The impact of this millennial generation's way of thinking has changed the face of politics today. Where the younger generation is heading towards a smarter era, more aware of politics and the quantity of political involvement is increasing. Its characteristics are the dynamic and caring young generation.
As a generation that wants change, support from the government for political education has not been maximized. Political education for the younger generation can only be obtained from social media activities and surfing the internet through the internet.
Political education obtained is also personal. This is very vulnerable to the existence of negative news or issues that have racial elements and kill democratic values for this young generation. Moreover, the younger generation is not literate in current political history, which is received through formal education or the mainstream mass media. This greatly adds to the narrowness of the choice of historical truth.
The impact of political education through social media has resulted in the younger generation as users of social media feeling agitated by sentiment over the racial element. The government should provide adequate political education for the younger generation.
Namely, maximizing the use of technology by building effective national values through content or advertisements that love the motherland and a productive mentality. The hope is that politics in a country is not always to promote the personal interests of political elites. But more emphasis on moral values and diversity in politics, so as to produce a sound political education.
Through sound political education, the younger generation can learn to wield a political baton that is better, more organized but flexible and directional and full of innovation surprises.
Politics seasoned with sentimental elements makes politics in a country still happy to wrestle with bad habits, pessimistic views that cannot be controlled and continue to revolve around these issues. However, the younger generation who are aware of technology makes such politics politically disruptive. The millennial generation prefers out of the box politics!
Imbas dari cara berpikir generasi milenial ini mengubah wajah perpolitikan sekarang. Dimana generasi muda menuju zaman yang lebih cerdas, semakin sadar akan politik dan kuantitas keterlibatan perpolitikan semakin meningkat. Cirinya adalah generasi muda yang dinamis dan perduli.
Sebagai generasi yang menginginkan perubahan, dukungan dari pemerintah untuk pendidikan perpolitikan belumlah maksimal. Pendidikan perpolitikan generasi muda hanya didapatkan dari aktivitas bermedia sosial dan berselancar di dunia maya melalui jaringan internet.
Pendidikan politik yang didapatkan pun bersifat personal. Hal ini sangat rentan dengan adanya berita atau isu negatif yang berunsur sara serta mematikan nilai-nilai demokrasi bagi generasi muda ini. Apalagi generasi muda tidak melek sejarah perpolitikan di saat ini yang diterima lewat pendidikan formal atau media massa arus utama. Hal ini sangat menambah sempitnya pilihan tentang kebenaran sejarah.
Dampak dari pendidikan politik lewat media sosial ini mengakibatkan generasi muda sebagai pengguna media sosial merasa terombang-ambing sentimen atas unsur sara. Pemerintah seharusnya memberikan pendidikan politik yang memadai bagi generasi muda.
Yakni, memaksimalkan penggunaan teknologi dengan membangun nilai-nilai kebangsaan yang efektif melalui konten atau iklan yang cinta akan tanah air dan mentalitas produktif. Harapannya adalah perpolitikan di suatu negara tidak selalu untuk menaikkan kepentingan personal elit politik. Tetapi lebih menekankan pada nilai-nilai moral dan keberagaman dalam berpolitik, sehingga menghasilkan pendidikan politik yang sehat.
Melalui pendidikan politik yang sehat, generasi muda dapat belajar memegang tongkat estafet perpolitikan yang lebih baik, lebih teratur tetapi fleksibel dan terarah serta penuh dengan kejutan-kejutan inovasi.
Politik yang dibumbui dengan sentimen unsur sara menjadikan politik di suata negara masih senang bergelut dengan kebiasaan buruk, pandangan pesimis yang tidak dapat dikontrol dan terus berputar pada isu-isu itu saja. Namun, Generasi muda yang sadar pada teknologi membuat politik seperti itu dapat terdisrupsi secara politik. Generasi milenial lebih menginginkan politik out of the box!
Published by Bambang Tutuko Kuntopati
humoris smart chalenge read politis diplomasi
View all posts by Bambang Tutuko Kuntopati