The Great War against Personal Passions

In the journey of life, everyone is not devoid of opponents that confront them. The intended opponent or enemy is something that becomes an obstacle and frustrates the goal. Enemies come from all directions, even from ourselves. Enemies that come from yourself are even more difficult to conquer.
The war against lust is stated to be heavier than the war against physical enemies. Physical war, the enemy is clear, both in terms of the number and strength of the weapons. Even enemy tactics and strategies, though not easy. It can still be learned and conquered. It is different, if the enemy is yourself. The enemy in question is difficult to identify and not easy to conquer.
Anyone without exception, educated at any level, comes from any social strata, any age, and any background, is very likely to be defeated by his own desires. Therefore, a person wins against enemies who come from outside, but cannot move when he has to fight enemies or passions that are within himself. That's why, everyone's worst enemy is the one who comes from himself.

Dalam perjalanan hidup tiap orang ternyata tidak sepi dari lawan yang menghadang. Lawan atau Musuh yang dimaksudkan adalah sesuatu yang jadi kendala dan menggagalkan untuk mencapai tujuan. Musuhnya datang dari berbagai arah, bahkan dari diri sendiri. Musuh yang datang dari diri sendiri ternyata justru lebih sulit ditaklukan.
Perang melawan hawa nafsu dinyatakan lebih berat dibanding perang melawan musuh secara fisik. Perang fisik, musuhnya jelas, baik menyangkut jumlah maupun kekuatan persenjataannya. Bahkan taktik dan stretagi musuh, sekalipun tidak mudah. Masih dapat dipelajari dan ditaklukan. Hal itu berbeda, bila musuh tersebut adalah diri sendiri. Musuh yang dimaksudkan justru sulit dikenali dan tidak mudah ditaklukkannya.
Siapa saja tanpa terkecuali, berpendidikan pada jenjang apa saja, berasal dari strata sosial manapun, umur berapa saja, dan berlatar belakang apapun, sangat berkemungkinan dikalahkan oleh hawa nafsunya sendiri. Oleh karena itu, seseorang menang melawan musuh yang datang dari luar, tetapi tidak dapat berkutik ketika harus melawan musuh atau hawa nafsu yang ada pada dirinya sendiri. Itu sebabnya, musuh terberat bagi setiap orang adalah yang datang dari dirinya sendiri.

Leave a Comment