Many people shouted, I did justice in dividing rights and being a trustee according to the size of a good person. But surprisingly, his screams were limited to words. Distributing rights equally but never totally transparently divided and never clear on the mandate but never compared to policy targets according to mutual agreement. Is it like that? This person understands but always tries to trick people into making it seem that they are doing a good job according to their personality. If there are parties who ask to compare the work with the agreement, they become angry (Do you not believe me). People believe when open management can be implemented. When we used to study in school, we were always guided by teachers to be honest, after taking office we already understood the gaps in playing opportunities. The Disciple is playing with the interests of the group for personal gain. Maybe people out there don't know, but nature is witnessing the actions of the brain that you keep in your heart. The more your heart is polluted with bad tactics. The parents and teachers whom you lie to will be ashamed because of their dishonorable attitude. Impact on the family, because it is given sustenance that is not clean. One day when your child grows up he will feel the consequences and continue to carry it throughout his life. Openness is heavy but accountability is heavier later when Hisab is at Mizan. All will be seen clearly when in the process. Keep in mind, every party there is always a dish washing event. The world you can play with your logic but your heart will be eternally tormented. Think before it's too late. Every creature has a responsibility at the end of the day, especially humans who are intelligent and have the knowledge of Aqidah.
Banyak orang teriak saya melakukan keadilan dalam membagi hak dan menjadi amanah sesuai ukuran seorang yang baik. Tapi herannya, teriakan mulutnya sebatas kata kata. Membagi rata hak tapi tidak pernah transparan total yang dibagi dan tidak pernah jelas amanah tapi tidak pernah dibandingkan target kebijakan sesuai kesepakan bersama. Apakah seperti itu? orang ini mengerti tapi selalu mencoba mensiasati orang banyak agar terkesan menjalankan pekerjaan sudah dengan baik menurut pribadinya. Bila ada pihak yang bertanya untuk membandingkan hasil kerja dengan kesepakatan menjadi marah (Apa tidak percaya dengan saya). Masyarakat percaya ketika open manajemen dapat di iplementasikan. Saat dahulu kita belajar di bangku sekolah selalu dibimbing guru untuk jujur, setelah menjabat sudah mengerti celah kesempatan bermain. Sang Murid bermain-main dengan kepentingan kelompok yang menguntung pribadi. Mungkin orang diluar sana tidak tahu, tapi alam ini menyaksikan perbuatan otak yang engkau simpan dalam hati. Semakin tercemar hatimu dengan siasat buruk. Orang tua dan para guru yang engkau bohongi akan diberi malu karena sikap tidak terpuji. Berdampak kepada keluarga, karena diberikan rezeki yang tidak bersih. Suatu saat anakmu besar dia akan merasakan akibat dan terus dibawa sampai sepanjang hidupnya. Keterbukaan itu berat tapi lebih berat pertanggung jawaban nanti saat Hisab di Mizan. Semua akan terlihat jelas saat di proses. Perlu diingat, setiap pesta selalu ada acara mencuci piring. Dunia dapat engkau permainkan dengan logikamu tapi hatimu akan tersiksa abadi. Renungkan sebelum terlambat. Setiap mahluk ada pertanggung jawaban di hari akhir, terutama manusia yang berakal dan memiliki ilmu Aqidah.