu mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sehingga mampu mengendalikan segala pikiran, perasaan, dan emosi serta tindakan kita saat berhadapan dengan orang lain bahkan saat menghadapi dirinya sendiri termasuk tahu kapan diri kita perlu bantuan.
Jati diri terbentuk dari gabungan antara faktor internal (genetik, kepribadian, dll) dan eksternal (sekolah, rumah, orang-orang di sekitar, dll). Identitas seorang remaja berkembang saat mereka mencoba berbagai macam peran di lingkungan yang berbeda-beda seperti sekolah, rumah, dan lingkungan sekitar.

Leave a Comment