Conflict in Process

Conflict is the existence of two conflicting groups either openly or latent (closed). Conflict is sometimes a very necessary thing in an organization. Of course conflict can stimulate change in organizations and can help organizations to continuously learn (learning), but not all conflicts will create positive change. The only conflict capable of stimulating change is what is commonly called functional conflict. Here a leader/manager/leader.

assume that staff/employees/subordinates are passive, lazy, have no ambition to progress, are afraid of taking responsibility, only start working after receiving a warning from their superiors, opinions like this should be reviewed by all superiors or leaders, because there is one opinion management experts, especially Human Resources management "There is not a single staff person who is stupid, but the stupid one is the HR manager himself", because if the human resources are placed according to their competence or expertise, then the true capabilities of that person. Indeed, staff or subordinates have various characteristics and competencies. Leaders must be observant in assessing subordinates or staff in the organization, those staff or subordinates in carrying out the work given by their superiors have characteristics as we often see in an organization, there are subordinates who have the ability but don't have the will to work, what's even worse there are subordinates who don't have the ability and don't even have the will to work, there are those who can't but don't have the will to work, but there are also those employees who are able and even have the will to work. All of that depends on the approach of the leaders or managers in managing the available human resources.



Konflik adalah adanya dua kelompok yang saling bertentangan baik secara terbuka maupun latent (tertutup). Konflik itu kadang-kadang merupakan suatu yang sangat perlu dalam suatu organisasi. Tentu saja konflik yang dapat merangsang perubahan dalam organisasi dan dapat menolong organisasi untuk secara terus menerus belajar (learning), namun tidak semua konflik akan menciptakan perubahan yang positif. Konflik yang mampu merangsang perubahan hanyalah konflik yang lazim disebut konflik fungsional. Disini seorang leader/manager/pemimpin.

Beranggapan bahwa staf/pegawai/bawahan itu adalah orang yang pasif, malas, tidak berambisi untuk maju, takut memikul tanggung jawab, baru bekerja setelah ada peringatan dari atasan, pendapat seperti ini sebaiknya ditinjau kembali oleh semua atasan atau pemimpin, karena ada satu pendapat para ahli managemen terutama managemen Sumber Daya Manusia”Tidak ada satu orang staf pun yang bodoh, tetapi yang bodoh itu adalah manager pengelola SDM nya itu sendiri”, karena jika sumber daya manusia tersebut ditempatkan sesuai dengan kompetensinya atau keahliannya, maka akan terlihatlah kemampuan yang sebenarnya dari orang tersebut. Memang staf atau bawahan memiliki bermacam-macam karakteristik dan kompetensi. Pemimpin harus jeli dalam menilai para bawahan atau staf dalam organisasi, staf atau bawahan itu dalam melaksanakan pekerjaan yang di berikan oleh atasannya memiliki karakteristik seperti yang sering kita lihat dalam suatu organisasi,  ada bawahan yang memiliki kemampuan tapi tidak memiliki kemauan untuk bekerja, yang parah lagi ada bawahan yang tidak memiliki kemampuan bahkan dibarengi tidak memiliki kemauan untuk bekerja, ada yang tidak mampu namun juga dibarengi tidak ada kemauan untuk bekerja, tetapi ada juga karyawan itu yang mampu bahkan dibarengi adanya kemauan untuk bekerja. Kesemua itu tergantung pendekatan para pimpinan atau manager dalam mengelola sumber daya manusia yang tersedia.

Leave a Comment