Blessed Friday

Seburuk apapun kesalahan ibu kepada anak, jangan sampai di meja hijaukan apalagi sampai dituntut pidana. Apakah kau tahu, hai anak anak yang pintar. Berapa besar pengorbanan Ibu saat melahirkan, dia rela menahan sakit bahkan menanggung resiko nyawa. Apakah tahu kalian semua. Berapa mahal air susu yang sudah menjadi dagingmu, berapa jam waktu yang dikorbankan untuk menjaga saat sakitmu. Hartamu melimpah seperti air laut tidak akan mampu untuk melunasi hutangmu. Ingat, kamu menjadi pintar adalah jasa ibumu sebagai guru pertama dalam hidup. Apakah kurang, mungkin lupa, atau terlalu sombong. Hanya kamu yang bisa memperbaiki segalanya di dunia. Berkah anak, Hanya ada pada senyum ibu. Percalah, jangan coba mungkir / melawan. Teramat perih akibatnya. Biarkan Bunda tetsenyum, Surgamu ada di telapak kakinya.

Seburuk apapun kesalahan ibu kepada anak, jangan sampai di meja hijaukan apalagi sampai dituntut pidana. Apakah kau tahu, hai anak anak yang pintar. Berapa besar pengorbanan Ibu saat melahirkan, dia rela menahan sakit bahkan menanggung resiko nyawa. Apakah tahu kalian semua. Berapa mahal air susu yang sudah menjadi dagingmu, berapa jam waktu yang dikorbankan untuk menjaga saat sakitmu. Hartamu melimpah seperti air laut tidak akan mampu untuk melunasi hutangmu. Ingat, kamu menjadi pintar adalah jasa ibumu sebagai guru pertama dalam hidup. Apakah kurang, mungkin lupa, atau terlalu sombong. Hanya kamu yang bisa memperbaiki segalanya di dunia. Berkah anak, Hanya ada pada senyum ibu. Percalah, jangan coba mungkir / melawan. Teramat perih akibatnya. Biarkan Bunda tetsenyum, Surgamu ada di telapak kakinya.

Leave a Comment