Authority holders or power holders are role models for people with lower levels of knowledge.
Authority / authority: a means of guaranteeing obedience by avoiding the need for persuasion and rational arguments on the one hand and pressure and coercion on the other. If "power" refers to the ability to influence other people, then "authority" means the right to influence these other people.
The source of his authority is legitimacy based on an established social order in a tradition (customs), and the legitimacy of those who follow the pattern of authority based on that tradition.
According to Max Weber there are three authorities possessed by a leader namely Traditional Authority, Charismatic Authority and Legal-Rational Authority.
Power is the ability of a person or group of people to influence the behavior of another person or group of people so that their behavior is in accordance with the wishes/goals of a person/group of people who have that power.
Power is the ability or power to do something, while authority is the right to use that power.
Synonyms of the word Authority are: [n] sovereignty, power, domination, power, strength, influence.
Authority allows managers to order and direct their subordinates to work towards organizational goals. So, that allows everyone to move in the same direction.
Apart from being a private property, power is a function of the leader, followers, and the situation. Meanwhile, influence is a change in one's attitudes, values, beliefs, or behavior as a result of influencing tactics.
The authoritarian leadership style can be applied to conditions where there is very strong pressure, for example during conflict or war. If this condition occurs, maybe many people need an authoritarian leader.
Pemegang otoritas atau pemegang kekuasaan merupakan panutan bagi orang - orang dengan tingkat ilmu dibawahnya.
Otoritas / kewenangan: sarana untuk menjamin ketaatan dengan menghindari perlunya persuasi dan argumen rasional di satu sisi serta tekanan dan paksaan di sisi lainnya. Jika “kekuasaan” merujuk pada kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, maka “otoritas” berarti hak untuk mempengaruhi orang lain tersebut.
Sumber otoritas yang dimilikinya adalah legitimasi yang didasarkan kepada tatanan sosial yang sudah mapan di dalam sebuah tradisi (adat kebiasaan), dan legitimasi orang-orang yang mengikuti pola otoritas berdasarkan tradisi tersebut.
Menurut Max Weber ada tiga otoritas yang dimiliki oleh seorang pemimpin yakni Otoritas Tradisional, Otoritas Kharismatik Dan Otoritas Legal-Rasional.
Kekuasaan adalah Kemampuan sesorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah laku sesorang atau sekelompok orang lain sehingga tingkah lakunya menjadi sesuai dengan keinginan/ tujuan seseorang/kelompok orang yang mempunyai kekuasaan tersebut.
Kuasa adalah kemampuan atau kekuatan untuk melakukan sesuatu, sedangkan otoritas adalah hak untuk menggunakan kuasa tersebut.
Sinonim dari kata Otoritas adalah : [n] daulat, daya, dominasi, kekuasaan, kekuatan, pengaruh.
Otoritas memungkinkan manajer untuk menyuruh dan mengarahkan bawahannya bekerja menuju tujuan organisasi. Sehingga, itu memungkinkan semua orang bergerak ke arah yang sama.
Selain sebagai hak milik pribadi, kekuasaan adalah fungsi dari pemimpin, pengikut, dan situasinya. Sedangkan pengaruh adalah perubahan dalam sikap, nilai-nilai, keyakinan, atau perilaku seseorang sebagai hasil dari taktik mempengaruhi.
Gaya kepemimpinan otoriter dapat diaplikasikan pada kondisi di mana terjadi tekanan yang sangat kuat, misalnya saat terjadi konflik ataupun perang. Jika terjadi kondisi tersebut, mungkin banyak orang yang membutuhkan pemimpin otoriter.
Published by Bambang Tutuko Kuntopati
humoris smart chalenge read politis diplomasi
View all posts by Bambang Tutuko Kuntopati