Shame Culture

Shame culture is a traditional value developed by the community to regulate the interaction between family members and society as a whole.
Shame is expected to encourage us to get closer to Allah SWT. For example, shame for not praying in congregation, shame for not paying zakat, shame for not praying Dhuha.
Examples of shame culture are shame to tell lies, shame not to say politely, shame if not responsible, shame to come late to school, shame to litter.
Three Kinds of Shame
Shame on yourself when you do little good deeds to Allah and good for the people compared to other people. This shame encouraged him to increase the quantity of good deeds and devotion to Allah and the people.
Shame on humans. ...
Shame on God.
Shame is a trait or feeling that fortifies someone from doing something that is low or impolite. Islam instructs its adherents to have a shy nature because it can increase one's morals to be high.

Budaya malu adalah suatu nilai tradisional yang dikembangkan masyarakat untuk mengatur hubungan interaksi di antara anggota keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.
Rasa malu diharapkan dapat mendorong kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Misalnya malu karena tidak beribadah berjamaah, malu karena tidak berzakat, malu karena tidak sholat Dhuha.
Contoh budaya malu yaitu, malu untuk berkata bohong, malu tidak berkata sopan, malu jika tidak bertanggung jawab, malu datang terlambat kesekolah, malu membuang sampah sembarangan.
Tiga Macam Rasa Malu
Malu kepada diri sendiri ketika sedikit melakukan amal saleh kepada Allah dan kebaikan untuk umat dibandingkan orang lain. Malu ini mendorongnya meningkatkan kuantitas amal saleh dan pengabdian kepada Allah dan umat.
Malu kepada manusia. ...
Malu kepada Allah.
Malu adalah sifat atau perasaan yang membentengi seseorang dari melakukan yang rendah atau kurang sopan. Agama Islam memerintahkan pemeluknya memiliki sifatmalu karena dapat meningkatkan akhlak seseorang menjadi tinggi

Leave a Comment