Political Polarization

Political polarization has a definition, namely the phenomenon of two groups having different views and views politically (Division of two parts).

In the publication of Public Opinion in Political Polarization on Social Media, it is stated that political polarization occurs when people are divided into two opposing camps because of issues, ideology, and policies.

Political polarization easily occurs in an area or country whose citizens have a strong commitment to an ideology, culture or candidate. This polarization will divide society because one group thinks it has the correct principles or views compared to other groups. Other groups will be considered wrong in their political views and morality.

Polarization occurs due to a change in party political communication framing. Framing changes occur because of changes in the map or political culture followed by the attitude of party supporters.


Polarisasi politik memiliki definisi yakni fenomena dua kelompok berpaham dan berpandangan yang berbeda secara politis (Pembagian atas dua bagian).

Dalam publikasi Opini Publik dalam Polarisasi Politik di Media Sosial, disebutkan bahwa polarisasi politik terjadi ketika masyarakat terpecah dalam dua kubu yang berseberangan karena isu, ideologi, hingga kebijakan.

Polarisasi politik mudah terjadi di suatu daerah atau negara yang warganya punya komitmen kuat terhadap suatu ideologi, budaya, atau kandidat. Polarisasi ini yang akan memecah masyarakat karena suatu kelompoknya beranggapan memiliki prinsip atau pandangan yang paling benar dibanding kelompok lain. Kelompok lain akan dianggap salah dalam pandangan politik dan moralitasnya.

Polarisasi terjadi akibat suatu perubahan framing komunikasi politik partai. Perubahan framing terjadi karena adanya perubahan peta atau budaya politik yang diikuti oleh sikap para pendukung partai.

Leave a Comment