Psychological warfare

Psychological warfare is a form of offensive propaganda launched by two or more parties with conflicting opinions. An action carried out by means of psychology with the aim of evoking a psychological reaction that has been designed for another person. Psychological warfare is often part of a war strategy, including guerrilla warfare. If it becomes part of a war strategy, psychological warfare is usually a separate operation, in English terms it is called PSY-OP (psychological operation). Human psychological reactions are considered as the main target priority. The main purpose of psychological warfare is to change public attitudes or opponents so that the level of opposition or militancy decreases. The most important point of attack in psychological warfare is the human mind. A defeat in thinking from humans is considered a defeat for a political human being without having to go through a conventional war, namely by using bullets. Political wars are born and develop in the political environment constantly in collective society groups which are the "environment" in and the right place for political guerrilla warfare.

Psychological operations in political wars are considered to be a determining factor to influence the target audience's value systems, belief systems, emotions, motives, thoughts, and behaviors. The target (audience) in psychological operations can be government, organization, groups, and individuals using information technology to strengthen attitudes and behavior, the target can be beginners or sometimes a combination.


Perang psikologis lebih dikenal orang dengan perang urat saraf merupakan bentuk propaganda ofensif yang dilancarkan dua atau lebih pihak yang saling bertentangan pendapat. Suatu tindakan yang dilancarkan dengan cara-cara psikologi dengan tujuan membangkitkan reaksi psikologis yang telah dirancang terhadap orang lain. Peperangan psikologis sering kali menjadi bagian dari strategi perang, termasuk perang gerilya. Jika menjadi bagian dari strategi perang, peperangan psikologis biasanya menjadi operasi terpisah, dalam istilah bahasa Inggris disebut PSY-OP (psychological operation). Reaksi psikologis manusia dianggap sebagai prioritas utama sasaran. Tujuan utama peperangan psikologis adalah mengubah sikap publik atau lawan agar berkurang tingkat penentangan atau militansinya. Titik serang paling penting dalam peperangan psikologis adalah pikiran manusia. Kekalahan dalam berpikir dari manusia dianggap merupakan kekalahan dari Insan politik  tanpa harus melalui sebuah peperangan konvensional yaitu dengan penggunaan peluru. Perang politik lahir dan berkembang di lingkungan politik secara konstan pada kelompok masyarakat secara kolektif yang merupakan "lingkungan" dalam dan tempat yang tepat bagi perang gerilya politik.

Operasi psikologis dalam perang politik dianggap menjadi faktor yang menentukan untuk memengaruhi target sistem tata nilai pemirsa, sistem kepercayaan, emosi, motif, pemikiran, dan perilaku. Sasaran (pemirsa) dalam operasi psikologis bisa jadi pemerintah, organisasi, kelompok, dan individu dengan menggunakan teknologi informasi dalam memperkuat sikap dan perilaku, sasaran bisa jadi pemula atau kadang-kadang kombinasi.

Leave a Comment