Dissociative identity disorder (DID)

Dissociative identity disorder is a mental illness that is quite rare but can strike at any age. Reporting from the Cleveland Clinic page, this mental illness is more common in women than men.

For example, people with a shy core personality may use alternate personalities to be more assertive and sociable. Usually this personality change arises as a result of being triggered by stress and traumatic events.

Even so, people with split disorder are very likely to face problems in their daily lives. He may find things in the house that he can't remember buying.

They also find it difficult to form relationships with those around them because they don't know their family or close people when alternative personalities take over.

Many experience psychological symptoms that are also present in other mental illnesses, including:

Severe headaches and body aches.
Derealization, namely the feeling that the surrounding environment is foreign, strange, or unreal.
Mood swings or depression.
Depersonalization, ie feeling his soul detached from his body.
Easily restless and anxious.
Amnesia or feeling time distortion.
Sleep disturbances, such as frequent nightmares or sleep walking.
Tend to have eating disorders.
Hallucinations, which are false perceptions of something, such as hearing sounds that are not really there.
Sex problems arise, such as decreased sex drive.
Use of illegal drugs.
Self-harm and nearly 70% of people with split disorder have attempted suicide.


Dissociative identity disorder (DID) adalah penyakit mental yang cukup langka terjadi namun bisa menyerang segala usia. Dilansir dari laman Cleveland Clinic, penyakit mental ini lebih banyak ditemukan pada wanita ketimbang pria.
Gejala khas pada orang dengan DID disorder adalah memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Kepribadian lain yang dimiliki penderitanya ini disebut dengan kepribadian alternatif, sementara kepribadian aslinya disebut dengan kepribadian inti.

Setiap kepribadian alternatif pada orang dengan multiple personality disorder, memiliki ciri individu dan cara berpikir yang berbeda. Kepribadian alternatif yang dimiliki juga bisa memiliki nama dan perilaku yang berbeda. Bahkan, mungkin saja memiliki jenis kelamin yang berbeda.
Sebagai contoh, orang dengan kepribadian inti yang pemalu, dapat menggunakan kepribadian alternatif untuk menjadi lebih tegas dan mudah bergaul. Biasanya pergantian kepribadian ini muncul akibat dipicu oleh stres dan peristiwa traumatis.

Meskipun begitu, penderita split disorder ini sangat mungkin menghadapi masalah dalam kehidupannya sehari-hari. Ia mungkin saja menemukan barang-barang di rumah yang ia tidak ingat kapan membelinya.



Mereka juga kesulitan untuk menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitar karena tidak mengenal keluarga atau orang terdekat ketika kepribadian alternatif mengambil alih.

Banyak mengalami gejala psikologis yang juga ada pada penyakit mental lain, di antaranya adalah:

Sakit kepala parah dan mengalami nyeri-nyeri pada tubuh.
Derealization, yakni perasaan bahwa lingkungan sekitarnya asing, aneh, atau tidak nyata.
Suasana hati mudah berubah atau depresi.
Depersonalisasi, yakni merasa jiwanya terlepas dari raganya.
Mudah gelisah dan cemas.
Amnesia atau merasakan distorsi waktu.
Gangguan tidur, seperti sering mengalami mimpi buruk atau sleep walking.
Cenderung memiliki gangguan makan.
Halusinasi, yakni persepsi palsu terhadap sesuatu, seperti mendengar suara yang sebenarnya tidak ada.
Timbul masalah seks, seperti gairah seks menurun.
Penggunaan obat-obatan terlarang.
Keinginan melukai diri dan hampir 70% orang dengan split disorder pernah melakukan percobaan bunuh diri.



Leave a Comment