His friend also advised him to ask: "Later when you sit down, become a leader in his position. It must be different to keep your distance, it is possible to change to maintain your image". It turned out to be the general public's assessment of the person who would take the throne. It turns out that a person's true nature will be seen, when: in power (forgetting oneself) and in difficult conditions (traveling far with friends). In fact, if his parents have provided him with sufficient manners, he can lead himself well, will not trouble the environment, be sensitive to taste because his teacher has filled his soul with the knowledge of civilization. Suffice your provisions with politeness and knowledge and you will become a statesman.
Temannya berpesan juga bertanya : “nanti kalau sudah duduk jadi pimpinan diposisinya. Pasti berbeda akan jaga jarak, dimungkinkan berubah untuk menjaga image”. Ternyata itu penilaian umum masyarakat kepada pribadi yang akan naik takhta. Ternyata Sifat asli seseorang akan terlihat, pada saat : berkuasa (lupa diri) dan kondisi sulit (bepergian jauh bersama teman). Padahal, bila orang tuanya telah membekali cukup tata krama maka dia bisa memimpin dirinya dengan baik, tidak akan menyusahkan lingkungan, peka rasa karena jiwanya sudah dipenuhi Gurunya dengan ilmu peradaban. Cukupkan bekalmu dengan kesantunan dan ilmu maka kamu akan menjadi negarawan.