Hard to be Honest

Honesty is something that is easily complicated by humans. Why is it so hard for many people to accept/reject kindness? Admitting the truth was not easy. Why is it difficult, because in people's heads there are thoughts for their interests to be fulfilled, with many theories of justification. If you want to remember the history of past civilizations (flashback), we will be reminded of the name of Pharaoh in the era of Jahiliyah. He rejects the truth, the result of being a bad example until this world ends. Honesty can never be valued materially even by currency and precious metals. There are many religions in the world. The question is whether there are as many believers as religious. It turns out that the answer is impossible, the believers are only a minority. It was seen, after nature and time gave many tests with various disasters from mild to the heaviest. So that humans who have a strong mental faith will still maintain their belief in Allah. Even if Qorun tries to give away treasures and Haman promises intelligence theories but it's all a mirage. Faith is abstract when in the world, real in time after this dimension of life ends. Hey humans, use your heart to guide your thoughts. Control the balance of goodness with lust for a harmonious life. The only one who knows how to measure honesty is you, not anyone else. The capacity of others only reminds you, you must know yourself when reminded. Measure according to the size of your container of charity, so that we are self-aware. Like it or not, please choose which teacher you want. Take a breath to take a step towards life after death.

Kejujuran itu sesuatu yang mudah dibuat rumit oleh manusia. Kenapa banyak orang sangat sulit menerima / menolak kebaikan. Mengakui kebenaran ternyata tidak mudah. Kenapa sulit, karena dikepala orang ada pemikiran demi kepentingannya terpenuhi, dengan banyak teori pembenaran. Bila mau mengingat sejarah peradaban masa lalu (flashback), kita akan diingatkan satu nama Firaun di zaman jahiliyah. Dia menolak kebenaran, akibat menjadi contoh buruk sampai dunia ini berakhir. Kejujuran itu tidak akan pernah bisa dinilai materi sekalipun oleh mata uang dan logam mulia. Di dunia banyak agama. Yang menjadi pertanyaan, apakah yang beriman sebanyak yang beragama. Ternyata jawabannya tidak mungkin, yang beriman hanya minoritas. Itu terlihat, setelah alam dan waktu memberikan banyak ujian dengan berbagai bencana ringan sampai yang terberat. Sehingga manusia yang memiliki mental keimanan yang tangguh akan tetap berpendirian menjaga keyakinan kepada Allah. Sekalipun Korun berusaha memberikan harta dan Hamman menjanjikan teori-teori kecerdasan tapi semua itu hanya fatamorgana. Keimanan itu abstrak saat didunia, nyata pada waktunya nanti setelah dimensi kehidupan ini berakhir. Hai manusia, gunakan hati untuk menggiring pemikiran kamu. Kendalikan keseimbangan kebaikan dengan syahwat untuk hidup yang harmonis. Yang tahu mengukur kejujuran hanya dirimu bukan orang lain. Kapasitas orang lain hanya mengingatkan, kamu yang harus tahu diri bila diingatkan. Ukurlah sesuai besar wadah amalmu, agar kita sadar diri. Mau atau tidak, silahkan pilih mana guru yang kamu inginkan. Menarik nafas sejenak untuk mengambil langkah menuju pada kehidupan setelah kematian.

Leave a Comment