Manhaj

According to the term syar'i, manhaj are the rules & provisions used for every scientific lesson through the process of tracing (sanad) Islamic sciences with the correct historical plot that continues to the Prophet Muhammad. Starting from the current generation of scholars, previous scholars, tabiut tabiin, tabiin, friends, until finally connected to the Prophet.
That way, the right manhaj will lead a Muslim to the right guidance about worship, muamalah, and morals. If someone learns religion not based on the right manhaj (sanad), then his religious practice will be wrong. Like the rules of Arabic, ushul 'aqidah, ushul fiqh, & ushul interpretation. Where with these sciences learning in Islam and its main points become regular & correct. And the true manhaj is a straight and bright way of life in religion according to the understanding of the companions of the Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam.

Menurut istilah syar’i, manhaj ialah kaidah-kaidah & ketentuan-ketentuan yang digunakan bagi setiap pelajaran ilmiah melalui proses penelusuran (sanad) ilmu-ilmu Islam dengan alur riwayat yang benar yang bersambung sampai kepada Nabi Muhammad. Mulai dari ulama generasi sekarang, para ulama terdahulu, para tabiut tabiin, para tabiin, para sahabat, hingga akhirnya tersambung kepada Rasulullah.
Dengan begitu, manhaj yang tepat akan mengantarkan seorang Muslim kepada tuntunan yang benar tentang ibadah, muamalah, dan akhlak. Jika seseorang belajar agama tidak didasari dengan manhaj (sanad) yang tepat, maka praktik beragamanya pun akan keliru. Seperi kaidah-kaidah bahasa arab, ushul ‘aqidah, ushul fiqih, & ushul tafsir. Dimana dengan ilmu-ilmu ini pembelajaran dalam islam beserta pokok-pokoknya menjadi teratur & benar. Dan manhaj yang benar adalah jalan hidup yang lurus & terang dalam beragama menurut pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Leave a Comment