Tempat ibadah, tempat MENGELUH..
Cerita Dan Derita
Ada seorang ayah yang tertangkap CCTV mencuri kotak amal
Namun aneh dari pencuri lainnya.. beliau meninggalkan pesan yang cukup membuat hati merasa larut dalam emosi.
Beliau mengaku hal tersebut dilakukan karena dasar terpaksa sebab untuk membelikan HP anaknya untuk sekolah online. Dan yang lebih membuat saya jadi sedikit trenyuh adalah niatannya untuk mengembalikan dana infak itu setahun lagi.
Entah apa yang orang pikirkan.. tapi hati kecil saya kok berkata. ✅ “Ini Bener..”
.
Sebab beginilah seharusnya fitrah berpikirnya orang susah dan lemah saat mencari solusi..
⏩⏩ Ke tempat ibadah..!!
Hanya salah caranya.
Artinya.. Dalam hati kecil beliau tahu. Yang bisa saya datangi cuma tempat ibadah. Sebab orang yang beribah biasanya baik-baik dan penuh kemakluman. Kalaupun ketangkap, semoga dimaafkan.
Dari pada datang ke tetangga dihina.
Datang ke pejabat diusir.
Maka ia memilih datang ke tempat ibadah. Dimana syiar agama dibangun.
Yang selama ini mengajak untuk saling menolong dalam kebaikan.
.
Maka..
Andai di setiap tempat demikian, menuliskan besar di papan saldonya dengan kalimat..
Bapak ibu jama’ah..
Saldo ini milik umat,
jika ada yang kelaparan hubungi kami.
Jika ada yang tidak bisa bayar anaknya sekolah, hubungi kami.
Jika ada yang terancam terusir dari kontrakannya, hubungi kami.
Jika ada yang tak bisa bayar biaya berobat, hubungi kami.
Tangismu adalah tangisan kami..
Ceriamu adalah ceria kami..
Saatnya bangkit menatap masa depan bersama petugasnya..
Sampaikan ke jama’ah:
⏩ “Tempat ibadah adalah tempatmu berkeluh kesah”.
.
Megeluh kepada Allah lewat munajat..
Dialog ke guru atau petugasnya, supaya dapat langkah nyatanya.
Sebaiknya ditiap seperti Mesjid disediakan pojok konseling untuk kesulitan masyarakat.
.
Biar umat tahu, kemana harus dialog. Mereka butuh sentuhan spiritual yang menenangkan hati agar tak salah langkah.
.
Dialog santai dengan semangkok mie instan dan secangkir es teh manis. Mungkin jadi sebab terangnya pikiran.
Ditambah siraman qalbu dengan ayat Qur’an dan hadits Rasululloh yang sesuai dengan masalah yang sedang mereka hadapi pasti jadi lengkapnya jalan keluar.
.
Inilah masjid sebagai solusi. ✅
.
Kalau sudah demikian, maka mau tidak mau. Masjid jadi kreatif mengelola finansial.
Mulai dari pemasukan sampai pengeluaran.
.
Pengeluarannya beragam..
✅ Untuk biaya pendidikan sekian.
✅ Pinjaman lunak sekian.
✅ Makan gratis sekian.
.
Sudah bukan jamannya saldo kas masjid menumpuk. Pakai semuanya untuk umat. Kalau perlu minus.. 😁😁
Agar jama’ah tergerak ikut berinfak lagi karena ada Why-nya. Yaitu nutupin minusnya masjid.
.
Masjid harus pinter ngeluarin duit. Sudah tak bisa lagi kita bisa mengandalkan pejabat ya katanya peduli rakyat. Sudahlah..
Jangan lagi mengharapkan mereka.
.
Beliau-beliau juga tengah lelah dan sibuk menggunakan uangnya untuk baliho dan spanduk demi rakyat bisa pandai membaca lancar dari kejauhan tanpa harus mengeja.
Itu kerja yang harus kita apresiasi, demi meningkatkan minat baca negeri diatas awan.
.
Urusan rakyat biar rakyat juga yang mengatasi.
Masjid harus siap. Sediakan kotak-kotak untuk beragam keperluan.
• Untuk pembangunan.. sendiri.
• Untuk kebutuhan umat.
• Untuk jamuan makan jama’ah.
• Untuk biaya pendidikan.
Sehingga umat tahu harus memasukkan infak, wakaf, zakat dan sedekahnya kemana sesuai keinginan hatinya.
Kalau pengeluaran sudah banyak. Maka pemasukan juga akan dipikir. Bahwa infaq bukanlah satu-satunya sumber.
.
Takmir harus bisa berpikir bagaimana caranya masjid punya usaha yang menopang kegiatan sosialnya.
✅ setelah dipertimbangkan bersama semoga jadi “UMKM – Usaha Meningkatkan Kekayaan Masjid”.
.
Dan untuk para takmir masjid. Ayo kita songsong masjid yang demikian.
(Pemakmur Masjid) itu ada 4 kata Allah.
.
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah: 18)
.
- BERIMAN KEPADA ALLOH DAN HARI AKHIR
- MELAKSANAKAN SHOLAT
- MENUNAIKAN ZAKAT
- TIDAK TAKUT APAPUN KECUALI ALLOH
.
Bagaimana kita bisa beriman pada Alloh dan hari akhir jika saudara kelaparan saja kita tak tahu dan tak mau tahu. ⚠️
Nggak perlu takut saldo habis.. hanya boleh takut kepada Alloh. Takut dengan murkaNya Alloh kalau sampai itu duit amanah jama’ah tidak terkelola dengan baik. ⚠️
.
⏩⏩ Saya ingat satu hadits tentang hutang..
Bahwa munculnya “Doa Bebas Hutang” yang diriwayatkan Abu Umamah Radhiallahu’anhu itu lantaran Rasululloh sholallahu’alaihi wassalam bertanya menyapa Abu Umamah yang terlihat (gerak-geriknya) sedang susah.
.
Dari hadits ini kita belajar.. ☝☝☝
⏩ Bahwa petugas mesjid itu adalah MENYAPA JAMA’AH.
Bagaimana tahu kesulitan jama’ah kalau takmirnya hanya ingi butn dihormati. Berjalan angkuh merasa penting. Tak ada sapa tak ada salam.
.
Yang ada hanya larangan.
🚫 “Dilarang tidur di masjid”.
🚫 “Dilarang ngecharge Handphone”.
🚫 “Dilarang membawa anak-anak”.
Dan larangan lainnya.
.
Itu bukan masjid yang kita inginkan..
Itu bukan masjid yang kita rindukan.
melihat itu di masjid-masjid kita.

