The villain didn't always have a bad appearance, at this time it was actually the one with a white collar tie. He can do it with pen, speech, even ideas.
Evil is not synonymous with bad/good. But, his intentions that can damage the environment can even destroy the contents of this earth.
Destroying this world doesn't need a Team/community. Enough, with one finger by pressing the nuclear button. It could be with a signature to break into the state budget. The intention is abstract but the result is real. So, give * adab * to a child before filling his brain with world knowledge. Supply Faith in the heart with the Practice of Remembrance. So, children have a stable personality full of confidence.
Penjahat itu tidak selalu berpenampilan buruk, kali ini justru yang berdasi kerah putih. Dia bisa melakukannya dengan pena, ucapan, bahkan ide.
Jahat tidak identik dengan buruk/baik. Namun, niatnya adalah merusak lingkungan bahkan memusnahkan isi bumi ini.
Menghancurkan dunia ini tidak membutuhkan Tim/komunitas. Cukup dengan satu jari dengan menekan tombol nukleus. Bisa dengan tanda tangan untuk membobol APBN. Niatnya abstrak tapi hasilnya nyata. Jadi, berikan *adab* kepada seorang anak sebelum mengisi otaknya dengan ilmu dunia. Lengkapi Keyakinan di dalam hati dengan Amalan Dzikir. Jadi, anak-anak memiliki kepribadian yang stabil dan penuh percaya diri. Penjahat itu tidak selalu berpenampilan buruk, kali ini justru yang berdasi kerah putih. Dia bisa melakukannya dengan pena, ucapan, bahkan ide.
Jahat tidak identik dengan buruk/baik. Namun, niatnya adalah merusak lingkungan bahkan memusnahkan isi bumi ini.
Menghancurkan dunia ini tidak membutuhkan Tim/komunitas. Cukup dengan satu jari dengan menekan tombol nukleus. Bisa dengan tanda tangan untuk membobol APBN. Niatnya abstrak tapi hasilnya nyata. Jadi, berikan *adab* kepada seorang anak sebelum mengisi otaknya dengan ilmu dunia. Lengkapi Keyakinan di dalam hati dengan Amalan Dzikir. Jadi, anak memiliki kepribadian yang stabil penuh percaya diri.
Published by Bambang Tutuko Kuntopati
humoris smart chalenge read politis diplomasi
View all posts by Bambang Tutuko Kuntopati