Oligarchy is a system of government in which political power is held by a small elite group from the community, this can be differentiated based on family, wealth and military strength. The word oligarchy itself comes from the Greek word "oligarchia", where the word oligoi means few and arkhein means rule. The beginning of the oligarchic government system first occurred in the Ancient Greek state.
the concept of oligarchy is based on the term "minority that controls the majority", it can be said that in every power up to a government that positions a minority in leadership, it can be said to be an oligarchic system of government. The oligarchic system existed in the Soviet state, from church cardinals, from a company board to democracy itself because it was only led or controlled by a few people. Therefore, a professor from Northwestern University, Jeffrey A. Winters changed the concept and understanding of oligarchy.
With these characteristics, Winters also makes four ideal types for oligarchs, namely:
Commander-in-Chief Oligarchy
Oligarchy emerges by coercive power or by outright violence. The commander-in-chief oligarchy has soldiers and weapons to directly seize power resources belonging to other oligarchs. So that it can be said that the collection of wealth is done by conquering one commander with another commander, as a result the most dominant threat occurs in property claims rather than income. The commander-in-chief oligarchy once existed in prehistoric times, medieval Europe and feuding families in the Apalachia Mountains.
Collective Ruling Oligarchy
Oligarchies have power and rule collectively through institutions that have rules or norms. In this oligarchy, the rulers will cooperate with each other in maintaining their wealth by governing a community. Collective ruling oligarchies can be found in mafia commissions, Greco-Roman governments and also post-Soeharto political practices in Indonesia.
Sultanistic oligarchy
The oligarchy that occurs when the monopoly of the means of coercion lies in one hand of the oligarch. There is a relationship between the oligarch (patron-client) and the ruling oligarch. The sultanistic oligarchy only gives authority and violence to the main ruler, while the other oligarchs only depend on the main or single oligarch to defend their wealth and assets. This never happened in Indonesia under Suharto's leadership.
Civil Oligarchy
This oligarchy is completely unarmed and has no direct power. The oligarch only hands over his power to a non-personal institution and also an institution that has stronger laws. Thus, oligarchs only focus on maintaining income by avoiding the reach of the state in redistributing their wealth. Civilian oligarchy is not always democratic and involves elections. This is the case in the United States and India where the oligarchy is procedurally democratic, but in Singapore and Malaysia the oligarchy is authoritarian.
Oligarki adalah suatu sistem pemerintahan dimana kekuasaan politik dipegang oleh sekelompok elit kecil dari masyarakat, hal ini dapat dibedakan berdasarkan keluarga, kekayaan dan kekuatan militer. Kata oligarki sendiri berasal dari kata Yunani “oligarchia”, dimana kata oligoi berarti sedikit dan arkhein berarti memerintah. Awal sistem pemerintahan oligarkis pertama kali terjadi di negara Yunani Kuno.
Konsep oligarki didasarkan pada istilah “minoritas yang menguasai mayoritas”, dapat dikatakan bahwa dalam setiap kekuasaan hingga pemerintahan yang menempatkan minoritas dalam kepemimpinan, dapat dikatakan sistem pemerintahan oligarkis. Sistem oligarki yang ada di negara Soviet, dari kardinal gereja, dari dewan perusahaan hingga demokrasi itu sendiri karena hanya dipimpin atau dikendalikan oleh segelintir orang. Oleh karena itu, seorang profesor dari Northwestern University, Jeffrey A. Winters mengubah konsep dan pemahaman tentang oligarki.
Dengan ciri-ciri tersebut, Winters pun membuat empat tipe ideal para oligarki, yaitu:
Panglima Tertinggi Oligarki
Oligarki muncul dengan kekuatan koersif atau dengan kekerasan langsung. Oligarki panglima memiliki prajurit dan senjata untuk secara langsung merebut sumber daya milik oligarki lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa pengumpulan kekayaan dilakukan dengan cara menaklukan satu panglima dengan panglima lainnya, akibatnya ancaman yang paling dominan terjadi pada klaim harta daripada pendapatan. Oligarki panglima pernah ada di zaman prasejarah, Eropa abad pertengahan, dan keluarga yang bertikai di Pegunungan Apalachia. Oligarki
Oligarki Penguasaan Kolektif
Oligarki memiliki kekuasaan dan aturan secara kolektif melalui institusi yang memiliki aturan atau norma. Dalam oligarki ini para penguasa akan saling bekerja sama dalam mempertahankan kekayaannya dengan mengatur suatu masyarakat. Oligarki penguasa kolektif dapat ditemukan di komisi mafia, pemerintahan Yunani-Romawi, dan juga praktik politik pasca-Soeharto di Indonesia.
Oligarki sultanistik
Oligarki yang terjadi ketika monopoli alat paksaan terletak di satu tangan oligarki. Ada hubungan antara oligarki (patron-klien) dan oligarki yang berkuasa. Oligarki sultanistik hanya memberikan otoritas dan kekerasan kepada penguasa utama, sedangkan oligarki lain hanya bergantung pada oligarki utama atau tunggal untuk mempertahankan kekayaan dan asetnya. Ini tidak pernah terjadi di Indonesia di bawah kepemimpinan Soeharto.
Oligarki Sipil
Oligarki ini sama sekali tidak bersenjata dan tidak memiliki kekuasaan langsung. Oligarki hanya menyerahkan kekuasaannya kepada lembaga non-pribadi dan juga lembaga yang memiliki hukum yang lebih kuat. Dengan demikian, oligarki hanya fokus mempertahankan pendapatan dengan menghindari jangkauan negara dalam mendistribusikan kembali kekayaannya. Oligarki sipil tidak selalu demokratis dan melibatkan pemilihan. Seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan India yang oligarkinya demokratis secara prosedural, tetapi di Singapura dan Malaysia oligarkinya otoriter.
Published by Bambang Tutuko Kuntopati
humoris smart chalenge read politis diplomasi
View all posts by Bambang Tutuko Kuntopati