Semalam emak emak menolong salah satu mahasiswa korban aksi pengamanan situasi oleh Tim Pengamanan kondisi.
Salah satunya seorang mahasiswa semester 6 di salah satu universitas ternama jurusan teknik informatika .
Ada percakapan yang menarik ku dengannya saat mengantarnya ke RS terdekat bisa dengarkan saat saya serahkan Tas dan Identitasnya dan mulai sadar kan diri.
“Nak tante tinggal pulang ya .ini tas dan dompet mu ya .Hp di tasmu tidak ada . Bisa tahu no Hp Orang tua mu ?
Dijawab dg lirih
” Tidak hapal tante .”
” tante boleh informasi kampus mu ?
Dijawab dengan gelengan kepala.
Kalo begitu kenapa tidak boleh infornasi ke orangtua mu ?.
Dijawab lagi dg mata berkaca
” saya demo demi orangtua saya agar bisa dapatkan bahan pokok lebih murah .jangan beratkan ibu saya lagi .pasti sedih .biar saya dan teman teman saya yang tahu saya begini ” jawabnya lirih menahan sakit sambil megang perutnya yang ditendang aparat .
Saya coba tahu kenapa tadi perutnya ditendang
Dia jawab “saya tadi hanya lari karena kena gas air mata tiba tiba ada kaki yang tendang perut saya dengan keras hingga saya jatuh dan kaki itu coba injak pula .tapi saya berhasil ditolong teman teman saya.”
Saya coba pegang tangannya dan katakan “sabar ya Nak .Insyallah akan sembuh nanti “
Lalu saya bertanya lagi
” no hp siapa yang kamu ingat Nak ?.
Dia jawab tidak ada yang saya ingat tante
Akhirnya aku peluk dia dan katakan oke disini kamu baik baik saja ya .
Ini dompet mu ya .
Saya lihat di dompetnya hanya ada uang 10.000
Makin menetes air mata ini melihat di sana lengkap ada foto ayah nya pula.
“Ini Foto ayah mu nak ?.
Sambil bathinku iri sebenarnya karena belum tentu fotoku ada di dompet anakku .
Dia jawab” iya .
Semoga mereka baik baik saja .biar saya yang berjuang untuk mereka” dengan lirih dijawab pertanyaan saya
Akhirnya saya pamit dengan airmata makin deras sambil sisipkan sedikit uang di dompetnya dan sampaikan ke perawat RS untuk titip mahasiswa tersebut .
” Terima kasih ya Tante” jawabnya lirih
Ada satu catatan
Negeri demokrasi
Tapi anti Demontrasi
Negeri Beradab tinggi
Tapi kok semena mena.
Salah apa dengan Anak anak kita ?
Ketika mereka berjuang untuk Orangtuanya mereka harus bertaruh nyawa .
Hai para penguasa
Akankan abadi kekuasaan kalian
Dimana nurani hati kalian??
Doa terus untuk ananda mahasiswa yang terluka
Jakarta
Catatan 11 April 2022