Giving advice is easy. Almost anyone can give advice..
What is difficult is practicing the advice of the adviser and the person being advised.
THE ADVISORS must take care of two things:
1. Sincerity when giving advice. Don't expect to be flattered or other praise.
2. Put the advice into practice. Because Allah hates those who say something that he does not practice. Even the person is threatened with punishment in his grave.
THOSE WHO ARE GIVEN ADVICE must also take care of two things:
1. Receiving advice with an open heart. Because it is a sign of sincerity. "The sign of a sincere person is when he is reminded of his mistakes, he does not feel warm in his heart. Instead he admitted his mistake and prayed for it, "May Allah have mercy on those who remind me of my mistakes."
2. Staying away from bad traits. When someone is given advice that he thinks not himself. He'd better think for himself first.
Memberi nasehat itu mudah. Hampir semua orang mampu memberi nasehat..
Yang sulit itu mengamalkan nasehat bagi pemberi nasehat maupun yang dinasehati.
PEMBERI NASEHAT harus menjaga dua perkara:
1. Keikhlasan ketika memberi nasehat. Tidak berharap ingin disanjung atau pujian lainnya.
2. Mengamalkan nasehat. Karena Allah membenci orang yang mengucapkan sesuatu yang ia tidak amalkan. Bahkan orangnya terancam diadzab dalam kuburnya.
YANG DIBERI NASEHAT pun harus menjaga dua perkara:
1. Menerima nasehat dengan hati yang lapang. Karena itu adalah tanda keikhlasan. “Tanda orang ikhlas itu adalah apabila diingatkan kesalahannya ia tidak merasa panas hatinya. Justru ia mengaku kesalahannya dan mendo’akannya,, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan kesalahanku.”
2. Menjauhi sifat yang buruk. Ketika seseorang diberi nasehat yang ia pikirkan bukan dirinya. Sebaiknya dia berpikir untuk diri sendiri terlebih dahulu.
Published by Bambang Tutuko Kuntopati
humoris smart chalenge read politis diplomasi
View all posts by Bambang Tutuko Kuntopati